Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Rabu, 27 Juli 2011

Race Around The World 11

"Wow bom bau itu berguna sampai sejauh itu." Tio kagum dengan roket itu.
"Bahan apa yang kamu gunakan dalam roket itu?"
Tanya Dika.
"Hanya campuran beberapa bahan bau saja
."
"Hei lihat panser mereka, seperti meleleh
." Arsyan bingung melihat kondisi panser lawan.
"Haha! Kau tidak tahu apa yang orang yang jarang menyikat giginya lakukan"
"Kau menggunakan nafasmu?" Arif langsung men
ebaknya.
"Tentu saja tidak.... tidak banyak.... hanya 10 % dari isi campuran itu. Hanya iseng saja
."
"Ingatkan aku untuk tidak mencium nafas dia
."

Arif mulai menjauhi Tio.
"Jangan berpikiran leba
i. Bahan bau yang kugunakan, selain nafasku tadi, juga ada yang bersifat korosif seperti urea, sianida, debu nanopartikel, air kencing kuda, dan lain-lain."
"Oke, tinggal satu musuh lagi. Ayo semangat!!"
Potong Dika.

Tim Indonesia pun langsung melaju kencang melewati hutan dan kembali ke jalur yang benar disusul oleh Tim Malaysia.

"Tak guna kali Brunei. Kita serang mereka lagi!"

Tim Malaysia menyerang panser Indonesia dengan kekuatan penuh.

"Kalian ingat tabung yang dimasukan oleh
Direktur Mekanik Resky?" tanya Moza.
"Iya,
dua buah tabung elpiji 3 kg itu kan?" sahut Arif.
"Iya itu. Aku punya ide dengan benda itu"
"Untuk ap... ohhh sepertinya aku mengerti maksudmu"

Moza langsung mengambil dua tabung elpiji 3 kg tersebut dan memberikannya kepada Arif dan Arsyan.

"Apa yang kalian lakukan dengan benda
ini? Mau bikin mi goreng?"
"Bukan,
Syan. Ini akan sangat menyenangkan. Bisa kah kau bantu aku?"
"Baiklah
. Dimas, tolong bantu Dika mendeteksi misil yang diluncurkan Malaysia. Aku akan membantu Moza"
"Sip sip
."

Moza pun membisikkan rencananya kepada Arif dan Arsyan
, mereka semua mengangguk mengerti.

Arif dan Arsyan langsung menuju pintu palka yang ada di atas kepala mereka lalu mengikatkan diri mereka dengan erat-erat.

"Dika, sejajarkan kita dengan panser Malaysia di belakang"
"Okey dokey"

Dika langsung membanting setir mensejajarkan panser mereka dengan panser Malaysia.

"Apa yang nak dilakukan Indon bodoh tu? Sepertinya mereka ingin terkena misil kita. Ayo serang lagi!" Tim Malaysia langsung mengirimkan beberapa misil ke arah panser Indonesia.

Dimas memberitahukan hal tersebut dari radarnya lalu Dika langsung reflek menghindar misil-misil itu.

“Wooyy Dika bisa diam tidak kami susah membidik mereka kalau begini caranya!!”

“Tenanglah, Syan aku sedang mencari celah!”

"Bersiap!" Moza memberi aba-aba.

Arif dan Arsyan semakin memperkuat
ikatan mereka.

"
Lempar!!!!"

Secara bersamaan Arif dan Arsyan
melempar dua tabung elpiji sekaligus ke arah panser Malaysia dari atas panser mereka.

"KIRIMAN UNTUK MALAYSIA
DAN BALAS DENDAM ATAS KEKALAHAN PB!" Moza berteriak penuh semangat.


*Dibantu oleh Prasetio Herjuno