Setibanya di Venesia kami memarkir mobil kami di pulau tempat khusus untuk memarkir mobil dan aku segera menelepon Zelanya untuk meminta petunjuk lainnya.
“Zelanya, sekarang kami harus kemana?”
“Sabar Leonov aku sedang mencari-cari mereka.....hmm..sekarang kamu berada di pinggir kanal grande bukan?”
“Tidak kami sekarang berada di pulau kecil khusus untuk memarkir mobil, setelah jembatan yang berada di kanan..”
“Oh yayaya aku mengerti..hmm..baiklah sekarang kalian segera menuju pulau ‘San Michele’ kalian bisa kesana dengan kapal sewaan. ”
“Buat apa..??”
“Ahh sudah lah pokoknya ikuti saja kata-kataku..”
“Ohh baiklah Zelanya..”
Aku menutup telepon dan mengajak Andrey menuju persewaan kapal untuk menyeberangi kanal-kanal Venesia dan menuju sebuah pulau bernama ‘San Michele’
Sesampainya di persewaan kapal dilema menghampiri kami berdua.
“Andrey apakah kau punya uang untuk menyewa kapal?” Tanyaku.
“Hanya 150 euro dan aku tidak tahu sampai kapan kita bisa bertahan disini dengan uang sebesar ini..”
“Lantas bagaimana kita mau menyewa kapal hah?!”
“Aku tak tahu, jadi galau kan..”
“Sial..”
Dengan sangat terpaksa kami akhirnya memilih angkutan yang murah yaitu ‘gondola’ kapal yang sangat terkenal di Venesia, kapal berukuran kecil yang di bawa oleh seorang pendayung
Sembari menyusuri kanal grande atau ‘Grand Canal’ terdengar alunan lagu khas Venesia.
“Lalalaalalalala~”
“Lalalalalala....~” kami berdua pun turut bernyanyi meramaikan suasana kanal grande.
Klontang!!!
“Aduh siapa ini yang melempar kaleng biskuit?!” Teriak Andrey
“Heeyyy diam kalian! suara kalian membuat telinga kami sakit!!!”
“Hah apa yang mereka katakan? Aku tak mengerti?” Kataku.
“Sepertinya mereka senang dengan suara kita yang indah ini hahahaha..”
“Hahahahhahaha....”
Setibanya di pulau San Michele...
“Berapa?” Kata Andrey dengan bahasa Italia nya yang aneh.
“Loh kau bisa bahasa Italia?” Kataku.
“Hanya sedikit hehehe..”
“Ibumu pelacur?”
“Persetan kau!! Sini kalau berani!!” Teriak pendayung gondola itu.
“Aku sayang kamu!!” Balas Andrey.
“Dasar manusia homo..!!!”
Andrey sepertinya tidak tahu apa yang dikatakannya hingga membuat pendayung gondola itu marah dan meninggalkan kami begitu saja.
“Adios amigos..!! Do Svidaniya..!!Auf wiedersehen”
“Hey Leonov, mana mengerti pendayung itu dengan kata-katamu..” Kata Andrey.
“Oh iya juga ya hahaha..”
Segera kami memasuki kawasan ‘San Michele’


Saat kami memasuki tempat tersebut suasana hening yang mencekam terlihat.
“Glek ini kan pulau kuburan, kenapa Zelanya membawa kita kesini??”
“Aku tak tau, Andrey..hmmm kutanyakan saja pada Zelanya.”
Kuambil telepon genggamku dan menelepon Zelanya.
“Halo Zelanya?”
“Yaa ada apa? Kalian sudah sampai di Pulau ‘San Michele’, kan ??” Tanya Zelanya
“Iyaa tapi kenapa kau membawa kami ke kawasan kuburan ini?”
“Hahahah kalian belum mengerti rupanya, lihat di depan mu ada menara yang tinggi kan? Nah di situ lah kalian bisa mengawasi gerak-gerik organisasi Pancake. Cepat kalian kesana!! ”
“Iya iya..”
Kami berdua langsung menuju menara itu dan memasukinya.
Gilanya kami harus menaiki tangga untuk mencapai puncaknya.
“Eh Leonov apakah tidak ada lift disini?”
“Ini bangunan kuno mana ada lift di jaman dulu! Ayo cepat kita naik keatas..”
“Tapi...”
“Kau mau menyelamatkan Elena kan?!” Potong ku.
“Ahh iya!!”
Wuuuussssshhhhhh!!!! Andrey langsung berlari meninggalkan ku menaiki satu persatu anak tangga dimana di ujung tangga tersebut ada sebuah ruangan yang bisa kami gunakan untuk mengawasi Organisasi Pancake.
“Eh hey tunggu aku, Andrey!!!”
Aku turut mengejar Andrey, kami berlomba mencapai lantai teratas.
Di tengah perjalanan...
“Hah..hah...hah....capek juga ternyata...” Kataku terengah-engah.
“Kau mau menyelamatkan Ekaterina kan?!” Katanya
“Heh heh..kau mengikuti kata-kataku..”
“Hah biarkan, ayo kita harus cepat-cepat sampai di atas!”
“Iya iya...”
Kami terus berlari..berlari..berlari..berlari..dan..berlari..
Cklaakk pintu yang ingin kami dobrak terbuka dan kdebuk..!!!
“Huahahahaha kalian ngapain loncat-loncat begitu hahahha lucunya kalian..”
Suara itu! aku mengenalnya..

