Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Minggu, 25 Maret 2012

Bahloel Rangers Part 2

Okelah sekarang saatnya melanjutkan cerita biografi kecil-kecilan tentang para Bahloel Ranger. Sebenarnya lagi males nulis cuma gara-gara liat link temen tentang AKUNTANSI jadi dapet inspirasi wkwkwk
okey sebelumnya sudah ada 4 Bahloel Rangers sekarang 4 sisanya


5. Prasetio Herjuno @????? ( ini nama FBnya : Prasetio Herjuno)
Hmmmm ini lah wajah ter epic yang pernah ada, liat aja gayanya yang di foto atas ini, unyu kan wakakaka Orangnya 'cukup' pintar, sayang oh sayang ia tidak pernah sikat gigi aarrrggghhh jangan pandang giginya saat ia tersenyum atau anda ... ya tau lah huehehe
Yang bisa dibanggakan dari dia adalah meskipun giginya kuning sampe kayak karatan pun mulutnya gak bau wkwkwk
Kalau anda orang yang sering menyontek teman sebangku saya sarankan sebaiknya jangan duduk dengannya, pelitnya ampun dah -_-

6. Adzie Pamungkas @Adziepr
Kalian pernah dengar lagu 'Mister Big Time'nya Bon Jovi nah tuh lagu cocok banget buat ini anak cuma judulnya diganti 'Mister Big Omdo' wakakaka kerjaannya omdo omdo omdo dan omdo kita para bahloelers sampe bosen dah dengerinnya ckkckckc

Walaupun begitu dia 'cukup' baik kok dimata para guru, gak neko-neko lah cuma ya itu omdo aja yang bikin kesel...
Orangnya gendut tapi sekarang sih katanya lagi program diet biar dapet wanita pujaan hatinya wakaka semoga beruntung yeee



7. Moza Dio Pangestu @MOZADIO (bisa gonta ganti terutama dengan nama-nama anehnya)
ini nih sumber kemaluan dari semua kemaluan
Semua orang kalau disamping dia harus siap-siap menanggung rasa malu yang amat sangat astagaaa.....jadi anda harus siap-siap melakukan strategi 'tidak kenal siapa orang ini' kalau berada di muka umum, jika tidak rasakan akibatnya muiahaahhaa
Di kelas dia dijuluki si Ranking 1 loh soalnya dulu waktu di kelas 9 dia ranking 1 tapi entah kenapa kepintarannya tertutupi oleh kelakuan nya yang acap kali mengundang tawa





8. Nur M Arif R J A @nurmuharif
Wah kalau yang ini jangan macam-macam deh yaahh taekwondo sabuk .....apa ya lupa wakakakakaka
Namanya seeetttdaahh kalau di sebutin satu-satu mungkin satu kelas pada tidur kali, panjang benerrrrrr Katanya sih itu nama pemberian dari kakeknya dan keluarganya, campursari gitu dah wkwkwk
Liat deh fotonya unyu yak wkwkwkw itu diambil pas dia lagi nyanyi HL, kok lucu ya nyanyi sambil nungging gitu gatau kenapa kayak kucing lagi cebok ke tembok




Yaakkkk itulah kedelapan anggota dari Bahloel Rangers yang super duper memalukan dan selalu bikin orang sekelilingnya tertawa kalau mau kisah dari bahloel rangers baca aja di blognya Tio : http://sayainipinterga.blogspot.com/ judulnya :

Buka Puasa + Teman + Mall = TOTAL MADNESS!!!

dan

Bahloel Ranger Jalan-Jalan Lagi = TOTAL MADNESS!!!!


Eh liat deh nama blognya Tio aneh kan, namanya juga bahloel

Sekian dan salam Bahloel :D
Kalau mau minta foto atau tanda tangannya minta langsung aja ke orangnya pasti dikasih kok ^_^

Sabtu, 24 Maret 2012

Three Kingdom part 5

Keesokan harinya di Desa keenam Suku tersebut saat Dukun Tio sedang berdoa. “Hahihohehohohohoho.....mambu gero-gero...kaiakaia..smbaiaa.....” Dukun Tio tiba-tiba berhenti berdoa dan terdiam seperti batu sehingga membuat yang lainnya heran. “Apa yang terjadi dengan Dukun Tio??” Tanya Vanto. “Kita bangunkan aja yuk...” Ajak Dika. “Jangan...” Larang Moza. “Memang kenapa??” Tanya Dika. “Sepertinya dia sedang melihat masa depan desa ini, kalau diganggu dia tidak akan dapat melihatnya lagi..” Jawab Moza. “Hmm baiklah kalau begitu kita tunggu aja..”
5 jam berlalu akhirnya Dukun Tio terbangun dari mimipinya. “Hei lihat Dukun Tio sudah bangun....!!!” Teriak Dimas menganggetkan yang lainnya. “Hah..hey cepat kita hampiri dia..” Ajak Moza. “Apa yang kau lihat di masa depan, Yo??” Tanya Moza. “Huft mengerikan sekali!1 bulan lagi kerajaan baby huy akan menyerang kita dan kita semua akan binasa..” “Hah yang benar kau??” “Iya..!!” “Wah kita harus mempersiapkan pasukan mulai dari sekarang nih.” “Tapi mereka akan mengirim seorang kurir..” “Kapan??” “Dua hari sebelum serangan mereka.” “Hmm..dia membawa pesan apa??” “Hmm katanya...kita harus pergi dari sini kalau tidak kita akan di serang oleh pasukan Baby hui yang telah bersiap-siap di benteng Baby hui.” Jelas Dukun Tio

“Ok kalau begitu Vanto kau kumpulkan pasukan kavalery, Dika kau kumpulkan pasukan infanteri, Dimas kumpulkan pasukan pemanah, sedangkan aku akan mengumpulkan pasukan zeni, untuk membuat catapult, onager,dan trebuchet..” Perintah Sang Maestro Moza

“Baik..”Sahut mereka bertiga.
Selama 3 minggu mereka mengumpulkan pasukan perangnya untuk mempertahankan desa mereka.
“Huft sudah 3 minggu berarti tinggal seminggu lagi menuju penentuan, Vanto, Dika, Dimas kalian sudah mengumpulkan berapa orang???” Tanya Moza. “Pasukan kavalery hingga saat ini sudah terkumpul 500 orang.” “Hmm kalau pasukan infanteri sekitar 3000 orang, perlengkapan mereka sudah beres mulai dari perisai, pedang, baju pelindung, tower,dan tangga.” “Pasukan pemanah sudah terkumpul 1000 orang.” “Hmm sedangkan pasukan zeni kita sudah terkumpul 500 orang. Kita telah membuat 118 buah ‘Trebuchet’ dan 2 buah ‘Battering Ram;. Hmm kalau dijumlahkan pasukan kita hanya 5000 orang..” Kata Moza. “Menurut ramalanku pasukan Baby hui ada 10000 orang.” Sahut Dukun Tio. “Wah satu banding dua apakah kita bisa menang??” Tanya Dika. “Kau meragukan pasukan kita. Kita pasti akan menang jika mempunyai strategi yang bagus.” Jawab Moza. “Hmm baik...sebaiknya aku melatih mereka dulu...” Kata Dika.

“Hei kalian berdua cepat latih pasukan kalian.” Perintah Moza. “Baik...”


“Sepertinya kita memang akan kalah..” Kata Moza. “Katanya kita akan menang, bagaimana sih kau ini??” Tanya Dukun Tio. “Hanya untuk membuat mereka tenang saja.” Jawab Moza. “Hah...kalau begitu aku berdoa dulu biar dapat wangsit.” “Ya udah sono, aku juga mau melatih pasukanku..” Mereka berlima pun sibuk karena melatih para pasukannya dan berdoa..
Seminggu kemudian di kota Baby hui.
“Huh kemana sih si kurir itu?! disaat lagi dibutuhkan malah menghilang.” Kata Raja Adzie dengan kesal. “Loh bukannya yang mulia menyuruh dia cuti satu bulan.” Sahut sang penasehat raja. “Hmm...oh iya..ya..” “Ahh bagaimana sih raja ini.” “Huh..”
“Yang mulia si kurir telah kembali...!!!” Teriak seorang penjaga. “Hah..akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang juga..” “Ada apa yang mulia memanggil saya..” “Kamu kirim pesan kepada suku-suku aneh itu.” “Pesan apa yang mulia.” “Ingat baik-baik begini pesannya: Kalian suku barbar harus tinggalkan tempat ini kalau tidak kami akan membunuh kalian semua.” “Hmm baik yang mulia akan saya sampaikan pesan itu sekarang juga.” “Hei cepat suruh Ksatria Arsyan dan Kevin untuk mengawal kurir ini.” “Baik Paduka.”
“Yang mulia bukankah lebih baik kita diplomatis saja??” “Hah saya sudah tidak sabar. Nasehatmu bagus, penasehat, tapi mereka itu suku barbar tidak akan mengerti yang namanya diplomatis.” Jelas Raja Adzie.


Dan berangkatlah sang kurir didampingi oleh dua ksatria baby hui.
Sesampainya di Desa keenam suku tersebut.
“Hah apa-apaan ini mereka sepertinya sudah bersiap-siap berperang dengan kita.” Kata sang kurir melihat Trebuchet dan Tower yang dibuat oleh suku barbar.
“Hei ada apa, sehingga kalian berani datang kesini???” Tanya Moza. “Saya kurir ingin menyampaikan pesan bahwa....” “Kalian ingin mengusir kami dari tanah ini dan kalau kami tidak mau kalian akan membunuh kami kan!” Potong Dukun Tio. “Hah kok tau, kalau saya ingin menyampaikan pesan itu??” “Dukun dilawan...”
“Ini tanah kami kalian tidak berhak untuk mengambilnya!!!!!” Teriak Moza. “Hooooooo!!!!!!!!!!!!” Teriak yang lainnya.
“Baik kami akan pergi dari sini...” Kata Sang kurir gemetaran

“Sekaranglah saatnya kita serang mereka...!!!!” Teriak Moza. “Pasukan infanteri berbaris...!!!” Teriak Dika. Prok..prok..prok..prok...jrekk.. “Pemanah di belakang pasukan infanteri dan kuda dibelakang pasukan pemanah...!!!” Teriak Moza. Prokk..prok..prokk...kdebuk...kdebuk...kdebuk...jreeekkk....
“Maju Jalan!!!!!!” Perintah Moza.
ngik..ngik..ngik...prrrr..
Prokk..prokkk...prokkk...kdebuk..kdebukk..

Malam yang sunyi terpecah akan derap langkah pasukan barbar yang pasti. Berbagai peralatan yang dibawa oleh mereka membuat mereka berjalan dengan lambat namun pasti menuju benteng Baby Hui
Sejak itu dimulailah penyerang terhadap benteng kota baby hui oleh pasukan suku barbar..


Continued

Sabtu, 17 Maret 2012

Bahloel Rangers

Alkisah ada sekelompok orang di suatu sekolah, hmmm tepatnya sekolah menengah atas bawah kiri dan kanan eh atas aja kale, okok SMAN 67 sekolah idaman para SMPers. Di sebuah kelas X-5 ada sekelumit orang yang merasakan dirinya teraniaya dan membentuk sebuah geng yang bisa dibilang geng yang selalu memalukan dirinya sendiri namanya adalah GENG BAHLOEL RANGERS
Kata Bahloel disini berawal dari kekocakan dari tingkah laku M Resky N entah kenapa kata-kata itu selalu melekat di tubuh Resky (?) kalau gak salah denger sih kata-kata itu berawal dari mulutnya Dimas Erlangga, tapi tau dah namanya juga 'kalau gak salah denger' ....

Anggotanya bisa dibilang cukup membingungkan, pasti gak pasti, maksudnya ya gitu.....
Ada delapan anggota bahloel berikut ulasannya (udah kayak orang terkenal aje)


1. Mahadika R N
@RN_MAD (bisa berubah-rubah tergantung rasa galaunya)
Ini nih si anak kalem yang bisa berbuat hal aneh yang tidak bisa dibayangkan sebelumnya, suka usil muehehehe
Aksennya medhog, kalau di depan guru itu duduk diem manis (guru-guru pun berkata "Dika itu pendiem ya" wkwkwkw) Pada belum tau aja kalau gak ada guru kayak gimana orangnya
Wajahnya datar (kata orang-orang) yak sekian deh mempermalukan diri sendiri


2. Dimas Erlangga
@dimzzze (rada alay yak) wkwkwkw
Ketua kelas X-5 yang bisa dibilang mudah sekali untuk di kudeta, orangnya tuh caper, gayanya ngeselin udah kayak orang berle aja (berle apaan ya? wkwkw keren aja sih sepertinya) oh iya dia itu cadel lohhh, manggil temen cewek yang hurufnya 'R' jadi 'L' sampai-sampai gara-gara itu tuh cewek gak mau nganggep dia sebagai temennya wkwkw
Para Bahloel Rangers paling suka ngeliat ini anak kalau udah dikebiri (baca : jailin) (?) wajah imutnya *hoeekk membuat kita semua tertawa wkwkw
Liat tuh fotonya aja menampakkan wajah imutnya *sekali lagi hoeee
Sekian presentasi saya atas orang gila ini




3. Muhammad Resky Nugraha
@????? (lebih baik cari facebooknya aja yak : Muhammad Resky Nugraha)
Inilah sumber dari segala sumber ke-bahloel-an, dia ini maniak PB tiap pulang sekolah tuh udah pasti nyalain komputer/laptop and jeng jeng PB is coming, liat noh fotonya, bahloel banget kan wkwkwkw
Kalau nyontek bersama Arsyan (kebetulan duduknya sebangku dengan Arsyan) seetttdaahh rame bener, guru ada di depan aja masih nanya-nanya si Arsyan, Arsyan yang kesal juga ngejawabnya keras-keras, yang di depan (kebetulan depannya diriku (Mahadika) dengan Dimas) keganggu wooyyy. Tapi kadang kala saat mereka bahu-membahu menyontek itu membuat kami berdua tertawa hehehehe




4. Arsyant Saina
@???? (cari aja facebooknya : Arsyant Revenant)
Nah kalau yang ini tak jauh beda dari Resky tapi ia maniak DoTA. Dia ini orangnya pinter gambar cooyyy! Kadang kala saat pelajaran seni budaya ada saja yang minta tolong dia buat digambarin, tentu saja dengan segenap imbalan yang cocok ckckckc
Dia ini orangnya suka sekali tersenyum loh, bukan dengan senyumnya itu kita merasa tenteram tapi membuat kita tertawa dan tertawa, kalau olahraga main bola kerjaannya cuma matung ditengah lapangan wkwkwkwkw bola udah di kaki aja dia diem aje wkwkwkw


Oke itu baru empat anggota yang dijabarkan, sisanya lanjut lain waktu yak, taun depan mungkin yah, sesuatu yah (halah)
Ok byeeeeee
Salam Bahloel

Jumat, 09 Maret 2012

Three Kingdom part 4

Trang...tring...trung...truing....trang...tring...trung...truing....
Trang...sreeettttt...”Akhhh!!!!” Rintih Resky. “Huh mampus, cepat bunuh mereka semua!!!” Teriak ksatria baby hui.
“Huh aaaaaaaaaaa!!!!!!” Teriak Dukun Tio. trang..tring..trung...sretttt. “Akkkkkhhhhh...!!!!!” Rintih Ksatria Baby hui tadi.
Trang...tring...trung...truing....trang...tring...trung...truing....
Akhirnya duel pedang tersebut berakhir, dimenangkan oleh keenam orang suku tersebut dan hanya menyisakan 2 ksatria baby hui.
“Hah.....kita telah kehilangan Resky, semoga dia tidak diterima oleh dewa.” Kata Dukun Tio. “Yayaya....”Sahut Dika.
“Heh...apa kalian menyerah??” Tanya Dika. “Saya menyerah..” Jawab Arsyan.
“Huft heh temanmu ini namanya siapa???” Tanya Resky. “Dia Kevin dari baby hai.” “Hah kerajaan mana tuh baby hai???” “Itu kerajaan bagian baby hui, yang memimpin seorang pangeran tapi masih dibawah kekuasaan Raja Adzie.” “Owh....” Kata mereka berlima (Padahal mereka gak ngerti). “Hmm bagaimana ini, kita bunuh mereka atau biarkan hidup saja???” Tanya Dika. “Jangan dibunuh, kita suruh mereka membongkar tanggul penyumbat sungai itu saja.” Jawab Moza dengan bijaksana. “Hmm..pintar juga kamu. Hei...kami akan membiarkan kalian hidup, tapi kalian harus membongkar tanggul penyumbat itu baru kalian boleh kembali ke kota kalian..” Perintah Dika. “Baik...” Jawab kedua ksatria baby hui/hai itu.
1 jam kemudian.

Byurrr!!!( suara air sungai)
“Huft akhirnya selesai juga, apakah kami boleh kembali ke kota kami????” Tanya Arsyan. “Hmm baiklah kalian boleh tinggalkan tempat ini, oh iya sekalian kalian bawa mayat teman-teman kalian ini.” Jawab Dika. “Baik...” Sahut kedua ksatria baby hui/hai itu.
Lalu kembalilah kedua ksatria itu menuju kota baby hui sambil membawa mayat teman-teman mereka.
“Nah karena tanggul penyumbatnya sudah dibongkar, sekarang kita pulang.” “Eh gimana nih mayatnya si Resky??” Tanya Dimas kepada Moza. “Wah...gimana ya???” Pikir Moza. “Lebih baik kita tinggalkan saja karena akan membawa kesialan jika dibawa ke rumah kita.” Sahut Dukun Tio. “Ok dah kalau gitu kita kubur saja deh kasian..” “Hmmm baiklah, kita kubur di bawah pohon ini saja.”
Akhirnya mereka berlima mengubur jenazah Resky di bawah pohon toge raksasa dan kembali ke tempat tinggal mereka, disana mereka disambut dengan meriah karena telah membuat air sungai mengalir kembali dan membuat upacara sakral lagi, lalu Dukun Tio berdoa. “Hohoohooo ina ni keke...yamko rambe yamko...apuse...terima kasih dewa karena kau telah membantu kami dalam memenangkan pertarungan dengan ksatria baby hui dan terima kasih juga karena sungai ini telah mengalir kembali....”

Yayaya mereka semua larut dalam kegembiraan...
Di Kota Baby Hui..
“Raja,dua ksatria yang berpatroli di sekitar hutan babi telah kembali dalam keadaan terluka dan membawa mayat ksatria lainnya...!!” Teriak seorang prajurit. “Apaa...??? yang benar,hei cepat siapkan kuda kesayangan saya.” “Baik yang mulia.” “Hiaaa..” Kdebuk...kdebuk...kdebuk...
“Huft gila nih raja berat banget kayak apaan aja.” Pikir sang kuda.
Ngikngikngik....
“Halah nih kuda lemot banget jalannya.” Kata Raja Adzie. “Protes aja nih raja udah tau badannya berat malah disuruh cepet.” Pikir sang Kuda lagi.
ngiek..ngiekk...ngiek.....
Sang Raja baby hui pun menghampiri kedua ksatria tersebut. “Apa yang telah terjadi??” Tanya Sang Raja Adzie. “Kami dikalahkan oleh enam orang suku barbar..” Jawab Arsyan.
“Hah..kalian dikalahkan oleh enam orang?? kalian kan ada sepuluh mengapa bisa dikalahkan oleh suku-suku aneh itu??”
“Ampun yang mulia mereka sangat terampil sekali dalam memainkan pedang mereka.”
“Hah...dasar kalian ksatria tak berguna!!!!”
“Ampun yang mulia....” Mereka berdua pun gemetaran melihat kemarahan Raja Adzie.
“Hah.. (Kebanyakan “Hah”nya) ya sudah kalian boleh kembali ke rumah kalian.”
“Baik yang mulia.”
“Eeeiiiitttsss....kalian kubur dulu teman-teman kalian ini..”
“Baik....”
“Hah daripada ane mati gara-gara ngebawa nih raja mending pura-pura pingsan saja deh.” Pikir si Kuda.
Ngiek..ngiekkk...kdebuk. “Walah kenapa nih kuda malah pingsan??”Tanya Sang Raja Adzie. “Hmm sepertinya dia pingsan gara-gara keberatan membawa Raja.” Jawab Ksatria Kevin. “Hah kau berani-beraninya mencela raja.!!” “Ampun yang mulia.” “Hmm tapi bener juga sih,saya mesti diet. Baiklah angkut kuda ini dengan gerobak dan saya akan jalan saja menuju istana supaya kurus dikit.” Perintah Raja Adzie.
Sang Raja pun kembali menuju istananya dengan berjalan kaki dan dikawal oleh dua ksatria baby hui sedangkan ksatria Arsyan dan Kevin harus mengubur jenazah kedelepan ksatria yang telah dibunuh oleh Suku-suku...
Di Istana.
“Hosh..hosh.. Hei penasehat,bagaimana ini apa kita perlu untuk mengusir suku-suku itu dari tanah ini???”
“Sepertinya tidak perlu, lebih baik kita lakukan dengan cara diplomatis daripada dengan cara fisik karena hanya akan merugikan pihak kita.” Jawab Penasehat itu dengan bijaksana.
“Hmm baiklah saya ikut nasihatmu saja, besok kirimkan seorang kurir ke desa suku-suku itu.”
“Baik yang mulia.”
Namun sang kurir sedang berlibur karena cuti sehingga Sang Raja Adzie pun harus menunggu 1 bulan lagi.


Continued....

Jumat, 02 Maret 2012

Three Kingdom part 3

Sring...trang...tring...trung...truing....sretttt....
“Aahhhhh!!!” “Hahaha...mana bisa kau suku tingku jelek mengalahkan Ksatria Baby Hui yang hebat ini..” Kata Adzie. “Huh...sialan kau...heh kalian berdua cepat bantu aku!!!” “Hmm lebih baik kami panggil Vanto aja dari suku Raneh yee...bye.” Jawab Resky.
Kedua orang itupun berlari menuju tempat upacara sakral diadakan.
“Hahaha...dasar teman-temanmu penakut... ini belum seberapa, akan kubunuh kau sekarang juga....!!” “Cieh...hiaaaatt...!!!!!!!!!”
Trang....tring... Sring...trang...tring...trung...truing.... “Huh...huh..huh...ternyata hebat juga kamu ya.” “Hah..hah..hah..baru tahu kau.” Balas Dika.
“Hiaaat....!!!” Teriak Adzie.
Trang...tring...trung...truing....


Di tempat upacara sakral keenam suku itu.
“Hah..hah...hah....Vanto tolong kami, kami diserang oleh seorang Ksatria Baby Hui!!!” “Hah siapa itu Ksatria Baby Hui??” “Mereka adalah pengawal kerajaan dari Kerajaan Baby Hui.” Jelas Resky.
Si Dukun Tio dan sang maestro Moza yang saat itu masih bercekcok menghentikan cekcok tersebut dan menghampiri Vanto. “Dimana dia berada sekarang??” Tanya Dukun Tio. “Di hutan babi sedang bertarung dengan Dika.” Jawab Dimas. “Ayo segera kita kesana!” Sahut Resky.
Dan berangkatlah mereka menuju Hutan Babi dimana Dika dari Suku Tingku sedang bertarung dengan Adzie Ksatria Baby Hui.
Di hutan babi kedua orang itu kembali diikuti oleh Vanto ksatria dari Suku Raneh, Dukun Tio dari Suku Guning dan sang maestro Moza dari Suku Munyong.
Tiba-tiba melesatlah sebuah panah tepat didepan kelima orang tersebut. “Hah sial ada ksatria baby hui yang lainnya..!!” Teriak Vanto “Hei kalian suku-suku tidak jelas cepat tinggalkan tempat ini kalau tidak....” “Kalau tidak apa??” Potong Vanto. “Kalau tidak kalian semua akan kami bunuh.” “Ok kami tidak akan takut walaupun jumlah kalian lebih banyak dari kami.” Balas Vanto.
Sring...mereka berlima pun mengeluarkan pedangnya.
Sring...kesembilan ksatria baby hui pun juga mengeluarkan pedangnya.
“Hah berani-beraninya suku barbar...serang!!!” Teriak sang ksatria baby hui.
Kdebuk..kedebuk... kdebuk..kedebuk...kdebuk..kedebuk...sreeettttt ngingi ngingik...(Suara kuda kesakitan) “Aahhhh..!!!!” brukk...!!
Trang...tring...trung...truing....trang...tring...trung...truing....
Duel sengit terjadi antara kesepuluh Ksatria Baby Hui dan keenam orang dari masing-masing suku tersebut.