Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Jumat, 30 Desember 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 10

Setibanya di Venesia kami memarkir mobil kami di pulau tempat khusus untuk memarkir mobil dan aku segera menelepon Zelanya untuk meminta petunjuk lainnya.

“Zelanya, sekarang kami harus kemana?”

“Sabar Leonov aku sedang mencari-cari mereka.....hmm..sekarang kamu berada di pinggir kanal grande bukan?”
“Tidak kami sekarang berada di pulau kecil khusus untuk memarkir mobil, setelah jembatan yang berada di kanan..”
“Oh yayaya aku mengerti..hmm..baiklah sekarang kalian segera menuju pulau ‘San Michele’ kalian bisa kesana dengan kapal sewaan.
“Buat apa..??”
“Ahh sudah lah pokoknya ikuti saja kata-kataku..”
“Ohh baiklah Zelanya..”
Aku menutup telepon dan mengajak Andrey menuju persewaan kapal untuk menyeberangi kanal-kanal Venesia dan menuju sebuah pulau bernama ‘San Michele
Sesampainya di persewaan kapal dilema menghampiri kami berdua.
“Andrey apakah kau punya uang untuk menyewa kapal?” Tanyaku.
“Hanya 150 euro dan aku tidak tahu sampai kapan kita bisa bertahan disini dengan uang sebesar ini..”
“Lantas bagaimana kita mau menyewa kapal hah?!”
“Aku tak tahu, jadi galau kan..”
“Sial..”

Dengan sangat terpaksa kami akhirnya memilih angkutan yang murah yaitu ‘gondola’ kapal yang sangat terkenal di Venesia, kapal berukuran kecil yang di bawa oleh seorang pendayung

Sembari menyusuri kanal grande atau ‘Grand Canal’ terdengar alunan lagu khas Venesia.

“Lalalaalalalala~”

“Lalalalalala....~” kami berdua pun turut bernyanyi meramaikan suasana kanal grande.

Klontang!!!

“Aduh siapa ini yang melempar kaleng biskuit?!” Teriak Andrey
Heeyyy diam kalian! suara kalian membuat telinga kami sakit!!!”

“Hah apa yang mereka katakan? Aku tak mengerti?” Kataku.

“Sepertinya mereka senang dengan suara kita yang indah ini hahahaha..”

“Hahahahhahaha....”

Setibanya di pulau San Michele...

Berapa?” Kata Andrey dengan bahasa Italia nya yang aneh.
“Loh kau bisa bahasa Italia?” Kataku.

“Hanya sedikit hehehe..”
Ibumu pelacur?

Persetan kau!! Sini kalau berani!!” Teriak pendayung gondola itu.
Aku sayang kamu!!” Balas Andrey.
Dasar manusia homo..!!!

Andrey sepertinya tidak tahu apa yang dikatakannya hingga membuat pendayung gondola itu marah dan meninggalkan kami begitu saja.


“Adios amigos..!! Do Svidaniya..!!Auf wiedersehen”
“Hey Leonov, mana mengerti pendayung itu dengan kata-katamu..” Kata Andrey.
“Oh iya juga ya hahaha..”
Segera kami memasuki kawasan ‘San Michele’




Saat kami memasuki tempat tersebut suasana hening yang mencekam terlihat.

“Glek ini kan pulau kuburan, kenapa Zelanya membawa kita kesini??”
“Aku tak tau, Andrey..hmmm kutanyakan saja pada Zelanya.”
Kuambil telepon genggamku dan menelepon Zelanya.
“Halo Zelanya?”
“Yaa ada apa? Kalian sudah sampai di Pulau ‘San Michele’, kan ??” Tanya Zelanya
“Iyaa tapi kenapa kau membawa kami ke kawasan kuburan ini?”

“Hahahah kalian belum mengerti rupanya, lihat di depan mu ada menara yang tinggi kan? Nah di situ lah kalian bisa mengawasi gerak-gerik organisasi Pancake. Cepat kalian kesana!! ”
“Iya iya..”
Kami berdua langsung menuju menara itu dan memasukinya.


Gilanya kami harus menaiki tangga untuk mencapai puncaknya.
“Eh Leonov apakah tidak ada lift disini?”
“Ini bangunan kuno mana ada lift di jaman dulu! Ayo cepat kita naik keatas..”
“Tapi...”
“Kau mau menyelamatkan Elena kan?!” Potong ku.
“Ahh iya!!”
Wuuuussssshhhhhh!!!! Andrey langsung berlari meninggalkan ku menaiki satu persatu anak tangga dimana di ujung tangga tersebut ada sebuah ruangan yang bisa kami gunakan untuk mengawasi Organisasi Pancake.
“Eh hey tunggu aku, Andrey!!!”

Aku turut mengejar Andrey, kami berlomba mencapai lantai teratas.
Di tengah perjalanan...
“Hah..hah...hah....capek juga ternyata...” Kataku terengah-engah.
“Kau mau menyelamatkan Ekaterina kan?!” Katanya

“Heh heh..kau mengikuti kata-kataku..”
“Hah biarkan, ayo kita harus cepat-cepat sampai di atas!”
“Iya iya...”

Kami terus berlari..berlari..berlari..berlari..dan..berlari..

“Hah itu pintunya ayo buka!!!”
Cklaakk pintu yang ingin kami dobrak terbuka dan kdebuk..!!!
“Huahahahaha kalian ngapain loncat-loncat begitu hahahha lucunya kalian..”

Suara itu! aku mengenalnya..

To Be Contined

Sabtu, 24 Desember 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 9


“Aku hitung sampe tiga dan kita tarik sama-sama, sepertinya ini sudah benar-benar membeku...”Kataku
“Pada hitungan yang ke tiga atau yang...”
“Yang mana aja boleh lah udah pokoknya tarik saja..”
Sreeetttt...buuukkk...
“Arrgghh kau merobek jaketku!!” Teriakku
“Uppss maafkan aku Leonov...”
Sreeetttt.....kurobek juga jaket Andrey.
“Nah sekarang kita impas...”
“Leonov ini kan jaket pemberian Elena dan jaketmu juga pemberian dari Elena kan?”
“Eh iya juga! Wah bisa diamuk kita terutama kau hahaha..”
“Enak saja..kau lah..”
“Ahh sudah-sudah lupakan saja sekarang kau bantu aku membuka pintu mobilku!”
“Ok..”
“Satu...dua..tigaa....”
Klaaaakkk......buukkkk!!!
“Nahh hahahaha akhirnya terbuka juga hahahaha..”
“Iya Leonov kau enak sekali menimpaku, sakit punggungku..”
“Hehehe maaf-maaf pembalasan juga karena kau telah merobek jaket tebalku.”
“Tapi kau sudah merobek jaketku!”
“Ohh berarti dua satu hahahaa...”

Aku segera masuk ke dalam Lamborghini ku dan mengambil kunci di balik pelindung matahari dan Andrey pun juga kembali menuju mobilnya sendiri.
Ckrreeekkk..breemm..bremmm..
“Leonov jangan lupakan Walkie Talky mu!” Andrey melemparkan Walkie Talky dari jendela mobil dan langsung kutangkap.
“Terima kasih, Andrey.” Kata ku lewat Walkie Talky.
Ruuuooonngggg...!!!! Ckiiiiiitttt!!!!
“Hey Leonov apa yang kau lakukan hah?! Seenaknya saja kau berhenti mendadak!” Kata Andrey melalui Walkie Talky.
Andrey sepertinya terkejut karena aku mengerem mobilku dengan sangat mendadak..
“Itu! asap itu sepertinya berasal dari pondok Rilinskiy..” Jawabku penuh tanda tanya pula.
“Hahahaha jangan bercanda, Leonov. Tapi, Elena....!!!!!”
Nguiiiinnggggg....kresseekk..cssss...
“Arrgghhh teriakan Andrey membuat telingaku pengang! Dan walky talkie ku belum apa-apa sudah rusak gini ckckckc..sial!”
Ngguuuooooonnnggggg....!!!!!!
Dengan secepat kilat Andrey memacu mobilnya untuk mencari tahu apa yang terjadi disana dan aku turut menyusulnya.
Nggguuuuooonnngg....!!!
Sampai di pondok Rilinskiy yang kami lihat hanyalah runtuhan pondok itu..
“Elena!! Dimana kau?! Elena!!” Jeritan Andrey membuat suasana yang hening itu menjadi mengharukan...
Dia mencari Elena di reruntuhan itu dan aku juga mencari saudara nya serta Linskiy bersaudara namun kami tak dapat menemukan jasad mereka dimana-mana, dapat kusimpulkan bahwa mereka telah di culik dan pondok itu dibakar dengan sengaja.
Tikk..tikk..tikk...
“Andrey sepertinya ada bom disini! Cepat lari..!!!!!”
Duuuuuaaaarrrr....!!!! Buukkk...klontangg..
“Hah... hah... untung saja kita dapat menghindarinya..” Katanya terengah-engah.
Drrttt...drrtt..drrttt...
HP ku bergetar, Zelanya menelepon dan segera kuangkat.
“Halo Zelanya ada apa?!”
“Aku mendapatkan pesan singkat dari Ekaterina bahwa mereka didatangi oleh Organisasi Pancake dan organisasi itu dipimpin oleh Vasily saat mendatangi pondok Rilinskiy!”
“Apa?! Lalu kau tahu dimana mereka sekarang?”
“Yap aku berhasil melacaknya melalui alat penanda yang terpasang di baju Ekaterina, saat ini mereka sedang menuju kota Italia dan hmm sepertinya mereka menuju Venesia, sekarang cepat susul mereka!”
“Ok Zelanya. Andrey ayo kita ke Venesia, Elena masih hidup ia diculik oleh Vasily!”
“Huh sialan, ok ayo cepat!”
Ckreekk..brrmm..brmm...suara mesin mobil Pontiac dan Lamborghini menggelegar..
Ruoonggg...!!!! kami berdua memacu mobil kami menuju Venesia.



To Be Continued

Sabtu, 17 Desember 2011

Kumpulan Gombal Gembel Zehn Fünf (grup X-5)

Berawal dari keisengan ZEFERER Adzie yang mengocpy status gombal milik ZEFERER Arsyan yang mengocopy entah dari mana dan mengirimnya di wall grup ZEF. Akhirnya ZEFERER divisi Bahloel Rangers melakukan lomba gombal-gembel yang kadang kala ada yang mengocpy dari antah berantah

Berikut gombal gembel ZEFERER divisi Bahloel Rangers dan komentar dari saya:

Zeferer Adzie =

i : bapak kamu pedagang INDOM*E ya??
ii : kenapa??
i : karna kamu SELERA ku ~
wakakakakaakk

Komentar : Ini ngopy dari Zeferer Arsyan dan cukup kocak hahaha

Zeferer Prasetio Herjuno =

co : kamu tuh kayak negara api
ce : maksudnya?
co : pertamanya aku ga suka kamu, namun semua berubah sejak hatimu menyerang hatiku
ce : awawawawawaw

Komentar : Ini nih versi kreatifnya dari keluarga Avatar wkwkw

Zeferer Mahadika R N =

Co : kamu itu bagaikan semut
Ce : semut? lu kate gua apaan *plaak
Co : Bangke lo !!

Komentar : Ok yang ini rada dalem

Zeferer Prasetio =

co : tau ga? keluarga aku tuh benci sama kamu 7 turunan!
ce : ih jahat
co : tenang aja, aku kan keturunan ke 8
ce : awawawawawawaw

Komentar : Sepertinya Tio kena korban iklan tp dengan otak kreatifnya ia bisa merusak iklan itu menjadi gombalan

Zeferer Dimas E =

Co: kamu tau apa artinya cinta?
Ce: mm apa ya, bingung

Komen : Hmm...dilihat dari kata-katanya sepertinya dia sedang merasakan apa yang dinamakan 'Kehilangan cinta' *ups

Zeferer Prasetio =

anti gombal

co : sayang, gigi kamu itu kayak bintang-bintang di langit deh
ce : awww... bersinar indah ya?
co : bukan, tapi saling berjauhan dan warnanya kuning
ce : kamplet
_______________________
co : cintaku sama kamu itu kayak menghitung bintang
ce : awww.... begitu banyak ya???
co : bukan, buang-buang waktu tau!!!
ce : mau golok apa rencong mas?

Komentar : Anjiiirr bagian awal nya nyindir diri sendiri dan Dimas hahahahaa
Bagian kedua nya ngeselin hahaha
Dan saya tidak tahu apa maksud dari kata-kata anti gombalnya padahal itu
gombal -_- mungkin gombal cacad gitu ya ._.

Zeferer Resky =

sedikit ngegobol .. jika tidak menarik tidak papa jika menarik tlong minta jempol nya ya ....>>

1.A:apa bedanya AKU sama SBY ..?
B : apa beda nya ..?
A : kalo SBY mikirin anak nya kawinan kalo aku mikirin kamu :p

2 C : apa bedanya aku sama monas ..?
D:apa bedanya ..?
C:kalo monas milik negara kalo aku milik kamu :p

3 E : bapak kamu jualan air panas ya ..?
F : kok tau ...?
E: karna kamu telah menghangatkan hati ku :p

4 G : kamu itu rajin ibadah ya ...?
H : kok tau sih ..?
G: karna wajah mu bersinar seperti bidadari di surga ^_^


Komentar : Antara ngopy dan mikir sepertinya gak mungkin deh dari otaknya sendiri wkwkwkw tapi tetep kocak tapi kok bikin galau ya -_- tapi..tapi..ahh sudahlah.. *galau


Zeferer Adzie =

Co: kmuu tuh kyk warteg tau ga
Ce: knapa?
Co: karna kamu sederhana tapi berkualitas

Komentar : Ketauan banget kalau Zeferer Adzie sering ke warteg wkwkw

Zeferer Mahadika R N =

Co : Kamu itu bagaikan bulan dipagi hari
Ce : Ihh mana ada bulan dipagi hari
Co : Ada kok
Ce : Mana ?
Co : Didepan mataku #ea

Komentar : Yang ini mah ketauan banget sering galau wkwkw

Baiklah sekian dari saya dan ini belum seberapa masih ada gombal gembel lainnya, nantikan kelanjutannya (kalau masih pada ngegembel eh ngegombal loh ya)

Rabu, 14 Desember 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 8

“Hei dimana Ekaterina dan Vasily? Dari kemarin aku tidak melihat mereka?”

“Kau belum tau ya mereka saat ini sedang…..”
Belum selesai Elena berbicara, Ekaterina datang sambil menendang pintu depan dan segera berlari memasuki kamarnya..

Elena dan Linskiy bersaudara segera menghampiri Ekaterina dan berbincang-bincang di dalam kamar nya sedangkan aku hanya bisa menguping saja dari balik pintu bersama Andrey.

Dan ternyata susah juga mendengar pembicaraan mereka.

Ternyata aku salah posisi seharusnya aku menggunakan telinga kiriku tapi yang ini malah menggunakan telinga kananku hahaha

Kau tahu kan maksudku? Telinga kananku tak bisa mendengar…

Ok sekarang kuubah posisi ku..

“Vasily telah pergi dan bergabung dengan organisasi.....”
Kata Ekaterina.

Dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya kurasa ia menangis.
“Lantas nama organisasi itu apa?” Tanya Elena.
“Organisasi nya namanya ‘Organisasi Pancake’....” Jawab Ekaterina.

“Pancake? Hahahaha..”
Mendengar nama organisasi itu aku dan Andrey yang berada di luar tertawa terbahak-bahak dan berguling kesana kemari...

Cklaakk..

Keluar lah Elena dari kamar.
“Kalian berdua!!! Mengapa kalian menguping hah?! Ini pembicaraan wanita itu tidak baik!!” Teriak Elena.

Dengan sigap kami berdua langsung berdiri..
“Hahahaha maaf habisnya kami penasaran....” Kataku tertunduk.

Kulihat dari balik badan Elena, Ekaterina menatap kami dengan mata merah nya sambil terisak-isak...

Melihat itu aku mulai iba yah mungkin bisa dikatakan aku bisa merasakan apa yang dia rasa dan segera saja terbesit di kepalaku untuk membunuh Vasily.

*Backsong Regina Spektor-The Call



“Baik lah Andrey kau mau membantuku kan?” Kukedipkan mataku kepada Andrey.
“Membantu? Oohh aku tau maksudmu Leonov, baiklah akan kubantu kau.”

“Apa yang kalian maksud?” Elena bingung
“Yahh kau tau lah maksudku?” Kataku
“Tidak..”
“Lupakan saja, ayo Andrey...”

“Hey kalian mau kemana?!” Cegah Elena.
“Tenang sayangku aku tidak akan kemana-kemana..”
Andrey memberi kecupan di kening Elena untuk menenangkan Elena.

“Tapi.....”
“Sudah kamu tenang saja aku akan kembali...” Potong Andrey.

"Jangan katakan selamat tinggal dan...." Kata Elena.
"Iya sayang aku akan berhati-hati, tenang saja aku akan kembali saat kau membutuhkanku tak perlu ucapkan selamat tinggal karena kita akan bertemu lagi.."

Melihat mereka berdua berpegangan tangan dan saling bertatap mata membuat hatiku galau, betapa romantisnya mereka. Mereka saling berpelukan seakan-akan mereka tidak ingin berpisah, kurasa Elena mendapat firasat buruk terhadap Andrey.

"Aku pergi dulu sayang.."
Andrey memberi satu kecupan hangat di pipi Elena

"Dadah sayangku.." Kata Elena.

Saat aku mulai berjalan Elena menggenggam tanganku dan membuatku terhenti dari langkahku.
"Leonov tolong jaga baik-baik Andrey." Bisiknya.
Aku mengedipkan mataku tanda bahwa aku akan menjaga Andrey.

Aku dan Andrey bergegas ke bawah dan mempersiapkan senjata dan perlengkapan masing-masing.

Ckreeekk..cklaakk..klaapp..

Aku dengan setia menenteng VSSK ku sedangkan Andrey membawa sniper jenis Barret M95.

“Andrey apa kau tahu Organisasi Pancake?” Tanyaku
“Hmm...” Andrey mulai membuka laptopnya dan mencari informasi tentang Organisasi itu..
“Ahaa organisasi ini hanya lah organisasi yang beranggotakan sekitar lima belas orang dan dipimpin.........”
“Ada apa, Andrey?”

“Dipimpin oleh Vasily sendiri dan yang sangat membingungkan adalah organisasi ini didirikan tepat saat kalian bertiga diserang oleh kelompok aliran kalpanaxisme..” Jelas Andrey.

“Ternyata dia sudah melakukan hal itu dari awal, sial! ayo cepat kita ambil mobilku dan temukan Vasily!”

Kami meninggalkan pondok itu dan menuju bandara kecil dengan mobil Andrey, Pontiac GTO 2010. Kami kesana untuk mengambil mobil kesayanganku si manis Lamborghini.

Sesampainya di bandara kecil yang bahkan sangat kecil sekali hanya cukup untuk sebuah pesawat Cessna Caravan saja, di ujung landasan terlihat mobilku yang tertutup salju.

Ruuooonngggg...cckkiiiiiittttt.....!!! Andrey memberhentikan mobilnya tepat di samping mobilku dan aku langsung turun.
“Mobilku? Ohh apakah ada yang tergores?”
Aku mengelilingi Lamborghini ku untuk melihat keadaanya.
“Ahh untung saja tidak apa-apa hahahaha..”
“Hey Leonov apakah kau sudah selesai dengan pekerjaanmu, hah?”
“Ohh maaf-maaf hahaha ini mobil kesayangan masalahnya.”

Ckreek...
“Sial susah sekali dibuka..Andrey tolong aku membuka kan pintu mobilku!”

Andrey pun keluar dari mobilnya dan segera membantuku, dia menarikku dari belakang.

To Be Continued

Kamis, 24 November 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 7

.....diriku tersesat.

“Wah ini dimana?! Sial !! dimana ini hah?!”
Aku sudah tak dapat berpikir lagi semuanya terasa begitu sunyi.

Suara serigala terdengar mengaum-ngaum menambah kepanikan diriku saja, tak sempat terpikirkan bahwa aku bisa kembali dengan melihat jejak kakiku tadi namun, semuanya terlambat badai salju yang dahsyat menutupi jejak kaki itu.

Wuuuuuusssssshhhhhhhh!!!!!!

“Kalau begini caranya aku bisa mati fyyuuuhhh~ nasib ku memang mengenaskan ckckck..”

Keputusasaan sudah hinggap di benakku, yang kulakukan hanyalah duduk berteduh di sebuah pohon cemara yang cukup rindang, kucoba menghangatkan tubuhku dengan segala cara tapi itu percuma, jaket tebal yang kupakai ini juga tidak dapat menahan hembusan badai salju yang dingin ini...

Kulihat jam tanganku yang sudah tertutup salju.

“Hmm jam dua siang waktu sini. Hah tidur sajalah tinggal menunggu nasib doang..” Kataku

Aku tertidur dan bermimpi seseorang menghampiriku

“Hah siapa dia?”

Kututup mataku dengan tangan karena cahaya yang sangat terang darinya menyilaukan mataku.
“Ayo Leonov, bangun akan kutunjukkan jalan menuju pondok Rilinskiy..” Kata orang itu.

“Kemana arahnya?”
“Ke arah sana.”
Ia menujuk sebuah arah yang harus kutuju.
Sinar yang terang dari nya mulai meredup..
“Hah?! Ekaterina apa yang kau lakukan disini! Bukankah kau selalu bersama Vas..eh hmm kebalik bukankah Vasily selalu bersamamu? Dimana dia?” Kataku penuh penasaran.

“Lupakan saja soal dia, ayo cepat bangun..”

Dia memberikan tangannya kepadaku, langsung saja kugapai tangannya itu...

Tapi tiba-tiba semuanya menjadi serba gelap.
Kucoba membuka mataku dan langsung melihat jam tanganku

“Huah cuma mimpi dan aku bisa hidup melewati badai salju ini selama tiga jam! benar-benar hebat!ini sudah yang kedua kalinya aku menipu kematian ckckc.”
Kucoba membangunkan diriku dengan bantuan VSSK ku dan membersihkan seluruh tubuhku dari timbunan salju dengan cara mengkibas-kibaskannya.

Kuberjalan tertatih-tatih menuju arah yang ditunjuk oleh Ekaterina dalam mimpiku tadi.

Srreeettt...sreettt..krossaakk...

Sudah 15 menit aku berjalan tapi belum juga menemukan pondok milik Rilinskiy, matahari yang sedari tadi menemaniku meninggalkanku.

“Hah hah...mana ini kok tidak sampai-sampai juga apa jangan-jangan nyasar lagi?!”
Tapi hati ku berkata lain ia justru tetap menyuruhku untuk melewati jalan yang di tunjuk itu.

15 menit kemudian

“Akhirnya sampai juga hahaha..”

Kulihat mobil Pontiac GTO 2010 milik Elena dan aku langsung berlari menuju pondok itu karena senang, lapar dan kedinginan layaknya seorang gembel yang menemukan sebuah makanan.

Dukk..dukk...dukk..

“Hey ada orang tidak?! ini aku, Leonov!”
Dukk..duukk..dukk..cklaakk..pintu terbuka
Dibalik pintu, Kharlinskiy menyambutku
“Leonov! Kau masih hidup rupanya hahaha selamat datang kembali.” Kata Kharlinskiy.
“Hehehe benar-benar mengerikan saat aku tersesat terkena badai salju tadi.”
“Untunglah kau tidak apa-apa Leonov, kami semua mengkhawatirkan dirimu..”Sahut Elena.
Kehangatan dari mereka membuat diriku yang tadi merasa kedinginan menjadi hangat kembali.

“Ayo makan ini kau pasti sangat lapar kan?” Kata Rilinskiy sembari memberikan kue pie apple yang sangat lezat.
“Ohhh makasih, Rilinskiy.”

Selesai makan aku berbincang-bincang dengan Elena, pacarnya Elena yaitu Andrey dan Linskiy bersaudara.

Kami berbincang sangat panjang sekali mulai dari acara yang pernah kuikuti, aksi-aksi VENOM sebelum aku bergabung hingga diriku yang mengapa bisa tersesat tadi.
“Hahahaha konyol sekali kau, Leonov..” Kata Rutlinskiy.

Karena sudah lelah setelah memakan pie apple itu aku segera membaringkan diriku di sofa dekat perapian dan tidur.

Keesokan harinya saat makan pagi.

To Be Continued

Kamis, 10 November 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 6

Dsssyyyuuuu….!!!dssyyyuu!!! Duauaaarrr!!!..duarrr!!!blarrr!!!duaarrr!!!
Mobil-mobil pengiring konvoi itu hancur terbakar terkena tembakan kan gencar kami serta Ekaterina dan Vasily yang berada di seberang hingga menyisakan dua escalade dan limousine tersebut. Kulihat Ilvano mencari-mencari arah tembakkan kami dengan sangat tenang sekali, terlihat dari wajahnya yang tidak ada rasa takut sama sekali.
“Sial dia menemukanku!!!”
Duuuaarrrr… Ilvano menembaki ku namun seakan-akan semuanya begitu lambat hingga aku bisa melihat lintasan peluru itu dan menghindarinya..

Dug…duugg..duugg..jantungku berdetak dengan cepatnya, adrenalinku meningkat..semuanya serasa begitu sunyi..ngguuiiinnnnggg…

“Hah, sial hampir saja!!”
Dssyyyuuuu..!!!ckreeekkk kubalas tembakannya..
“Arrggghhh meleset!!!”

“Hey Rilinskiy, Rutlinskiy, dan Kharlinskiy kalian tembak mobil limousine itu, aku akan mengatasi Ilvano!!!”

Dssyyyuu..dssyyuuu…!!!
Entah kenapa tembakan ku dan tembakan Ilvano selalu meleset mengenai target mungkin karena situasi nya yang sudah sangat kacau di sertai dengan asap tebal yang menyelimuti sekitar membuat konsentrasi dan pandangan kami agak kabur.
“Leonov!! Limousine itu anti peluru, kita tidak dapat menembusnya bahkan dengan kaliber 12,7 milimeter ini!!” Kata Kharlinskiy.

“Tembak terus hingga peluru terakhir, aku tak tahu lagi harus bagaimana yang penting mereka terpojok!!”


Dssyyyuuuu!!!ckreeekkk..
Kucoba menembaki tangki bahan bakar escalade itu namun anti peluru juga
...

“Sial kenapa bisa begini!!!
Wuuusssshhhhh!!!! Wwwuuusshhh!!! Wuuussshhh!!!! Dduuuuaarrrr!!! Blaarr..!!duaarr..dduuuuaarrr….!!!

“Wwwoooaaahhhh siapa itu yang menembakkan RPG ?!!” Tanyaku.
“Aku tidak tahu Leonov tapi yang pasti mereka semua tewas dengan sangat nyaman..” Jawab Rilinskiy

Lalu aku segera jalan ke arah konvoi yang terbakar itu untuk melihat keadaan.

Aku berdiri di tengah-tengah konvoi yang terbakar sambil menaruh VSSK ku di atas bahu dan tangan kiri berkacak pinggang. Dari balik asap itu kulihat Ekaterina dan Vasily datang dari arah seberang dengan posisi yang cukup berjauhan lalu saling bertemu, hmm sepertinya Vasily berbicara kepada Ekaterina tapi aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan dan Vasily tersandung...

“Huahahaahaha....”
Aku yang melihat itu tidak bisa menahan tawa, jatuhnya cukup mengesankan sekali layaknya penari balet hahaha..
Ekaterina terlihat tetap berjalan meninggalkan Vasily yang terjatuh..
“Apa yang kalian lihat hah??!!!” Teriak Vasily..
“Tidak ada!! Hahaha..” Kataku

Segera Vasily bangkit dan menyusul Ekaterina..

Lalu Andrey dan Elena datang dari arah samping kiri sedangkan Linskiy bersaudara mengikutiku di belakang.

“Wah Leonov!!! Terima kasih telah membantu kami, berkat dirimu aku dan Andrey tidak menjadi sasaran Ilvano!”

“Hahaha sama-sama Elena. Hmm maaf kan aku meninggalkan kalian di Novossibirsk.”
“Tidak apa-apa yang penting saat ini kamu berada disini membantu kami.”

“Oh iya Ekaterina, ini HP mu tertinggal di pondok Rilinskiy…”
“Wah terima kasih Leonov tadi aku sempat panik mencari-cari HP ku untung saja tidak hilang..” Kata Ekaterina sambil melirik Vasily yang sedari tadi melihatku dengan sinis.

“Hei ayo kita kembali ke pondok sebelum pihak berwajib menghampiri kita..” Ajak Rilinskiy.
“Wah benar juga ayo!!” Sahut ku.

Kami kembali berjalan menyusuri hutan pegunungan Alpen. Andrey, Elena, Vasily, dan Ekaterina bencengkerama dengan pasangan mereka masing-masing dengan sangat mesra sekali, Linskiy bersaudara juga bercengkerama sepertinya mereka bernostalgia tentang masa lalu mereka, sedangkan aku? Sendirian tidak ada yang mengajak ku berbicara, kutundukkan saja kepalaku sambil berjalan daripada panas melihat para kekasih itu..

“Leo Aww…!!!!”
Buukkk…!!! Krossaaakk!!!

“Adaawwww…!!”
Aku menabrak pohon yang cukup besar dan terjatuh..
“Kenapa kalian tidak memperingatkanku?!”
“Tadi aku sudah memperingatkan mu tapi dirimu yang tidak menghiraukan.” Kata Rilinskiy.
“Hahahahaha..hahahah..” Semuanya tertawa melihat kecerobohanku.

“Huh siaall!!”

Aku berjalan dengan langkah yang sangat cepat karena malu sekaligus kesal tak disangka-sangka....

Cieee yang pada penasaran di akhiran ceritanya hahahaha nantikan kelanjutannya detik depan, menit depan, jam depan, hari depan, minggu depan, bulan depan, atau tahun depan ._.v

To Be Continued

Selasa, 08 November 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 5

Ddrrrttt..drrtttdd…HP Ekaterina bergetar..
“Hmm siapa ini yang menelepon? Oh ternyata Vasily hahaha.”

Kuangkat telpon itu.
“Sayang, dimana kamu aku tak bisa melihatmu? Jangan jauh-jauh dariku ya aku tak ingin kau kenapa-kenapa……bla..bla..bla….” Kata Vasily panjang lebar.

Bawel juga nih anak ckckc..

“Bla..blaa…bla…bla..”
Et dah sudah 10 menit berlalu dia masih saja berbicara, telingaku mulai panas dibuatnya.
“Ekaterina? Kau masih disitu kah? Hey jawab?”
“Iya sayang aku masih disini..”
“Siapa ini?!!! Heh!! Berani-berani nya kau ambil HP nya !! kembalikan!!! Siapa kau hah???!!!”
hahahah rasanya aku ingin ketawa sejadi-jadinya hahahaha

“Ehem ini Leonov, bodoh….”
tuutt..tuuutt..tuuutt…
“Lah halo halo hahahaha ditutup wakakakak..”
“Ada apa, Leonov?” Tanya Rutlinskiy.
“Oh ini pacar Ekaterina meneleponku hahahah nah terus dia marah-marah kan dikira HP nya diambil sama orang, pas aku bilang ‘ini Leonov’ dia langsung menutup nya hahahaha..”
“Huahaahaha..” Linskiy bersaudara pun lantas tertawa mendengar ceritaku..

“Hey cari persembunyian!!!” Teriak Rilinskiy.

“Ada ap…..”
Buuukkk krosaakk…
Rilinskiy menarikku ke balik pohon.
“Ada apa sebenarnya hah?” Tanyaku penasaran.
“Sssttt diamlah...gunakan periskopmu untuk melihatnya dan jangan sampai ketahuan! ” Kata Rilinskiy

Kugunakan periskop senjataku, dengan hati-hati aku mengintip dari balik pohon terlihat konvoi mobil sedang beriringan di depan kami dari arah kanan menuju kiri.
Di ujung konvoi terdapat Hummve lalu di tengah-tengah konvoi ada limousine yang diapit oleh dua Cadillac Escalade satu di depan dan satu di belakang limousine.

“Leonov kau lihat kan orang yang berdiri di mobil Escalade itu?” Tanya Rilinskiy.

“Iya apakah itu Ilvano dan Mozilo?”

“Iya, Ilvano di depan sedangkan Mozilo di belakang..”

Aku menyusuri jalanan yang mereka lewati tak disangka-sangka Andrey dan Elena berada di ujung jalan sana! Mereka berpura-pura sebagai orang yang kesusahan supaya konvoi itu berhenti.

Pasti di seberang kami Ekaterina dan Vasily menunggu aba-aba untuk menembaki konvoi ini hmm aku mulai bisa membaca rencana mereka.

Ckreeekkk…ckreeekk..ckreekk..
Aku segera mempersiakan senjata VSSK ku ini Linskiy bersaudara pun mengikutinya, dengan bahasa isyarat aku menyuruh Linskiy bersaudara untuk menunggu aba-abakku yaitu menembak setelah aku menembak terlebih dahulu dengan target tangki bahan bakar mobil.

Dan sesuai dugaanku konvoi mereka berhenti..

Ddduuuuaaaarrrrr!!!!! Hummve yang berada di konvoi paling ujung meledak sepertinya terkena ranjau yang dipasang oleh Elena...


To Be Continued

Selasa, 01 November 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 4

“Hahahaha kalian tertipu.” Katanya lagi.

Aku tak mengerti maksud dari perkataannya

“Hey apakah itu kau Rilinskiy?!” Tanya Rutlinskiy

“Tentu saja hahahaha…”

Orang itu segera menghampiri kami bertiga.

“Hei perkenalkan ini namanya Rilinskiy.” Kata Kharlinskiy.

Kami berdua berjabat tangan.

“Leonov..”
“Rilinskiy..”

Rilinskiy! itu dia nama saudara yang ketiga hahahaha yap mereka tiga bersaudara seperti apa yang kubilang, diantara ketiganya Rilinskiy memiliki tubuh yang mungil hehehe..

Ketiga wanita bersaudara itu merupakan penembak jitu yang handal, kulihat Rilinskiy menggunakan senjata sniper Arctic Warfare Magnum (AWM) tentunya dengan peredam suara.





“Ayo ikut aku..” Kata Rilinskiy.

“Kemana ?” Tanyaku.

“Kemana….kemana..kemana~ ya ke pondokku lah, kalian mau tinggal di tempat yang sangat dingin ini?”

“Ohh hahaha tidak tidak..”
Aku bingung lagu apa tadi yang dinyanyikan oleh Rilinskiy tetapi suaranya cukup merdu.

Kami segera menuju pondok Rilinskiy





Sesampainya di dalam pondok aku segera mendekatkan diriku di api unggun..
“Ahh akhirnya hangat juga hehehe.”

“Hey ayo kita makan..” Ajak Rilinskiy.

Kami berempat segera berkumpul di meja berbentuk segi empat diatasnya sudah tersedia pie apple dan secangkir teh hangat hmm nikmatnya dan kalau dilihat-lihat pondok ini ternyata cukup nyaman juga untuk ditinggali.


“Selamat makan..” Kataku
Dengan lahap kumakan pie apple yang sangat lezat ini.

Selesai makan Kharlinskiy membuka pembicaraan tentang Ekaterina dan lainnya.

“Rilinskiy apa kau tahu dimana Ekaterina dan yang lainnya saat ini?”
“Kemarin mereka menginap disini dan tadi pagi sekitar jam setengah empat pagi mereka menuju tempat dimana mereka akan membunuh ‘mangsa’ nah disaat itu pula aku melihat kalian terjun dari pesawat namun mereka tidak menghiraukan jadi mereka tetap berjalan menuju tempat itu tapi aku menunggui kalian sebab aku tahu dari seorang informan bahwa kalian akan datang kesini.”
“Ohh begitu..”
Hmm sepertinya yang dimaksud informan itu ialah Zelanya.
“Kalau begitu ayo kita susul mereka.” Ajakku bersemangat.

“Baik lah, eh tunggu HP Ekaterina tertinggal tolong dibawa ya…”
Rilinskiy memberikan HP Ekaterina kepada ku.
Kami mulai menyusuri hutan pegunungan Alpen dimana terlihat pemandangan yang sangat indah di sini, pemandangan yang tak pernah kulihat sebelumnya..

Sudah 30 menit kami menyusuri hutan ini..
“Hmm sebentar lagi kita akan melihat jalan menuju perbatasan Itali-Swiss jadi waspadalah.” Rilinskiy memperingati kami.


To Be Continued

Jumat, 28 Oktober 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 3

“Hei senjata itu dapat darimana, Leonov?”
Kharlinskiy berbalik tanya kepada ku.

“Oh senjata ini kudapatkan dari pacar Elena, Andrey…”
“Oh yayaya Andrey dia juga temanku orang nya agak aneh ya apalagi hidungnya…” Kata Kharlinskiy
“Memang hahahaha.”

Terbayang wajah Andrey dan langsung membuat ku tertawa guling-guling di pesawat hingga Kharlinskiy dan Rutlinskiy bingung.

Kharlinskiy berdiri dari kursinya dan menghampiriku.

“Ada apa dengan dirimu, Leonov?”
“Hahahaha tenang Kharlin aku tak apa-apa hanya saja saat membayangkan wajah Andrey dengan hidungnya….hahahaha..haduh haduh hahahhaa..”

“Dasar..”
Kharlinskiy pun kembali ke kursinya dan membiarkan diriku berguling-guling di lantai pesawat.

Beberapa jam kemudian tibalah kami di Pegunungan Alpen di pagi hari kira-kira pukul setengah empat pagi waktu bagian perbatasan Swiss-Italia.

“Ehem baiklah saatnya kita bersiap-siap terjun.” Kataku.

Aku membuka pintu pesawat….
“bbrrrrr dingin sekali disini…”
“Leonov sudah waktunya terjun!!” Teriak Rutlinskiy.
“Hah?!”
“Ahh kelamaan kau..”
Lagi-lagi disaat mau terjun aku ditendang dan kali ini oleh Kharlinskiy.

Wuuuuuusssshhhh angin yang sangat dingin menyelimuti diriku menembus jaket yang kukenakan…
Tepat pada ketinggian yang ditentukan aku membuka parasutku, kulihat Kharlinskiy dan Rutlinskiy melakukan hal yang sama.

Buuukkkk tibalah diriku di daratan pegunungan alpen dengan saljunya yang putih.





“Leonov!!! Awas!!!” Teriak Rutlinskiy.
“Huaaaaaa!!!”

Lagi-lagi aku hampir tertabrak oleh orang lain ckckc sial juga nasibku dan aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dengan langsung berdiri namun…
“Leonov menyingkir dari situ!! itu tempat pendaratanku!!!”
“Sial..”
Buuukkkk!!! Kharlinskiy dengan tepat menghantamku….
Krrooosaaaakkk….
“Ohh pintar sekali kau, Kharlin tali parasut kita jadi terbelit!”
“Lagipula kenapa kau tidak menyingkir hah?!”

“Hei hei sudah-sudah jangan berantem cepat kalian bereskan tali parasutnya.” Rutlinskiy mencoba menenangkan kami.

“Okok hmmm ini ke arah sini terus yang ini kesana..” Kataku mengintruksikan Kharlinskiy untuk melepas tali parasut yang membelit kami.

“Bukan seharusnya ini kesini itu kesana..”

“Eh bukan harusnya yang itu yang kesini..” Sahut Rutlinskiy

Selama berjam-jam kami mencoba melepas kan tali parasut kami.

Dua jam kemudian tali parasut yang membelit kami bertiga semakin rumit saja untuk dilepaskan, mentari pagi mulai menyinari kami.


“Hei hei ini kenapa semakin membingungkan?” Kataku.
“Mana kutahu..”
“Andai saja ada pisau..” Kata Kharlinskiy berandai-andai.

“Pisau?! Aku membawanya di kakiku hahahaha..”

Plaaaakkk….!!!

Linskiy bersaudara menamparku.

“Adoowww sakit!!!”

Aku langsung mengusap-usap pipiku dengan salju. Tamparan mereka benar-benar menyakitkan.

“Cepat Leonov potong talinya!!” Teriak Rutlinskiy tidak sabaran.

“Iya iya..”

Sreettt..sreettt..sreettt…

Dan akhirnya bebas sudah kami dari jeratan tali parasut hahaha

“Angkat tangan!!!” Teriak Seseorang dari balik rimbunan pohon dan salju.

Ternyata tanpa kusadari sedari tadi mendarat di tanah ini kami sudah di intai oleh seseorang.

Dengan segera saja kami bertiga mengangkat tangan kami karena kami tidak dapat berbuat apa-apa lagi.


To Be Continued

Jumat, 21 Oktober 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 2

Beberapa hari kemudian aku tiba di Hawaii saat sore hari.
Saat aku ingin memasuki Lamborghini ku Zelanya menghampiriku.
“Hei Leonov bolehkah aku menumpang denganmu?”
“Tentu saja ayo masuk..”

Di perjalanan kami berbicara banyak terutama tentang organisasi VENOM.
Sesampainya di sebuah penginapan..
“Loh hei ini kan penginapanku juga.” Kataku

“Wah kebetulan sekali nomer berapa kamarmu?”
“Sayang nya nomer sial, tiga belas.”
“Ahh jangan percaya dengan hal itu.”

Segera kami ke kamar masing-masing dan beristirahat

Keesokan harinya aku menuju Pantai Waikiki menikmati matahari terbit hmm..
Betapa indahnya, sebenarnya aku ingin sekali mengajaknya ke tempat ini sebab aku pernah berkata ingin mencari pemandangan-pemandangan matahari yang indah dan ia ingin ikut namun hal ini tidak akan terjadi atau bisa dibilang susah untuk dilakukan.

Aku menyusuri pantai dan lagi-lagi di depan mataku terpampang slide-slide masa lalu terutama saat pertama kali melihatnya di acara itu…..


“Hei Leonov!!”
Suara Zelanya mengagetkanku

“Kau ini membuatku kaget saja hahaha..”
“Habisnya wajahmu datar tidak ada ekspresi.”
“Sebentar-sebentar kenapa setiap aku di suatu tempat kenapa selalu ada dirimu?” *Pengalihan supaya tidak menjurus ke ‘wajah datar’.
“Hmm sepertinya aku ditakdirkan untuk membantumu dan mungkin kau belum tahu bahwa aku adalah informan VENOM, oh iya kau masih ingat dia kan?”
Zelanya menunjuk dua orang di belakangnya yang sedang membeli minuman.
“Hmm jadi selama ini yang memberi informasi itu kau dan sepertinya aku kenal orang itu…ohh yayaya linskiy bersaudarakah itu?”
“Iyapp masih ingat juga rupanya dirimu.” Kata Zelanya
“Hahaha mana mungkin lah aku melupakan sahabat-sahabatku.”


Yap Linskiy bersaudara terdiri dari Rutlinskiy dan Kharlinskiy dengar-dengar mereka adalah juara dunia dalam kejuaran penembak jitu hmm sepertinya kalau tidak salah mereka tiga bersaudara tapi aku tidak tahu siapa satunya lagi.

“Hai, Leonov. Ini diminum…” Kata Rutlinskiy.
“Terima kasih.”
“Sama-sama.”
Kebetulan sekali aku memang sangat-sangat haus saat itu, betapa bahagianya memiliki sahabat seperti mereka ternyata masih ada yang mempedulikan diriku.

Tririririrt HP Zelanya berbunyi.
“Hmm sepertinya Andrey dan kawan-kawan mengalami kesulitan dalam menjalankan misinya.”
“Hah? Loh mereka sedang melakukan apa saat ini?” Tanyaku penuh penasaran.

“Mereka saat ini sedang memburu pemimpin mafia di Italia tepatnya perbatasan Italia dengan Swiss dan mereka terhalang oleh dua bersaudara penembak jitu bernama Ilvano dan Mozilo.” Jelas Zelanya.
“Pegunungan Alpen? hmm aku harus membantu mereka!”
“Tenang, Leonov aku tahu kamu ingin membantu mereka dan sudah kupersiapkan pesawat untuk mengirimmu.”
“Hahahah terima kasih, Zelanya. Jadi kapan aku bisa ke sana membantu mereka?”
“Sayangnya kau baru bisa ke sana dua hari lagi tapi tak apa-apalah gunakan dua hari itu untuk mempersiapkan diri.”
“Oh iya, Leonov bolehkah kami bergabung membantumu?” Tanya Kharlinskiy.
“Tentu saja..” Jawabku.

Selama dua hari aku mempersiapkan berbagai perlengkapan terutama perlengkapan untuk bekerja di daerah salju dan tentu saja VSSK ku.

Hari yang telah dinantikan tiba.
Kami bertiga memasuki pesawat yang akan membawa kami menuju perbatasan Italia, terlihat Rutlinskiy dan Kharlinskiy membawa Sniper berjenis sama dengan milikku, VSSK.

Bagaimana dengan Zelanya? Dia tetap di Hawaii memantau kami dengan satelit, sedangkan Lamborghini ku akan di kirim di sebuah landasan pacu yang terpencil lebih tepatnya di terjunkan semoga saja tidak ada yang lecet hehehehe

Bisa dibilang ini adalah perjalanan yang sangat panjang kami sempat transit beberapa kali sebelum tiba di titik penerjunan kami. Di saat itu kami berbincang-bincang mengenai senjata yang digunakan.

“Hei dapat darimana kalian senjata itu?” Tanyaku

“Kami memenangkan sebuah kejuaraan tembak dunia dengan hadiah senjata ini, bagus kan?” Jawab Kharlinskiy.
“Wahh hebat hahaha…”


Glek berarti mereka ini adalah penembak jitu nomer satu di dunia

To Be Continued

Jumat, 14 Oktober 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir


Sejak kejadian pengepungan itu aku mulai berpikir mereka sepertinya sudah tidak memerlukan diriku, aku merasa mereka sudah bersenang-senang dengan pasangan mereka masing-masing.

Kuputuskan pergi menuju Hawaii secara diam-diam.

Oh yeeahh Hawaii tempat dimana aku bisa menikmati Matahari berpendar dari ufuk Timur dan meredup di ufuk Barat hmm apa dari ufuk Barat ke ufuk Timur ya? Okok ini masalah anak SD tak usah dipikirkan biarkan saja mereka yang berpikir.

Ruuoooonnnnngggg!!!!
Perjalanan darat yang panjang menuju pelabuhan Vladivostok menantikku.
Di perjalanan aku selalu bengong entah apa yang kupikirkan saat itu.
Ckkiiiiiitttt!!!
“Huaaaahhh hampir saja nabrak!!!”
“Hei, kalau jalan hati-hati !!!!” Teriak supir truk yang hampir saja kutabrak.


Hati yang mengganjal ini membuatku tak tenang.

Siberia..

Aku beristirahati di tepi Danau Baikal daerah Irkuts.
“Hmm bunga merah..”
Melihat sebuah tanaman berbunga merah aku segera turun dari mobil dan memetiknya lalu kusandarkan diriku di Lamborghini.

Kuhirup wangi nya dan seakan-akan di depan mataku tertampil slide demi slide bayangan masa lalu ku.
Segera ku tersadar masa lalu hanyalah masa lalu biarlah di kenang di kepala yang sudah mulai rusak ini…
Kelanjutkan perjalananku munuju Pelabuhan Vladivostok agar tak tertinggal oleh kapal.

Sesampainya di Pelabuhan Vladivostok aku segera memarkir mobilku ke dalam kapal dan menuju kamar yang telah kupesan.
Buooonngggg!!!! Suara peluit uap berbunyi tanda kapal yang aku naiki segera berangkat.

Betapa menyenangkannya perjalanan laut dari Vladivostok menuju Hawaii setelah melewati perjalanan darat yang sangat panjang dan melelahkan dari Novossibirsk menuju Vladivostok dengan Lamborghini kesayanganku.

Separuh perjalanan sudah kutempuh.
Saat sedang memandangi matahari tenggelam di atas dek tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku.
“Hei Leonov masih ingat dengan diriku?”
“I..iyaa..sepertinya aku kenal dirimu?”

Aku mulai mengingat-ingat wajah yang tampak tak asing dari memori yang sudah berkarat ini…
“Ahhh Zelanya, apakah itu kau??”
“Akhirnya ingat juga hahahaha dengar-dengar dari seseorang kau menjadi agen Minyak eh…VERMAK… LEWIS ….hmm..VELO ..VES…??”
“VENOM maksudmu?”
“Yayaya itu dia hahaha dimana teman-temanmu bukankah kalian selalu bersama-sama?”
“Aku sendirian, ingin mencari ketenangan hati..”
“Ada apa memangnya?”
“Aku merasakan mereka meninggalkan ku..tahu kan maksudku?”
“Yayaya aku tahu maksudmu.”

“Itu dia..”
“Kau tahu Leonov, meskipun kau merasa mereka meninggalkanmu sebenarnya mereka masih membutuhkanmu..”
Kata-kata Zelanya membuatku terhenyak…
“Pikirkan lah itu, sekarang aku mau pergi dulu daahh sampai jumpa di Hawaii..”
Zelanya pergi meninggalkan diriku yang daritadi masih terhenyak akan kata-katanya.

“Heeiii tunggu!!!”
….byyuuuuurrrr….
“Huaah tolong!!!!”

Sial niatnya ingin bertanya kepada Zelanya maksud dari kata-katanya malah tersandung oleh kaki sendiri dan terjatuh ke laut.

“Tolong wwoooyyyy!!!!!”

“Tangkap ini!!!” Teriak Zelanya.
Ia melemparkan sebuah pelampung, segera saja kugapai pelampung itu..
“Huaahh huaaahhh…”

Untung saja aku bisa kembali ke kapal lagi kalau tidak mungkin nasibku akan berakhir dengan damai

“Dasar ceroboh bagaimana bisa kau jatuh ke laut hah?!” Tanya Zelanya

“Diamlah kau aku kedinginan ini bbrrrrr…”

Aku langsung berlari ke dalam kamar dan menghangatkan diri dengan hairdryer.