Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Kamis, 24 November 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 7

.....diriku tersesat.

“Wah ini dimana?! Sial !! dimana ini hah?!”
Aku sudah tak dapat berpikir lagi semuanya terasa begitu sunyi.

Suara serigala terdengar mengaum-ngaum menambah kepanikan diriku saja, tak sempat terpikirkan bahwa aku bisa kembali dengan melihat jejak kakiku tadi namun, semuanya terlambat badai salju yang dahsyat menutupi jejak kaki itu.

Wuuuuuusssssshhhhhhhh!!!!!!

“Kalau begini caranya aku bisa mati fyyuuuhhh~ nasib ku memang mengenaskan ckckck..”

Keputusasaan sudah hinggap di benakku, yang kulakukan hanyalah duduk berteduh di sebuah pohon cemara yang cukup rindang, kucoba menghangatkan tubuhku dengan segala cara tapi itu percuma, jaket tebal yang kupakai ini juga tidak dapat menahan hembusan badai salju yang dingin ini...

Kulihat jam tanganku yang sudah tertutup salju.

“Hmm jam dua siang waktu sini. Hah tidur sajalah tinggal menunggu nasib doang..” Kataku

Aku tertidur dan bermimpi seseorang menghampiriku

“Hah siapa dia?”

Kututup mataku dengan tangan karena cahaya yang sangat terang darinya menyilaukan mataku.
“Ayo Leonov, bangun akan kutunjukkan jalan menuju pondok Rilinskiy..” Kata orang itu.

“Kemana arahnya?”
“Ke arah sana.”
Ia menujuk sebuah arah yang harus kutuju.
Sinar yang terang dari nya mulai meredup..
“Hah?! Ekaterina apa yang kau lakukan disini! Bukankah kau selalu bersama Vas..eh hmm kebalik bukankah Vasily selalu bersamamu? Dimana dia?” Kataku penuh penasaran.

“Lupakan saja soal dia, ayo cepat bangun..”

Dia memberikan tangannya kepadaku, langsung saja kugapai tangannya itu...

Tapi tiba-tiba semuanya menjadi serba gelap.
Kucoba membuka mataku dan langsung melihat jam tanganku

“Huah cuma mimpi dan aku bisa hidup melewati badai salju ini selama tiga jam! benar-benar hebat!ini sudah yang kedua kalinya aku menipu kematian ckckc.”
Kucoba membangunkan diriku dengan bantuan VSSK ku dan membersihkan seluruh tubuhku dari timbunan salju dengan cara mengkibas-kibaskannya.

Kuberjalan tertatih-tatih menuju arah yang ditunjuk oleh Ekaterina dalam mimpiku tadi.

Srreeettt...sreettt..krossaakk...

Sudah 15 menit aku berjalan tapi belum juga menemukan pondok milik Rilinskiy, matahari yang sedari tadi menemaniku meninggalkanku.

“Hah hah...mana ini kok tidak sampai-sampai juga apa jangan-jangan nyasar lagi?!”
Tapi hati ku berkata lain ia justru tetap menyuruhku untuk melewati jalan yang di tunjuk itu.

15 menit kemudian

“Akhirnya sampai juga hahaha..”

Kulihat mobil Pontiac GTO 2010 milik Elena dan aku langsung berlari menuju pondok itu karena senang, lapar dan kedinginan layaknya seorang gembel yang menemukan sebuah makanan.

Dukk..dukk...dukk..

“Hey ada orang tidak?! ini aku, Leonov!”
Dukk..duukk..dukk..cklaakk..pintu terbuka
Dibalik pintu, Kharlinskiy menyambutku
“Leonov! Kau masih hidup rupanya hahaha selamat datang kembali.” Kata Kharlinskiy.
“Hehehe benar-benar mengerikan saat aku tersesat terkena badai salju tadi.”
“Untunglah kau tidak apa-apa Leonov, kami semua mengkhawatirkan dirimu..”Sahut Elena.
Kehangatan dari mereka membuat diriku yang tadi merasa kedinginan menjadi hangat kembali.

“Ayo makan ini kau pasti sangat lapar kan?” Kata Rilinskiy sembari memberikan kue pie apple yang sangat lezat.
“Ohhh makasih, Rilinskiy.”

Selesai makan aku berbincang-bincang dengan Elena, pacarnya Elena yaitu Andrey dan Linskiy bersaudara.

Kami berbincang sangat panjang sekali mulai dari acara yang pernah kuikuti, aksi-aksi VENOM sebelum aku bergabung hingga diriku yang mengapa bisa tersesat tadi.
“Hahahaha konyol sekali kau, Leonov..” Kata Rutlinskiy.

Karena sudah lelah setelah memakan pie apple itu aku segera membaringkan diriku di sofa dekat perapian dan tidur.

Keesokan harinya saat makan pagi.

To Be Continued

Kamis, 10 November 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 6

Dsssyyyuuuu….!!!dssyyyuu!!! Duauaaarrr!!!..duarrr!!!blarrr!!!duaarrr!!!
Mobil-mobil pengiring konvoi itu hancur terbakar terkena tembakan kan gencar kami serta Ekaterina dan Vasily yang berada di seberang hingga menyisakan dua escalade dan limousine tersebut. Kulihat Ilvano mencari-mencari arah tembakkan kami dengan sangat tenang sekali, terlihat dari wajahnya yang tidak ada rasa takut sama sekali.
“Sial dia menemukanku!!!”
Duuuaarrrr… Ilvano menembaki ku namun seakan-akan semuanya begitu lambat hingga aku bisa melihat lintasan peluru itu dan menghindarinya..

Dug…duugg..duugg..jantungku berdetak dengan cepatnya, adrenalinku meningkat..semuanya serasa begitu sunyi..ngguuiiinnnnggg…

“Hah, sial hampir saja!!”
Dssyyyuuuu..!!!ckreeekkk kubalas tembakannya..
“Arrggghhh meleset!!!”

“Hey Rilinskiy, Rutlinskiy, dan Kharlinskiy kalian tembak mobil limousine itu, aku akan mengatasi Ilvano!!!”

Dssyyyuu..dssyyuuu…!!!
Entah kenapa tembakan ku dan tembakan Ilvano selalu meleset mengenai target mungkin karena situasi nya yang sudah sangat kacau di sertai dengan asap tebal yang menyelimuti sekitar membuat konsentrasi dan pandangan kami agak kabur.
“Leonov!! Limousine itu anti peluru, kita tidak dapat menembusnya bahkan dengan kaliber 12,7 milimeter ini!!” Kata Kharlinskiy.

“Tembak terus hingga peluru terakhir, aku tak tahu lagi harus bagaimana yang penting mereka terpojok!!”


Dssyyyuuuu!!!ckreeekkk..
Kucoba menembaki tangki bahan bakar escalade itu namun anti peluru juga
...

“Sial kenapa bisa begini!!!
Wuuusssshhhhh!!!! Wwwuuusshhh!!! Wuuussshhh!!!! Dduuuuaarrrr!!! Blaarr..!!duaarr..dduuuuaarrr….!!!

“Wwwoooaaahhhh siapa itu yang menembakkan RPG ?!!” Tanyaku.
“Aku tidak tahu Leonov tapi yang pasti mereka semua tewas dengan sangat nyaman..” Jawab Rilinskiy

Lalu aku segera jalan ke arah konvoi yang terbakar itu untuk melihat keadaan.

Aku berdiri di tengah-tengah konvoi yang terbakar sambil menaruh VSSK ku di atas bahu dan tangan kiri berkacak pinggang. Dari balik asap itu kulihat Ekaterina dan Vasily datang dari arah seberang dengan posisi yang cukup berjauhan lalu saling bertemu, hmm sepertinya Vasily berbicara kepada Ekaterina tapi aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan dan Vasily tersandung...

“Huahahaahaha....”
Aku yang melihat itu tidak bisa menahan tawa, jatuhnya cukup mengesankan sekali layaknya penari balet hahaha..
Ekaterina terlihat tetap berjalan meninggalkan Vasily yang terjatuh..
“Apa yang kalian lihat hah??!!!” Teriak Vasily..
“Tidak ada!! Hahaha..” Kataku

Segera Vasily bangkit dan menyusul Ekaterina..

Lalu Andrey dan Elena datang dari arah samping kiri sedangkan Linskiy bersaudara mengikutiku di belakang.

“Wah Leonov!!! Terima kasih telah membantu kami, berkat dirimu aku dan Andrey tidak menjadi sasaran Ilvano!”

“Hahaha sama-sama Elena. Hmm maaf kan aku meninggalkan kalian di Novossibirsk.”
“Tidak apa-apa yang penting saat ini kamu berada disini membantu kami.”

“Oh iya Ekaterina, ini HP mu tertinggal di pondok Rilinskiy…”
“Wah terima kasih Leonov tadi aku sempat panik mencari-cari HP ku untung saja tidak hilang..” Kata Ekaterina sambil melirik Vasily yang sedari tadi melihatku dengan sinis.

“Hei ayo kita kembali ke pondok sebelum pihak berwajib menghampiri kita..” Ajak Rilinskiy.
“Wah benar juga ayo!!” Sahut ku.

Kami kembali berjalan menyusuri hutan pegunungan Alpen. Andrey, Elena, Vasily, dan Ekaterina bencengkerama dengan pasangan mereka masing-masing dengan sangat mesra sekali, Linskiy bersaudara juga bercengkerama sepertinya mereka bernostalgia tentang masa lalu mereka, sedangkan aku? Sendirian tidak ada yang mengajak ku berbicara, kutundukkan saja kepalaku sambil berjalan daripada panas melihat para kekasih itu..

“Leo Aww…!!!!”
Buukkk…!!! Krossaaakk!!!

“Adaawwww…!!”
Aku menabrak pohon yang cukup besar dan terjatuh..
“Kenapa kalian tidak memperingatkanku?!”
“Tadi aku sudah memperingatkan mu tapi dirimu yang tidak menghiraukan.” Kata Rilinskiy.
“Hahahahaha..hahahah..” Semuanya tertawa melihat kecerobohanku.

“Huh siaall!!”

Aku berjalan dengan langkah yang sangat cepat karena malu sekaligus kesal tak disangka-sangka....

Cieee yang pada penasaran di akhiran ceritanya hahahaha nantikan kelanjutannya detik depan, menit depan, jam depan, hari depan, minggu depan, bulan depan, atau tahun depan ._.v

To Be Continued

Selasa, 08 November 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 5

Ddrrrttt..drrtttdd…HP Ekaterina bergetar..
“Hmm siapa ini yang menelepon? Oh ternyata Vasily hahaha.”

Kuangkat telpon itu.
“Sayang, dimana kamu aku tak bisa melihatmu? Jangan jauh-jauh dariku ya aku tak ingin kau kenapa-kenapa……bla..bla..bla….” Kata Vasily panjang lebar.

Bawel juga nih anak ckckc..

“Bla..blaa…bla…bla..”
Et dah sudah 10 menit berlalu dia masih saja berbicara, telingaku mulai panas dibuatnya.
“Ekaterina? Kau masih disitu kah? Hey jawab?”
“Iya sayang aku masih disini..”
“Siapa ini?!!! Heh!! Berani-berani nya kau ambil HP nya !! kembalikan!!! Siapa kau hah???!!!”
hahahah rasanya aku ingin ketawa sejadi-jadinya hahahaha

“Ehem ini Leonov, bodoh….”
tuutt..tuuutt..tuuutt…
“Lah halo halo hahahaha ditutup wakakakak..”
“Ada apa, Leonov?” Tanya Rutlinskiy.
“Oh ini pacar Ekaterina meneleponku hahahah nah terus dia marah-marah kan dikira HP nya diambil sama orang, pas aku bilang ‘ini Leonov’ dia langsung menutup nya hahahaha..”
“Huahaahaha..” Linskiy bersaudara pun lantas tertawa mendengar ceritaku..

“Hey cari persembunyian!!!” Teriak Rilinskiy.

“Ada ap…..”
Buuukkk krosaakk…
Rilinskiy menarikku ke balik pohon.
“Ada apa sebenarnya hah?” Tanyaku penasaran.
“Sssttt diamlah...gunakan periskopmu untuk melihatnya dan jangan sampai ketahuan! ” Kata Rilinskiy

Kugunakan periskop senjataku, dengan hati-hati aku mengintip dari balik pohon terlihat konvoi mobil sedang beriringan di depan kami dari arah kanan menuju kiri.
Di ujung konvoi terdapat Hummve lalu di tengah-tengah konvoi ada limousine yang diapit oleh dua Cadillac Escalade satu di depan dan satu di belakang limousine.

“Leonov kau lihat kan orang yang berdiri di mobil Escalade itu?” Tanya Rilinskiy.

“Iya apakah itu Ilvano dan Mozilo?”

“Iya, Ilvano di depan sedangkan Mozilo di belakang..”

Aku menyusuri jalanan yang mereka lewati tak disangka-sangka Andrey dan Elena berada di ujung jalan sana! Mereka berpura-pura sebagai orang yang kesusahan supaya konvoi itu berhenti.

Pasti di seberang kami Ekaterina dan Vasily menunggu aba-aba untuk menembaki konvoi ini hmm aku mulai bisa membaca rencana mereka.

Ckreeekkk…ckreeekk..ckreekk..
Aku segera mempersiakan senjata VSSK ku ini Linskiy bersaudara pun mengikutinya, dengan bahasa isyarat aku menyuruh Linskiy bersaudara untuk menunggu aba-abakku yaitu menembak setelah aku menembak terlebih dahulu dengan target tangki bahan bakar mobil.

Dan sesuai dugaanku konvoi mereka berhenti..

Ddduuuuaaaarrrrr!!!!! Hummve yang berada di konvoi paling ujung meledak sepertinya terkena ranjau yang dipasang oleh Elena...


To Be Continued

Selasa, 01 November 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 4

“Hahahaha kalian tertipu.” Katanya lagi.

Aku tak mengerti maksud dari perkataannya

“Hey apakah itu kau Rilinskiy?!” Tanya Rutlinskiy

“Tentu saja hahahaha…”

Orang itu segera menghampiri kami bertiga.

“Hei perkenalkan ini namanya Rilinskiy.” Kata Kharlinskiy.

Kami berdua berjabat tangan.

“Leonov..”
“Rilinskiy..”

Rilinskiy! itu dia nama saudara yang ketiga hahahaha yap mereka tiga bersaudara seperti apa yang kubilang, diantara ketiganya Rilinskiy memiliki tubuh yang mungil hehehe..

Ketiga wanita bersaudara itu merupakan penembak jitu yang handal, kulihat Rilinskiy menggunakan senjata sniper Arctic Warfare Magnum (AWM) tentunya dengan peredam suara.





“Ayo ikut aku..” Kata Rilinskiy.

“Kemana ?” Tanyaku.

“Kemana….kemana..kemana~ ya ke pondokku lah, kalian mau tinggal di tempat yang sangat dingin ini?”

“Ohh hahaha tidak tidak..”
Aku bingung lagu apa tadi yang dinyanyikan oleh Rilinskiy tetapi suaranya cukup merdu.

Kami segera menuju pondok Rilinskiy





Sesampainya di dalam pondok aku segera mendekatkan diriku di api unggun..
“Ahh akhirnya hangat juga hehehe.”

“Hey ayo kita makan..” Ajak Rilinskiy.

Kami berempat segera berkumpul di meja berbentuk segi empat diatasnya sudah tersedia pie apple dan secangkir teh hangat hmm nikmatnya dan kalau dilihat-lihat pondok ini ternyata cukup nyaman juga untuk ditinggali.


“Selamat makan..” Kataku
Dengan lahap kumakan pie apple yang sangat lezat ini.

Selesai makan Kharlinskiy membuka pembicaraan tentang Ekaterina dan lainnya.

“Rilinskiy apa kau tahu dimana Ekaterina dan yang lainnya saat ini?”
“Kemarin mereka menginap disini dan tadi pagi sekitar jam setengah empat pagi mereka menuju tempat dimana mereka akan membunuh ‘mangsa’ nah disaat itu pula aku melihat kalian terjun dari pesawat namun mereka tidak menghiraukan jadi mereka tetap berjalan menuju tempat itu tapi aku menunggui kalian sebab aku tahu dari seorang informan bahwa kalian akan datang kesini.”
“Ohh begitu..”
Hmm sepertinya yang dimaksud informan itu ialah Zelanya.
“Kalau begitu ayo kita susul mereka.” Ajakku bersemangat.

“Baik lah, eh tunggu HP Ekaterina tertinggal tolong dibawa ya…”
Rilinskiy memberikan HP Ekaterina kepada ku.
Kami mulai menyusuri hutan pegunungan Alpen dimana terlihat pemandangan yang sangat indah di sini, pemandangan yang tak pernah kulihat sebelumnya..

Sudah 30 menit kami menyusuri hutan ini..
“Hmm sebentar lagi kita akan melihat jalan menuju perbatasan Itali-Swiss jadi waspadalah.” Rilinskiy memperingati kami.


To Be Continued