“Leonov!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Teriak Elena.
Elena mencoba memasuki gedung yang terbakar itu namun dicegah oleh pacarnya , Andrey
“Elena, Leonov sudah tiada ! dia mengorbankan diri nya untuk kita, kamu jangan ke sana!!”
“Apa yang kalian ributkan, hah?” Kataku
“Hahahahaa...kau hebat sekali, Leonov! Bagaimana bisa kau selamat dari ledakan itu?” Tanya Andrey
“Cerita nya panjang hehehe..hey bukankah kau ingin melamar Elena ?” Kataku berbisik
Andrey bersujud dihadapan Elena disaksikan oleh diriku, Ekaterina, Rilinskiy, Kharlinskiy, Rutlinskiy, dan Zelanya.
“Iya Andrey..”
“Hmm....”
“Ahh lama kau Andrey..” Kataku tidak sabaran.
“Sabar kenapa!” Katanya.
“Hehehehe maaf..”
“Hmm begini Elena..hmm..mau kah kau hmm.....meni...”
Blaaarr!!!!
“Ahh elah ngerusak suasana romantis aja nih!” Sahut Ekaterina.
“Ssssstttt bisakah kau diam..” Timpal Rilinskiy
“Jadi begini Elena, Andrey ingin kau menjadi pasangan hidupnya, mau kah kau menerima nya..” Kataku kesal karena tidak tahan menunggunya.
“Leonov kenap.....ahhh sialll...”
“Jadi hm...mau kah kau memakai cincin ini..”
Andrey mengeluarkan kotak cincin dari dalam saku nya lalu membukanya..
Sebuah cincin dengan berlian kecil diatasnya terlihat begitu bersinar memantulkan cahaya api yang membakar gedung tersebut di malam itu..
“Hmm....Andrey Elena bisakah kita pergi dari sini ?” Tanyaku mengganggu suasana mereka.
“Eh iya ayo kita pergi dari sini sebelum polisi datang.” Kata Andrey agak terkejut.
“Kita naik ‘getek’ ku saja ya.” Kata Zelanya
“Apa boleh buat ayo !!” Sahut Rilinskiy
Andrey dan Elena melangsungkan pernikahan di sebuah Katedral di Italia dan aku menjadi pendamping pria sedangkan Ekaterina menjadi pendamping wanita nya
Aku dan yang lainnya bersiap-siap untuk menangkap bunga yang akan dilemparkan oleh Elena.
“Terima kasih Leonov..”
Dua tahun berlalu
Elena melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki, ia memberikan nama anak itu Leonov sesuai namaku dan aku menjadi bapak baptis nya namun saat itu aku tidak tahu bahwa jantungku mulai melemah setelah melewati berbagai aksi yang menegangkan, seru dan lucu bersama VENOM
Elena-Andrey dan anaknya Leonov lalu Ekaterina, Zelanya, Rilinskiy, Rutlinskiy dan Kharlinskiy.
“Om Leonov sakit sayangku..” Jawab Elena
Melihat kata-katanya yang polos aku hanya bisa tersenyum.
Aku merasa kan ketenangan yang berarti saat mereka ada disini hingga aku menggenggam tangan Elena dan mengucapkan selamat tinggal.................
