Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Kamis, 03 Januari 2013

Kisah SMA fiksi Bahloel Rangers Part 2


Di kelas
“Cieee yang nyapu halaman wakakaka..”  Kata Langga salah satu anggota geng bahloel disusul oleh tawa bahloel lainnya
“Ahh gara-gara dia sih, kita kena marah lagi kan!” Kata Argo dengan logat jawanya yang kental sambil menunjuk-nunjuk ke arah Anto
“Hehehehe maaf-maaf lagian katanya ada sweeping, makanya dari kemarin nitip motor dirumah lo.”
“Iya tapi aku nungguinnya yang lama..”
“Jangan pake aku-kamu napa, gelo..”
“Suka-suka elah gak enak pake lo-gue, susah ngilanginnya.”
“Serah lo dah, eh besok nitip motor lagi yak? Hehehe”
“Datengnya yang pagi! Besok kalau kesiangan lagi kutinggal!”
“Sudah-sudah ntar pulang sekolah kita ngumpul nyok di kantin.” Potong Juno
“Eh Jun itu udah gak sikat gigi berapa hari, kuning amat gigimu?” Sahut Argo
“Setdah merhatiin aje, yah kira-kira seminggu lah tapi gak bau kan? *cling”
“Anjir malah bau-an mulut si Langga wakakaka.”
“Kampay lo, Ky” *pletak sebuah buku biologi menghampiri kepala Ekky

Bel tanda mulai belajar berbunyi mereka semua segera ke tempat duduk mereka masing-masing
Argo duduk di pojokan kiri depan bersama Langga di belakangnya ada Ekky dan Ahmad , di sebelah kanan mereka ada Juno dan Jaya sedangkan didepan Juno ada Dio bersama sahabat mereka namun bukan anggota bahloel, di barisan kedua dari pojok kanan duduk paling belakang si Anto dan Apeer.
Mereka  mengikuti pelajaran hari itu dengan sangat-sangat serius , mereka semua ingin menjadi orang sukses meskipun kelakuan mereka semua bahloel.
Saat pelajaran yang membicarakan tentang faktor sosial
“Yak anak-anak jadi faktor dominan dari blablablablabla..”
“Astaga ini guru mau ngomong sampai berbusa pun aku tetep gak ngerti.” Bisik Argo kepada Langga
“Ssssttt ahh diem aja kita pura-pura dengerin aja sebenarnya gue juga gak ngerti hehehe.”
“Hah sama saja kau.”
“Argo!! Langga!! Kalian tidak memperhatikan saya! Coba jawab pertanyaan saya!”
“Ba...baik Bu”
“Coba sebutkan dua syarat terjadinya Interaksi Sosial?!”
“Hmm....pertama itu karena kehendak Tuhan dan hhmm...mimpi ya, bu?” Jawab Argo sekenanya
“Haduh anak manis jawaban kamu salah, sekarang coba Langga jawab pertanyaan Ibu?”
Seketika setelah mendengar entah itu suara surga atau apa Argo merasa bulu kuduknya berdiri begitu juga dengan Langga, keringat dingin mengucur di seluruh dahinya, baju seragamnnya sudah basah kuyup....
“Hmm...eee...hmmm....” Langga tidak bergeming matanya melihat sekeliling kelas berharap seorang malaikat turun didepannya dan memberitahukan jawabannya

*nongnengnongneng* bel tanda pergantian pelajaran berbunyi
“Kalian selamat karena Bel ini , baiklah sampai jumpa minggu depan..” Sang guru segera beranjak pergi meninggalkan kelas tersebut

Langga dan Argo yang sedari tadi berdiri mematung seketika terduduk lemas....
“Astaga kenapa itu guru tiba-tiba suaranya seperti bisikan malaikat tapi maut, Ngga?” Tanya Argo heran
“Ahhh sudahlah yang penting kita berdua selamat, Go”

Belum juga mereka meregangkan otot-otot mereka masuklah guru hitung - berhitung.
“Siang anak-anak, oke jadi sekarang panjang kali lebar kali luas persegi ditambah dengan luas trapesium..”
Belum juga anak-anak menjawab salam, guru ini sudah mengambil spidol dan segera menjelaskan satu soal yang entah dari mana asalnya.
 “Yak anak-anak sekian dulu yak, bapak capek.....”
“Ampun dah yang ini juga sama aja, nilai sih aman di rapot tapi dari sekian banyak apa yang dia tulis di papan tulis tak ada satupun aku mengerti!!!”
“Woy Go, lo diem napa bacot amat daritadi perasaan..!” Timpal Ahmad dari belakang Argo
“Hehehe maaf”

Pulang sekolah di kantin
Di sudut meja makan berkumpulah para bahloel rangers
“Main gaple nyok!” Ajak Apeer “Ahh bahloel lo , ini di sekolah, peer mau dipites lo sama guru sangar itu..”
“Yekan cuma ngajak doang, mad...”
“Suuttt ahh diem lo pada , makanan udah datang nih..”
Mereka semua pun terdiam dan segera melahap makanan yang telah mereka pesan
Yah sebenarnya hidup para bahloel itu sungguh layak dikatakan sebagai kehidupan ampas dan monoton, karena kelakuan mereka sendiri saja yang membuat hidup mereka jadi sedikit aneh dan berbeda.

Rabu, 02 Januari 2013

Kisah SMA fiksi Bahloel Rangers


"Woi tungguin!!!” 
“Halah kelamaan lo!! Kita udah telat nih!!!” 
“Haduh..hah..hah..ini juga gara-gara kau!!”
Yap dua orang siswa SMA berlari menuju sekolah mereka, pagi ini mereka hampir telat, hampir....
“Kalian berdua sudah tiga kali berturut-turut masuk sekolah tidak tepat pada waktunya, mau jadi apa kalian hah?!”
 Seorang guru yang terkenal cukup galak memarahi mereka

“Hmmm mau jadi presiden, pak” jawab salah satu dari mereka dengan polosnya.
“Mau jadi presiden?!”
“Iya, pak”
“Ngimpi huahahahahahaha anak kayak kamu jadi presiden??!! Huahahaha negara mau jadi apa kalau kamu jadi presiden?”
“Ya gitu, pak hehehe” jawab anak itu tersipu malu
“Hah sudah! Sekarang kalian berdua sekarang sapu lapangan sekolah sampai bersih!”
“Tapi, pak?”
“Tidak ada tapi-tapian, cepat ambil sapu dan bersihkan lapangan ini!”
“Baik , pak” jawab mereka berdua.

Dengan sangat terpaksa mereka berdua harus membersihkan lapangan sekolah mereka yang maha luas.
Saat bel istirahat berbunyi.
“Yak hukuman kalian berdua cukup sampai disini, lain kali tidak boleh diulangi mengerti?!”
“Mengerti ,Pak!!” Jawab mereka penuh yakin

Yah itulah cerita dari dua anggota geng bahloel rangers yang pongo.
Geng ini bernama Bahloel Rangers karena mereka selalu memalukan dirinya sendiri, entah kenapa urat kemaluan mereka sepertinya sudah sirna. Mereka selalu memalukan diri mereka sendiri demi mencapai kebahagiaan yang tiada taranya. Nama Bahloel Rangers sendiri pun muncul secara tidak sengaja dari mulut seorang salah anggota mereka.
Mereka terdiri dari Argo, Anto , Langga, Ahmad, Eky , Dio , Juno , Apeer, dan Jaya.
Yang telat tadi pagi adalah Anto dan Argo


Argo memiliki tubuh yang kurus-tinggi layaknya tiang listrik karatan berhubung dia juga yang paling tua diantara lainnya, si anak kalem yang bisa berbuat hal aneh yang tidak bisa dibayangkan sebelumnya. Aksennya medhog, kalau di depan guru itu duduk diam manis (guru-guru pun berkata "Argo itu pendiem ya") Pada belum tau aja kalau gak ada guru kayak gimana orangnya.

Anto agak pendek kira-kira tingginya se-telinga Argo, badannya lumayan lah untuk seukuran dia , orangnya sering galau entah kenapa wajahnya memang mencerminkan sebuah kegalauan yang amat dahsyat .

Langga orangnya cukup aneh , orangnya caper, gayanya ngeselin udah kayak orang berle aja dengan gayanya yang freak ia selalu membuat lelucon yang sungguh membuat kelas hening seketika , dia juga menjadi ketua kelas dan ia dapat dijadikan ‘boneka’ maksudnya babu bagi kelas. Para Bahloel Rangers paling suka ngeliat ini anak kalau udah dikebiri (baca : dijailin)

Ekky inilah sumber dari segala sumber ke-bahloel-an, dia ini maniak PB setiap pulang sekolah sudah pasti nyalain komputer/laptop and jeng jeng PB is coming. Kalau nyontek bersama
Ahmad (kebetulan duduknya sebangku dengan Ahmad) seetttdaahh rame bener.

Ahmad, orangnya tak jauh beda dari Resky tapi ia maniak DoTA. Dia ini orangnya pinter gambar. Kadang kala saat pelajaran seni budaya ada saja yang minta tolong dia buat digambarin, tentu saja dengan segenap imbalan yang cocok ckckckc
Dia ini orangnya suka sekali tersenyum loh, bukan dengan senyumnya para bahloel merasa tenteram tapi membuat bahloel tertawa dan tertawa, kalau olahraga main bola kerjaannya cuma matung ditengah lapangan, bola udah di kaki aja dia diam saja.

Juno, orangnya 'cukup' pintar, sayang oh sayang ia tidak pernah sikat gigi jangan sekali-kali memandang giginya saat ia tersenyum atau anda ... ya tau lah.
Yang bisa dibanggakan dari dia adalah meskipun giginya kuning sampe kayak karatan pun mulutnya gak bau. Dia orang terpelit di kalangan Bahloel kalau sudah mencangkup ulangan

Apeer, Kalian pernah dengar lagu 'Mister Big Time'nya Bon Jovi nah itu lagu cocok banget buat ini anak cuma judulnya diganti 'Mister Big Omdo' kerjaannya omdo alias omong doang
Walaupun begitu dia 'cukup' baik kok dimata para guru, gak neko-neko. Orangnya rada gendut dan mau ikut program diet untuk mendapatkan sang pujaan hatinya.

Dio, ini nih sumber kemaluan dari semua kemaluan. Semua orang kalau disamping dia harus siap-siap menanggung rasa malu yang amat sangat astagaaa.....para bahloel rangers selalu melakukan strategi 'tidak kenal siapa orang ini' kalau berada di muka umum, jika tidak rasakan akibatnya.

Jaya, wah kalau yang ini jangan macam-macam deh yaahh taekwondo sabuk gesper sepertinya..... namanya panjangnya seeetttdaahh kalau di sebutin satu-satu mungkin satu kelas pada tidur kali, panjang benerrrrrr Katanya sih itu nama pemberian dari kakeknya dan keluarganya, campursari. Bahloel Rangers cukup memanggil dia Jaya saja

Walaupun dua dari mereka berbeda satu dengan lainnya mereka tetap kompak, ya mereka memiliki rasa toleransi yang sungguh tinggi, mereka hanya ingin mencapai kebahagiaan dengan memalukan diri mereka sendiri tanpa melukai hati orang lain.