
Sabtu, 29 Januari 2011
Race Around the World (The Button On The Steer)

Jumat, 28 Januari 2011
Race Around the World 6
“Gilaa!!!!!! kita di urutan ke 150!!” Seru Dika terkejut.
“Pasti susah untuk menyalip yang ada di depan kita..”Kata Moza.
“Tidak akan nak, semoga kita bisa mengalahkan mereka semua, semua pasti ada jalan.”Sahut Tio.
“Pak, Boss Resky ingin berbicara dengan kalian semua.” Kata seorang mekanik.
“Ohh ok.” Sahut Mahadika.
“Halo...sekarang kalian harus berjuang keras bila ingin menjadi juara dunia, oh iya saya lupa menjelaskan maksud dari tombol-tombol yang ada di stir pansernya. Tombol A untuk melompat hmm kau tau kan maksudku??”
“Iya.” Jawab Dika.
“Terus tombol B untuk meregenerasi ban yang bocor atau rusak , tombol C untuk mengeluarkan semacam paku dari ban untuk mendapatkan traksi yang baik di medan yang licin, tombol D untuk mengeluarkan gergaji mesin di depan, tombol E booster rocket dan tombol F untuk mengeluarkan pelindung di kaca pintu dan kaca depan.” Jelas Direktur Resky.
“Waoouuwww keren juga tuh.” Sahut Moza.
“Ohh iya dong siapa dulu yang merancangnya, Resky gitu loh hahaha, oh iya bsk ada dua tabung gas LPG 3 kg terisi penuh di samping panser kalian.”
“Hah?? Buat apa?” Tanya Dika.
“Hmm kau tau lah buat apa hehehehe (senyum licik), ane kalah maen pb ama orang malaysia pengen bales dendam tau kan maksud dari bales dendam saya, Dik..” Jawab Resky.
“Ohh ok deh, Boss.”
“Dah dulu ya mau maen pb lagi hahaha.”
“Dasar maniak pb.” Kata Arsyan.
“Biarkan saja lah yang penting panser kita bisa jadi hebat berkat dia juga.” Timpal Dimas.
“Ckckck.”
“Ok sekarang kita beristirahat saja dan menunggu pertandingan dua hari lagi.” Kata Dika.
Ini lah hasil kualifikasinya dari yang hanya menempuh selama 5 jam setengah hingga yang ada yang 10 jam :
1. Amerika
2. Jerman
3. Rusia
4. Polandia
5. Cina
6. Lithuania
7. Latvia
8. Somalia
9. Angola
10. Libya
11. Jepang
12. Bulgaria
13. Kroasia
14. Denmark
15. Republik Czech/Ceko
16. Bosnia
17. Myanmar
18. Sri Lanka
19. Singapura
20. Saudi Arabia
21. Rumania
22. Kanada
23. Israel
24. Mesir
25. Prancis
26. Hungaria
27. Pakistan
28. India
29. Korea Selatan
30. Korea Utara
31. Ghana
32. Sierra-Leone
33. Paraguay
34. Trinidad dan Tobago
35. Nigeria
36. Estonia
37. Portugal
38. Irlandia
39. Islandia
40. Yunani
41. Macedonia
42. Luxemburg
43. Malta
44. Belanda
45. Swiss
46. Swedia
47. Inggris
48. Ukraina
49. Spanyol
50. Slovakia
51. Slovenia
52. Norwegia
53. Finlandia
54. Belgia
55. Bosnia
56. Austria
57. Australia
58. Algeria
59. Maroko
60. Italy
61. Moldova
62. Monaco
63. Myanmar
64. Yordania
65. Vietnam
66. Kirgistan
67. Uzbekistan
68. Qatar
69. Bahrain
70. United Arab Emirates
71. Yaman
72. Kazakhstan
73. Thailand
74. Turki
75. Turkmenistan
76. Tajikistan
77. Syria
78. Taiwan
79. Lebanon
80. Laos
81. Brunei Darusallam
82. Malaysia
83. Georgia
84. Irak
85. Iran
86. Oman
87. Pakistan
88. Belarussia
89. Albania
90. Brazil
91. Argentina
92. Bolivia
93. Selandia Baru
94. Kepulauan Solomon
95. Mozambique
96. Republik Afrika Selatan
97. Republik Afrika Tengah (Central African Republic)
98. Gambia
99. Ethiopia
100. Bostwana
101. Niger
102. Guinea-Bissau
103. Kenya
104. Uganda
105. Tanzania
106. Togo
107. Sudan
108. Swaziland
109. Haiti
110. Honduras
111. Jamaika
112. Mexico
113. Kuba
114. Kosta Rica
115. Dominica
116. El Salvador
117. Dominican Republic
118. Suriname
119. Uruguay
120. Venezuela
121. Kolombia
122. Ekuador
123. Panama
124. Puerto Rico
125. Nicaragua
126. Burundi
127. Kamerun
128. Mali
129. Mauritania
130. Senegal
131. Zaire
132. Chad
133. Djibouti
134. Pantai Gading
135. Rwanda
136. Grenada
137. Guatemala
138. Guyana
139. Peru
140. Kongo
141. Armenia
142. Afganistan
143. Bhutan
144. Bangladesh
145. Kamboja
146. Azerbaijan
147. Syprus
148. Namibia
149. Tunisia
150. Indonesia
151. Cili
152. Zambia
Rabu, 26 Januari 2011
Race Around the World 5
Di dalam tenda tim Indonesia.
Keenam pembalap itu berbincang dengan Direktur Mekanik yang berada di pusat control Alaska melalui telekomunikasi 3G atau semacamnya lah.
“Ohh sayang sekali kita tidak masuk peringkat 10 besar.” Kata Direktur Resky.
“Sepertinya ada yang menyabotase panser kita bos, ban kita terpasang dengan tidak semestinya.” Jelas Mahadika.
“Ohh soal itu hehehe teknisi kita saat pemasangan ban di Indonesia tidak memperhatikan tulisan pada ban bahwa ban itu harus dipasang dimana hehe mereka kira semua ban bentuknya sama jadi dipasang asal-asalan.” Jelas Direktur Resky.
“Ahh pantesan, sekarang kejadian itu jangan sampai terulang.”
“Ok deh, Dik hehe oh iya saya sudah mengirimkan paket terbaru untuk panser kalian hmm sebenarnya bukan terbaru sih tapi lupa dipasang hohoho kemarin kami justru memasang dengan setir truk....”
“Ehemm, sudah jangan dibahas lagi....jelaskan paketnya saja.” Potong Moza.
“Hmm setir dengan tombol A, B, C, D, E, dan F serta ban baru yang sudah tergabung dengan paket, sekarang sedang dipasang ke panser kalian dan siap untuk balapan 3 hari lagi.” Kata Resky.
“Hmm lebih baik kami juga ikut membantu memasangkan paket itu supaya tidak terjadi kesalahan lagi.” Kata Arif.
“Ok hehehe maaf ya semoga beruntung di balapan nanti saya mau maen pb dulu kwowkwowko.”
“Masih sempat-sempatnya main pb ckckck.” Sahut Arsyan.
Para teknisi dan keenam crew panser pun bahu membahu memasang paket yang lupa terpasang tersebut.
Klontang duk...dukk...tang..tang...bruakkk...duk..dukk!!!
“Hmm apa sebaiknya kita hilangkan tombol booster roket yang ada di panelnya Mozza ?” Tanya Dika.
“Sebaiknya jangan itu buat jaga-jaga apabila tombolmu rusak, lebih baik kita ganti dengan tombol buka tutup dan di set setiap di buka hanya akan menyalakan booster selama 30 detik.” Jelas Arif.
“Hmm bagus juga idenya, baiklah kita terapkan idemu itu.”
Ctekk..ctekk...dung..dung..!!!
Akhirnya mereka selesai memodifikasi panser mereka dan tidur.
Keesokan harinya pukul 1500 WBA babak kualifikasi telah selesai, keenam pembalap pun melihat hasil kualifikasi di papan layar lebar.
“Yaaak mari kita saksikan hasil kualifikasi yang dijalankan oleh para tim.” Seru komentator pertama.
“Iyaapp hasil kualifikasi ini tidak bisa diganggu gugat lagi dan sudah adil. Saya mendapat laporan bahwa negara Timor Leste, Mongolia, Madagascar, Liberia, Maldives batal mengikuti balapan ini karena masalah teknis, sekarang tinggal 152 tim yang dapat berpatisipasi dalam balapan inii ....” Sahut komentator kedua.
“Siapa kah yang akan menjadi pemenangnya, kita tunggu saja dua hari lagi, tetap saksikan acara ini mengenai berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para tim sebelum memulai pertandingan yang sangat panjang dan berbahaya.....”
Jumat, 21 Januari 2011
Race Around the World 4
“Hei kalian malah pada ngegosip,buruan bantuin kita ganti ban nih.”Teriak Arif.
“Hei Moza bantu Arif, Arsyan dan Tio ganti ban sana.”Perintah Dika.
“Laksanakan.”Sahut Moza.
“Mestinya kita sudah daritadi sampai di kota Nome.”Keluh Dimas. “Udah jangan ngeluh aja,ambil teropong aku mau mengecek kobaran api yang tadi.”
“Nih (memberikan sebuah teropong ke Dika)”
“Wuih cepet banget.”
“Ya iyalah orang teropongnya udah daritadi dibawanya.”
“(melihat kobaran api melalui teropong)Hmm ternyata itu pipa minyak yang meledak, hei Dim cepat beritahukan pusat control kalau ada kebakaran pipa minyak.”Perintah Dika. “Laksanakan.”Sahut Dimas.
Setelah melihat pipa minyak yang terbakar Dika pun menghampiri Arif, Tio, Arsyan dan Moza yang sedang mengganti ban.
“Hei lihat ini kan ban untuk ban depan kiri kenapa kalian memasangnya di belakang kanan ??” Tanya Dika.
“Oh sepertinya ban belakang kanan kita tertukar dengan ban depan kiri.”Jawab Arif.
Karena penasaran si Dika pun mengelilingi Panser itu.
“Waduh semuannya tertukar tidak karuan, Rif kenapa semua ban depan dan belakang kita tertukar??!!” Tanya Dika.
“Sepertinya ada yang menyabotase.” Jawab Arif mereka-reka.
“Wah ada pengkhianat nih di tim mekanik yang ikut kita di Alaska hmm.” Sahut Tio.
“Heii itu tim Indonesia hahaha, bodoh sekali mereka.” Kata pengemudi Malaysia.
“Kita lempar kaleng minuman aja hahahaha.” Sahut Navigator.
Nguuuuoooooonnnnnnnngggggg!!!!!!!!!!!
Tuiiinnnnggggg klontangg............
“Wahhh Tim Malaysia melewati kita!!”Seru Dimas.
“Sialan mereka melecehkan kita !!!” Sahut Moza
“Andaikan ada RPG, sudah ku hanguskan mereka.” Kata Arsyan.
“Kita harus cepat-cepat betulin bannya.” Sahut Arif.
“Ya udah buruan ganti bannya!” Perintah Dimas.
“Iya-iya.”
10 menit kemudian.
“Huft akhirnya selesai juga betulin bannya.”Kata Arif.
“Baiklah kalau gitu kita berangkat.”Sahut Dika.
ngekngek ngekngek......Brum....teketektektek bruuuuuuuuum........sraaakkkk....................
Setelah melewati perjalanan yang melelahkan akhirnya tibalah mereka di Kota Nome pada pukul 0030 WBA.
“Yaakk ini lah panser dari tim dari Indonesia!!” Seru sang komentator pertama.
“Yap dan menurut data yang saya peroleh mereka telah melewati batas kecepatan yang ditentukan dan mengalami kecelakaan, saat ini mereka berada di peringkat ke 140 dibawah Republic Congo.” Sahut Komentator kedua.
“Wahh sangat disayangkan sekali, padahal mereka lumayan bagus di awal kualifikasi.”
“Ini takdir bung, mereka hebat namun takdir lah yang membuat mereka seperti ini.”
Kedua komentator itu berbicara panjang lebar tentang kemampuan tim masing-masing negara.
Jumat, 14 Januari 2011
Race Around the World 3
Pukul 17.00 WBA (Waktu Bagian Alaska) hari keempat dari lima hari yang ditentukan untuk babak kualifikasi.
Di dalam panser merah putih. “Baiklah check semua alat apakah berfungsi atau tidak,check juga tekanan ban,dan jangan lupa radio harus berfungsi dengan baik.”Kata Dika.
“Semua berfungsi dengan baik boss,cuma tekanan ban pada ban depan kelewat besar,bagaimana ini??” Tanya Moza.
“Hmm menurut perhitungan saya hal itu tidak masalah asalkan berhati-hati saja dalam mengendarai panser ini.”Sahut Arif.
“Ya...ya..itu menurutmu tapi sepertinya ada yang salah dengan pemasangan ban ini.”Kata Dika.
“Bagaimana kalau kita cek bannya.”Usul Tio.
“Tim Indonesia silahkan menuju garis start kualifikasi.” Kata seorang panitia lomba lewat intercom.
“Hei sudah tidak ada waktu lagi nih buat mengecek bannya.”Sahut Moza.
“Lupakan saja itu,kita mesti prioritaskan babak kualifikasi ini.”Kata Dika.
Bruuum...teketeketek....
“Tim Indonesia apakah kalian sudah siap??” Tanya panitia lomba lewat intercom.
“Kami telah siap.”Jawab Dika.
“3....2....1....go....!!!” Teriak panitia lomba.
bruuuuuuuuum........sraaakkkk....................
Akhirnya Tim Indonesia memacu Pansernya menuju Kota Nome melalui lintasan yang sudah ditentukan sebab perjalanan itu adalah babak kualifikasi. “Belok kiri 30º, lurus 1 km, awas gundukan 25 º..”Kata Dimas memandu Dika.
Enam setengah jam sudah mereka mengendarai panser itu.
Di perjalanan, Pukul 2230 WBA.
“Menurut data GPS dan perhitunganku kita akan tiba di kota Nome sekitar ± 30 menit lagi.”Kata Arsyan.
“Hmm sejauh ini tidak ada masalah,wuiih apaan tuh ada bola api besar di arah jam 11.”Sahut Dika.
“Apakah itu panser peserta lain yang kecelakaan, Dik??”
“Mungkin saja, Rif. Moza coba kau tanya situasi di daerah sekitar sini. Moza...!!!woi kok gak ada respon sih.”
“Ya jelas lah, Dik orang dia lagi tidur.”Sahut Tio.
“Haduh hari gini malah tidur emangnya ini jalan-jalan apa.”Keluh Dika.
“Buruan bangunin tuh si Moza kita butuh informasi secepatnya.”Perintah Arsyan.
“Ok...woy bangun Moz!!!!!!!!”Teriak Tio.
“Hah ada apa, baik laksanakan (memencet tombol booster roket).”
Lalu keluarlah sebuah nozzle dari bagian booster dan duarrrr...
“Waaaaaaaa...apa yang kau lakukan!!!”Teriak Arif.
“Loh katanya kan tadi disuruh nyalain booster roket!!”Balas Moza.
“Hei Dika disini kan batas maks kecepatannya 380 km/jam,sekarang kecepatan kita berapa??”Tanya Dimas.
“(melihat speedometer digital)kecepatan kita sudah 425 km/jam sebentar lagi akan menembus 500 km/jam.!!”
“Hei cepat matikan boosternya!!” Perintah Arif.
“Baik (memencet tombol booster roket) huft...”Sahut Moza.
“Dasar bodoh,kita jadi terkena pinalti..”Omel Dika.
Tiba-tiba duaaarrrr.....kedua ban belakang kanan pada panser mereka meletus sehingga membuat panser itu miring ke kanan dan terguling.
“Wuaa kita terguling...!!”Teriak Moza.
“Jangan panik cepat gunakan balon pelindung.”Perintah Dika.
“Baik (Memencet tombol)”Sahut Arif.
Dan keluarlah balon besar yang menyelimuti panser sehingga membuat panser itu tidak jadi terguling melainkan memantul beberapa kali dan berhenti.
“Hei..hei...cepat kempeskan balon pelindung ini.”
“Ok, Dik (Memencet tombol)”Sahut Arif.
Setelah balon mengempes mereka pun keluar.
“Huh tulangku rasanya sakit semua.”Keluh Dika.
“Hueeksss...mual dan pusing..hueksss....huekss.”Sahut Moza.
“Wah Moza malah muntah lagi, dasar siapa sih yang merekomendasikan dia jadi crew kita.?” Tanya Dimas.
“Menteri Olahraga, katanya sih dia yang paling pinter dalam hal elektronik.”Jawab Dika.
“Loh bukannya si Adzie yang pinter elektronik ya, Dik.”.
“Nah itu dia yang bikin aku bingung, mungkin karena berat badan yang berlebihan jadi dia didepak.”
Rabu, 12 Januari 2011
Race Around the World 2
Balapan ini akan melewati 4 benua yaitu Benua Amerika,Afrika,Eropa, dan Benua Asia.
Garis start berada di
Setelah penguji cobaan panser,pemilihan pembalap,dan pencarian sponsor,akhirnya Tim Indonesia berangkat menuju Alaska menggunakan 5 pesawat An-124 dengan menggunakan jasa dari perusahaan cargo swasta Rusia,Volga Dnepr.
1 pesawat membawa panser beserta para pembalap kru pendukung yang berjumlah 6 dan 15 orang serta 1 set peralatan pendukung akan langsung terbang menuju Alaska. Pesawat kedua dan ketiga membawa peralatan pendukung sebanyak 11 set,sedangkan pesawat keempat dan kelima membawa kru pendukung yang berjumlah 165 orang, masing-masing 15 orang akan diturunkan di tiap 11 kota di seluruh dunia yang dijadikan sebagai checkpoint (tempat peristirahatan/pemberhentian).
Sedangkan 1 set peralatan pendukung beserta 15 orang teknisi sudah ditempatkan
Ceckpointnya antara lain di
1.
2.
3.
4. Lisabon (
5. Moskow (Rusia)
6.
7.
8.
9. Daru (Papua Nugini)
10.
11.
12. Angkara (Turki)
13.
14.
15.
Setelah 5 hari yang melelahkan akhirnya para pembalap dan kru pendukung tiba di Pangkalan militer
“Brr...dingin banget nih di
“Ah udah jangan banyak ngeluh,mendingan kamu bantuin tuh si Arif sama Tio ngeluarin Panser kita.”Sahut Dimas.
“Iya deh.”
“Hei apakah kalian Tim dari
“Ya betul sekali,saya baru tiba dari
Tapi ingat anda harus mengikuti tata tertib lalu lintas, jika anda melanggarnya anda akan dipinalti 10 menit.”Jelas Jenderal Kevin.
“Hmm..ok saya akan beritahu kepada crew saya,terima kasih atas penjelasannya.”
“Sama-sama.”Balas Jenderal Kevin.
“Huft capek banget mengeluarkan Panser ini.”Keluh Moza.
“Hei jangan bersantai-santai,sekarang kita harus isi bahan bakar Panser secepatnya karena kita langsung memasuki babak kualifikasi,start kualifikasinya palang pintu itu dan finishnya di
“Huuhhhh....lama-lama kubunuh kau kalau mengeluh terus.”Sahut Arif kesal.
Setelah mengisi bahan bakar panser dan para pembalap ganti baju dengan baju balap, tibalah waktunya mereka memasuki babak kualifikasi. ngekngek ngekngek......Brum....teketektektek (ciri-ciri suara mesin diesel)
Race Around the World (The Panser)


Spesifikasi panser
Mesin: Diesel-Nuklir
- Diesel: 4500cc,Turbo supercharger 6 silinder, 5000 HP,Turbo Intercooler,Sistem injeksi terkomputerisasi,bila mesin ini digantikan oleh mesin nuklir dia akan tetap menyala dalam posisi ‘idle’ untuk menggerakan generator listrik.
- Nuklir : 1 mini Reaktor nuklir,pendingin super,bahan bakar akan habis setelah 2 tahun,anti goncangan,pelindung anti ledakan dan anti radiasi. Mesin Nuklir ini akan terpakai setelah Panser berjalan dengan menggunakan mesin diesel dulu, bila panas (dipakai selama 12 jam nonstop) akan digantikan lagi oleh diesel (Sistem pergantian mesin sudah terkomputerisasi)(Bisa diganti secara manual maupun automatis)
Gearbox : 7 gigi maju dan 1 gigi mundur Triptonic .
Kecepatan : 475 Km/Jam (dengan booster roket 750 Km/jam)
Kapasitas tangki Bahan bakar: 1000 Liter
Konsumsi bensin : rata-rata 1:100
Suspensi : Depan : Booster per+ Shockbreker super +Penstabil+bantalan udara
Belakang: Per Daun+ Shockbreker super+ Booster per+Penstabil
Sistem paket stir :
Jack pelompat dan jet pelompat
Booster rocket
Regenerasi ban
Gergaji mesin
Pelindung pembalap
Ban berpaku
dan masih banyak lagi tombol-tombol rahasia selain di stir yang berada di dashboardnya Mozza
Race Around the World
Race Around The World
Ini adalah sebuah balapan paling ganas,mengerikan,dan akan membuat para pengemudi mempertaruhkan nyawanya.
Namanya adalah RATW(Race Around The World artinya Balapan keliling dunia)balapan ini diperuntukan untuk mewakili negara-negara seperti A1 GP.Tapi ini beda dengan A1 GP,mobil yang dikendarai untuk balapan adalah sebuah Panser.
Balapan ini diikuti oleh 157 negara termasuk
Indonesia telah mengembangkan sebuah panser dengan kecepatan maks 475 km/jam(Bisa sampai 750Km/jam dengan NOS atau booster roket) dan dapat bergerak di air dengan kecepatan 35 knots serta memiliki perlindungan yang sangat hebat termasuk parasut, balon pelindung yang digunakan NASA untuk mendaratkan penjelajah Mars, lalu ada NOS, roket pendorong tersembunyi,dll.
Panser ini di rancang oleh BPPT bekerja sama dengan PT.Pindad, PT PAL, PT DI, ITB, UGM, LAPAN, PT PERTAMINA,BATAN,dll.
Setelah urusan pengembangan panser selesai dan di uji coba dengan hasil yang sangat memuaskan,selanjutnya adalah mencari pengemudi dan para crewnya yang berjumlah 6 orang dengan posisi tandem, 3 orang di depan dan 3 orang di belakang.
3 bulan kemudian setelah penyeleksian yang sangat ketat akhirnya
1.Mahadika R N Pembalap Reli Dakar (Pengemudi)
2.Dimas Erlangga Navigator Pembalap WRC (World Rally Champions) (Navigator 1)
3.Arsyan S Pembalap F1 (Navigator 2)
4. Nur M Arif Kepala Teknisi Reli Dakar (Teknisi 1)
5. Prasetio H Kepala Teknisi WRC (Teknisi 2)
6.Moza D P Ahli Komputer NASA (Teknisi 3+Ahli elektronik)
Dipimpin oleh Direktur mekanik M Resky N the bahlul