Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Jumat, 30 September 2011

Peluru Terakhir : Pembalasan part 7

Novossibirsk pinggiran dekat hutan dengan daerah sekitar bersalju..

Baru satu hari kami beristirahat di markas kami.

Kraakkk…kraakkk…booouuummm..!!!
“Apa itu?!” Tanyaku kaget akan suara dentuman itu.
“Sepertinya kita di kepung oleh anak buah yang telah kita bunuh pemimpinnya!!!” Jawab Ekaterina.
“Cepat ambil senjata di gudang senjata!!!” Sahut Andrey.
Duuuaarr…duaarr…duaarrr…duaaarr..!!!!

Desingan peluru terdengar sangat kencang sekali menyatakan bahwa peluru-peluru itu sangat dekat dengan kami yang sedang berlari menuju gudang senjata.

Untung saja kami bisa berlindung di gudang karena gudang itu dilengkapi oleh pintu baja anti peluru dilihat dari suara desingan nya aku yakin bahwa senjata yang mereka bawa adalah AK-74.



Kemudian kami berlima segera mengambil perlengkapan kami.

Mulai dari rompi anti peluru, sabuk pistol, Pistol , MP-5, dan magasin yang lumayan banyak.
Aku menaruh hingga 4 pistol USP45 di kanan kiri sabuk ku supaya praktis dan tidak perlu mengisinya, ditangan ku tergenggam MP-5 begitu juga Andrey dan Vasily sedangkan Ekaterina dan Elena turut pula menaruh 4 pistol USP45 di sabuk mereka dan kedua tangan mereka menggenggam pistol USP45.
Secara bersama-sama kami memakai kacamata hahahaha…





“Kalian siap?!” Kata Andrey

Kami mengangguknya menyatakan kesiapan kami.

Bersama-sama kami membuka pintu gudang tersebut dan

Wuuuuusssshhhhh!!!! Duuuaaarrrrr
Meluncur sebuah RPG namun kami semua sigap menunduk dan RPG nya meleset..

duuuaaaarrr….duaaaarrr…duaaarrrr….!!!!

Suara desingan peluru dimana-mana kami menembak membabi buta kearah mereka tanpa memberikan mereka satu kesempatan pun untuk membalas tembak kan.

Crrinnnggg…crinnngg…crinnngg!!!

Gemericik kelongsong peluru terdengar sangat ramai...

Bagaikan seorang penari kami saling membantu menembak orang yang mengepung kami hingga kami berkumpul menjadi sebuah lingkaran dan menembak mereka sembari berputar…
duuuaaaarrr….duaaaarrr…duaaarrrr….duaarrr…duuuaaarrr….blllaaaarrrr..

Seisi ruangan hancur berkeping-keping tertembak oleh senjata-senjata kami…
hingga peluru terakhir kami……

*Hening…
“Kita berhasil…” Kata ku terengah-engah.

"Kau tidak apa-apa sayangku??" Tanya Andrey kepada Elena
"Tidak apa-apa kok tenang saja karena kau sudah melindungiku.."
"Heheheh aku sayang kamu, Elena.."

Selagi mereka menenangkan hati masing-masing aku keluar menghirup udara dingin nan segar daerah Novossibirsk....



The End

Kamis, 29 September 2011

Peluru Terakhir : Pembalasan part 6

“Kenapa kalian lama sekali hah?!”
“Maaf kan kami bos tadi ada masalah teknis.”
Aku hampir gugup menjawab pertanyaan ‘mangsa’ kami
“Ya sudah cepat antarkan aku menuju Tower Broadway.”
“Baik bos.”

Sepertinya ‘mangsa’ kami tidak mempermasalahkan diriku yang memakai topeng ini.

Sesampainya di Tower Broadway.
“Baik lah kalian tunggu disini..”
‘Mangsa’kami keluar dari mobil dan memasuki tower itu.
Selang 15 menit.

“Bagaimana ini? mengapa ia lama sekali?”
“Sabar Vasily, kita pasti dapat kesempatan….”

Tidak lama kemudian ‘mangsa’ kami kembali.
“Hahahaha maaf-maaf membuat kalian menunggu lama akhirnya aku dapat menemukan VENOM hahahaha..”

“VENOM? Apa itu VENOM bos?!”
“Mereka adalah pembunuh bayaran kalau tidak salah ada empat orang anggota namanya Vasily, Andrey, Ekaterina dan Elena. Kemarin mereka baru saja membunuh tangan kananku padahal beberapa waktu yang lalu aku pernah mengirim para pemberontak untuk membunuh dua dari mereka, sayang tidak berhasil!!! Oh iya kudengar-dengar ada tambahan satu orang lagi hmm namanya siapa ya? Hmm kalau tidak salah Leonov namanya.”

Glek mendengar hal itu hatiku langsung panas.
Aku langsung memberi tanda kepada Vasily dan Andrey bahwa inilah saatnya untuk membunuh ‘mangsa’.
Dengan sigapnya Andrey menggunakan saputangan yang telah di beri obat bius untuk membekap ‘mangsa’ dan mengikatnya kemudian kami bawa ke sebuah danau.
Sebelum menceburkan ke dalam danau kami menembaknya dan byuuuuurrrrrr!!!

Kami berlima memandang mayat itu dengan tatapan dingin dan sepertinya ini lah saatnya aku mengungkapkan identitasku.

“Hmmm sepertinya kalian sudah tahu ya bahwa sebenarnya aku Leonov.”
Aku langsung membuka ‘balaclava’ ku di hadapan mereka berempat.
“Sebenarnya kami berdua sudah mengetahuinya sejak kita di Liverpool.” Kata Vasily.
“Kok bisa?”
“Elena cerita kepada kami..” Jawab Ekaterina
“Hehehe maafkan aku Leonov.”
Dasar Elena mulutnya susah untuk menutupi sebuah rahasia ckckckc.

“Sepertinya kita sudah tidak aman lagi di Inggris sebaiknya kita kembali saja ke Novossibirsk.” Kata Andrey.

Kami segera meninggalkan tempat itu lalu membereskan barang-barang kami yang berada di pondok dan kembali ke Novossibirsk dengan pesawat yang pertama kali mengantarkanku ke Inggris.

To Be Continued

Peluru Terakhir : Pembalasan part 5

Dari balik mobil kulihat Vasily dan Ekaterina berbincang-bincang di depan pondok sambil berpegangan tangan.

Melihat itu kuganti alunan music Coldplay dengan Muse dan Linkin Park yang menggebu-nggebu dan mengeraskan suaranya..

(Keesokan harinya)

Dukk dukk dukk
“Sergey..bangun!!” Teriak Elena dari luar mobil.
“Hoaaammm iya iya aku bangun..”
“Ayo masuk ke dalam kita makan bersama dan lakukan misi kita.”
“Tidak bisa aku tidak bisa makan kalau pakai ‘balaclava’ ini.”
“Oh iya lagian kenapa kau tidak memberitahu identitasmu saja?”
“Tidak mau..”
“Ya sudah lah aku ambilkan saja makanannya.”
Elena pun menyerah akhirnya ia mengambil kan makanan dan secangkir teh hangat untukku.
Ckekek…jreeenngg…brreennngg...
Aku menjauhkan Lamborghini ku dari pondok dan memarkirnya di tengah padang rumput.
Aku keluar dan membuka ‘balaclava’ku.

Hmm benar-benar nikmat makan di tengah padang rumput nan dingin di dampingi oleh Lamborghini.
Selesai makan aku kembali ke pondok dan masuk ke dalam dimana Ekaterina, Vasily, Andrey dan Elena sudah bersiap-siap.

“Ayo kita berangkat!” Kata Vasily.


(Pukul 0530 waktu Inggris)
Kami pun berangkat aku sendirian dengan Lamborghini kesayanganku dan mereka berempat di Pontiac GTO.

“Sial body mobilku rusak kena tembakan..”
“Mobil kami juga, Sergey..”
“Ohh hahaha untung ya cuma bodynya bukan kacanya, kan mahal....”
“Iya terserah kau sajalah, Sergey. Ayo kita berangkat.” Kata Elena.

Ruooonnnnngggg!!!!!!

Sesampainya di sebuah tempat kami menyembunyikan mobil kami di parkiran setempat.

“Baiklah rencananya begini kita mengendap-endap kedalam bunuh beberapa bodyguardnya dan kita gantikan mereka, mengerti?” Jelas Andrey.
“Mengerti.”
Kami segera mengendap-endap dan mendapat tiga body guard sedang lengah.
Elena dan Ekaterina pun dengan sigap menikam mereka waouw mereka wanita yang hebat.
Aku, Andrey dan Vasily langsung mengganti kan posisi para bodyguard itu.

Mereka berdua menggeledah kantung celana bodyguard sedangkan aku, Elena dan Ekaterina menjaga sekitar kemudian Andrey menemukan kunci mobil.
“Cadilac hmm pasti ini mobil yang digunakan oleh ‘mangsa’ kita baiklah aku, Vasily dan Sergey menggunakan mobil Cadilac ini kalian berdua gunakan Lamborghini dan Pontiac, kalian ikuti kami dan jaga jarak dengan kami.”
“Baik.”
“Ok sekarang kita menuju ‘mangsa’ dan jemput dia.” Kata Andrey.
Kami mulai berpencar Ekaterina dan Elena menggunakan mobil hebat kami sedangkan aku bertiga menjemput mangsa dan mengantarkan dia ke..hmm sebenarnya bukan ke Tower Broadway tapi alam baka hahaha

Di parkiran.
“Apa-apaan ini!!!” Kata Andrey terkejut.

Aku dan Vasily terkejut pula mobil Cadillac Escalade memenuhi parkiran ini dan yang bagusnya warna sama!


*jeng..jeng..jeng..jeng.. close up muka bertiga.

Sepertinya aku saja yang mukanya tak terlihat karena tertutup ‘balaclava’ -_-


“Kita cari satu-satu nih?”
“Gila saja kau, Sergey waktu kita sedikit tidak mungkin mencari satu-satu!” Jawab Vasily.
“Sebentar-sebentar…kuncinya ada alarmnya hehehe.”
Andrey segera memencet tombol untuk menyalakan alarm mobil *klik.
Tiiiinnn….tiiinnn…tiiiinnn…
Seluruh alarm mobil yang berada di parkiran menyala semua

“Woy woy matikan alarmnya!!!!” Teriak ku
Tin..tin..
“Ini benar-benar gila bagaimana ini ??!!” Andrey mulai panik.
“Sebentar –sebentar...”
Aku mengambil kunci yang di pegang oleh Andrey dan memencet kembali tombol alarmnya.
Tiiinnn….tiiinnn…tiiinnn…
“Hei!! Sergey apa yang kau lakukan??!!!”
“Tenang Vasily lihat mobil Cadillac yang di ujung sana sepertinya alarmnya tidak menyala lampu sein nya juga.”
“Hmm sepertinya itu mobil yang kita cari-cari.”
“Hah apa kau bilang, Andrey?!!”
“Itu mobil yang kita cari-cari!!!!”
Tiinn…tiiinn…tinn

“Matikan dulu bodoh alarmnya.”
Vasily merebut kunci mobil dariku dan mematikan alarmnya.
“Heheheheh..”
Kami bertiga segera menuju mobil itu dan viva la vida kuncinya beda!
“Ini kok benar-benar bodoh banget sepertinya.” Kata Andrey.
“Kau salah..” Aku menendang mobil itu..
Jdukk..jduukk..jduuukk!!!
Cklaakk..pintu mobil terbuka..

“Nah lihat kan!! Pintunya terbuka hahahaha..” Kataku bangga..
“Pembodohan masal ini namanya.” Timpal Vasily.

“Biar lah yang penting pintunya terbuka ckckck..”
“Sudah sudah sebaiknya kita jalan sekarang jangan sampai membuat mangsa kita marah. Sergey, kau yang menyetir kami di belakang.” Potong Andrey.

Aku membuka kabel-kabel yang berada di bawah stir mobil dan mencari kabel starter..
Ckekekekek…jreeennggg….
Kami bertiga menjemput ‘mangsa’ sekitar 500 meter dibelakang kami Elena dan Ekaterina mengikuti.
Dan tiba lah kami di titik temu mangsa kami.

To Be Continued

Rabu, 28 September 2011

Peluru Terakhir : Pembalasan part 4

Di belakang tidak ada yang mengejar kami sepertinya Elena, Vasily dan Ekaterina berhasil mengecoh mereka.
Duaaarrr!!!
“Wuaaahhh apa itu??!!!!” Tanyaku.
“Elena, Vasily dan Ekaterina ada di belakang kita mereka baru saja melemparkan granat pada pengawal yang mengejar kita!!!”Jawab Andrey.
“Ini bisa menjadi lebih buruk!!!Andrey pegang kemudi ini aku akan membantu mereka!”
“Ok.”
Duaaarr..duaaarr..duaarr…praannnggg…prangg..
“Mununduk!!!”Teriakku

“Cepat Andrey gantikan posisiku!!!”
Segera aku dan Andrey bertukar posisi.

Cklaaakkk..
“Sergey, mau apa kau dengan senjata itu?”
“Lihat saja.”

“Periskopnya kan sudah rusak.”
“Oh iya baru sadar, tapi bisa kok tenang saja.”
Aku membidik mobil-mobil yang mengejar kami menggunakan perasaan dan adrenalinku serta mata yang terlihat menggantung tapi tajam ini.
Dsssyyyuu…ckraaakkk…klontang.. .blaaarrr…
Aku terus mengulangi tembakan ku hingga tersisa satu mobil yang mengejar kami tapi yang mengerikannya mereka membawa RPG!
“Awas Andrey, RPG!!!” Teriak ku
Wuuuuusssshhhh…..
“Belok!!!”
Ruoooonnnnggggg ckiiiitttt….rrruuooonnngg!!! wuuuusshhh duaaarrr!!!
“Hampir saja…!!!” Kata Andrey.
Duuaarr!!
“Sepertinya mobil yang terakhir mengejar kita sudah di hancurkan oleh Elena sekarang sebaiknya kita kembali ke pondok dan buat rencana baru.” Kata Andrey.

Kami segera berkumpul kembali di pondok kami daerah London pinggiran di tempat yang terpencil.

“Huft hampir saja kita semua terbunuh.” Kata Ekaterina.
“Yap tapi kita berhasil membunuh ‘mangsa’ berkat dirimu hahaha…” Potong Vasily.
“Ok kita mendapat misi baru.

“Apa misinya?” Tanyaku

“Membunuh ‘mangsa’ ke dua kita, dia adalah seorang bankir yang sangat korup pernah memerintahkan untuk membunuh kaum minoritas di suatu Negara namun tidak dapat di penjara akibat uang yang banyak dan besok dia akan mengunjung Menara Broadway (Broadway Tower) pada jam 0600 berarti besok kita akan berangkat jam 0530 kita akan menyamar sebagai supir dan bodyguard dia hahahaha.”
“Wouw benar-benar menarik dan ide yang hebat sayangku.” Sahut Elena

“Hahaha iya dong dan lihat aku sudah membuat baju ini untuk kita bertiga, baju yang juga di pakai oleh bodyguard ‘mangsa’ ke dua kita.”
“Lantas untukku mana?”
“Tenang Elena untukmu nanti kubuat kan gaun yang sangat indah.”
“Ahh makasih Andrey.”

Elena dan Andrey terlihat mesra begitu juga Vasily dengan Ekaterina. Sedangkan diriku? Cukup bermesraan dengan senjata VSSK ku dan Lamborghini itu aku sudah merasakan ketenangan hati hahaha

“Hei Sergey mau kemana kau?” Tanya Vasily kepadaku

“Saya ingin tidur di mobil saja terlihat lebih hangat hehehe.”
“Ohh oke.”

Aku langsung keluar dari pondok dan memasuki Gallardo lalu kurebahkan kursiku.

“Hmm tuasnya mana ya?”

Kucari-cari tuas untuk menidurkan sandaran kursi tetapi aku baru ingat ini kan mobil sport mana bisa kursinya direbahin ke belakang.

“Waduh kalau balik masuk ke dalam memalukan terpaksa deh tidur sambil duduk.”

Sambil diiringi musik Coldplay kupejamkan mata yang sudah berat ini sayang lagu ini membuatku galau.


To Be Continued

Peluru Terakhir : Pembalasan part 3

“Sial mereka meninggalkanku!!!”
Mereka meninggalkan surat di atas meja dan sudah disiapkan pula makanan sebuah pie apel dan secangkir teh hangat.
Sambil makan aku membaca surat yang mereka tinggalkan, isinya kira-kira begini : Sergey kami sedang menuju kota Liverpool jadi segera lah makan dan bergabung dengan kami disana, diluar sudah ada mobil, mobil itu untukmu.
“Mobil?”
Aku pun segera menghabiskan pie apel ku dan teh hangat lalu ganti baju dan mengambil jaket tebal khusus di Antartika serta ‘balaclava’ku, tidak lupa koper berisi senjata VSSK kemudian keluar.
“Hah?! Mobil ini benar-benar hebat!!”
Yap sebuah mobil Lamborghini Gallardo berwarna hitam legam menunggu untuk di pacu hingga batas limit.



Aku berkeliling sejenak melihat mobil ini dan akhirnya masuk ke ruang kemudi di dashboard ada sebuah layar monitar serta peta yang mana Kota Liverpool menyala sebuah titik-titik merah mungkin GPS ini akan menuntunku ke kota itu.
Ckekekekk..jreeeennggg…rrrngggg..
Terdengar suara mesin V10 mengelegar, dengan segera kutancap gas.
Ruooonnnnnggggg!!!!!!!!!!!!!!!
“Waouw benar-benar mobil yang bagus hahahaha.”

(3 jam kemudian.)
“Hmm sepertinya aku nyasar, GPS tak berguna seharusnya mereka ada disini tapi dimana?!”
Tiba-tiba bunyi sebuah nada yang tak lain adalah nada HP yang berada di bangku kanan kemudi, aku mengambilnya.
“Nomer siapa ini?ahh mungkin nomornya Elena.”
Kuangkat HP itu.
“Halo?”
“Hei Le..”
“Ssstttt..”
“Oh Sergey kau tidak melihat kami?!” Tanya Elena.
“Memang kalian dimana, hah?!”
“Aku ada diatasmu lihat lah gedung tinggi yang tidak terawat jam 2 nah diatas pasti kau melihatku.”

Aku segera mencari-cari gedung yang dimaksud oleh Elena dan ketemu!

“Yayaya aku melihat kau Elena.”
“Baiklah segera ke sini aku membutuhkan keahlianmu.”
“Ok tunggu aku, aku akan kesana.”
Segera saja aku ke tempat dimana Elena dan yang lainnya berada.
Sesampainya disana Andrey dan Ekaterina sedang membidik dengan sniper mereka sedangkan Elena melihat dengan teropong ke suatu arah dan Vasily, dia menyambut kedatanganku.

“Sergey akhirnya hahahhaa cepat pasang senjatamu dan aku akan memberikan petunjuk tentang ‘mangsa’ kita.”Kata Vasily

Ckraaakk..krreeekk…cklaakk..ckreeekk..kleepp..ckreeekk..
Klootaakk..
Sudah bergaya keren-keren dan mengokang senjata magasinnya malah terjatuh, ternyata belum terpasang dengan sempurna.
“Benar-benar memalukan.” Kataku
“Hahahaha gaya udah keren malah jatuh magasinnya hahahaha seperti Leonov saja hahaha….”
Vasily tertawa menggelinjang
“………”

Aku mengambil magasin yang terjatuh tadi dan memasangnya kali ini benar-benar sempurna
Kleepp…ckreekkk..

“Stop! Vasily, tertawa nya!” Sahut Elena.
“Hahaha iya iya aku berhenti tertawa..jadi kau siap, Sergey?”
“Saya siap apa yang harus saya bunuh?” Kata ku
“Baiklah lihat foto ini baik-baik dan bidik dia arah jam 11 rendah dari sini.”
“Ok.”
Orang ini..orang yang telah menembak ku waktu itu!
Aku menghampiri Andrey dan Ekaterina dan dengan segera mencari ‘mangsa’ku.
“Kau lihat, Sergey patung sebelah kiri jam 10 rendah?”
“Aku melihatnya.”
“Baiklah sekarang arahkan bidikanmu ke kanan perlahan-lahan.”
Aku mengikuti apa yang dikatakan Ekaterina.

Namun yang kulihat bukanlah sang mangsa tapi seorang sniper yang berada di balik rerimbunan pohon-pohon.
“Sniper!!! Awas!!!”
Secara bersamaan aku menekan pelatukku begitu pula sniper itu ia juga menembak kan senjata nya ke arahku.
Dssyyyuuuuuu…..!!!!Ckreekk..klontang..
Serasa film matrix seluruhnya terasa begitu lambat..
Aku segera menjauhkan mataku dari periskop senjataku aku yakin bahwa sniper itu menembak ke arah periskop ini.
Dassssshhhhh!!!! Periskop ku pecah tertembak.
“Hei Sergey kau tidak apa-apa?!!” Tanya Andrey kepadaku
Aku yang shock terdiam sejenak.
“Hei jawab pertanyaanku!!”
“Tidak apa-apa hanya shock saja.”

“Aku menemukan ‘mangsa’!!” Teriak Ekaterina.
Dssyyuuuuu….!!!!
“Aku berhasil menembak tepat di kepalanya hahaha.” Katanya lagi.

“Sial para pengawal itu akan mengejar kita!! Cepat pergi dari sini!!”
Dengan segera kami berlima meninggalkan tempat ini, tidak lupa untuk menghapus jejak kami.
Kami langsung menuruni gedung tinggi itu dengan teknik rappelling.

Sesampainya di bawah.
“Sergey kamu Elena dan Vasily ke arah sana aku dan Andrey akan mengalihkan mereka!”
“Okok…eh tunggu mobilku cuma dua kursi!!”
“Ahelah siapa sih yang kasih saran mobil itu ke dia??!!”
“Maaf Elena.” Sahut Andrey.
“Iya sayangku tak apa-apa kok bukan salah mu juga.”
“Hei hei ini bukanlah saat yang tepat untuk beromantis ria..”Potong Vasily.
“Oh iya hahaha ya sudah Andrey dengan Sergey saja kalian berdua denganku.”
“Ok hati-hati ya, Elena.”
“Iya Andrey.”

Segeralah kami menuju mobil masing-masing.
Aku menggunakan Lamborghini ku sedangkan Elena menggunakan Pontiac GTO model 2010 dengan warna yang sama dengan mobilku.



Ckekekekk..jreeeennggg…rrrngggg..
Ruuoooonnnnggggg!!! Aku langsung memacu mobilku secepat mungkin meninggalkan tempat itu.

Sabtu, 24 September 2011

Peluru Terakhir : Pembalasan part 2

“Heii Leonov kita sudah hampir sampai di London, cepat pakai parasutmu!”Kata Elena.
“Hah?! Parasut?! Pesawat kita ada masalah?!”
“Bukan kau harus terjun di titik penerjunan, cepat pakai saja parasutnya!”
“Ahh iya iya..”

Aku mulai berpikir mereka berdua benar-benar gila mengirimku dengan cara begini yang lebih gilanya mereka meninggalkan kursi pilot mereka!!!
Dan saat itu adalah pukul 12 malam waktu Inggris.

“Hei hei siapa yang menerbangkan pesawat ini??!!” Tanyaku panik.
“Tenang saja sudah ku set menjadi pilot otomatis nanti pesawat ini akan mendarat di bandara yang terpencil.” Jelas Andrey.

“Baik lah kita sudah sampai di titik penerjunan!!” Teriak Andrey.
“Ayoo loncat!!!” Kata Elena.
“Tapii….”
Belum sempat aku berkata apa-apa Elena menendangku dan terjunlah diriku dari pesawat.

Wuuuuusssshhhh terasa sekali angin yang sangat membuatku nyaman, aku merasakan ketenangan hati ini namun gravitasi bumi menarikku dengan cepat dan aku segera membuka parasutku.
Wuuussshhhh bruuukkkk tiba ditanah Inggris dengan selamat, diatasku datanglah Andrey.

“Awas Leonov!!!!!!!!”
“Huaaaahhh….” Aku lari dan meloncat tiarap untuk menghindari Andrey yang akan menabrakku.
Baru saja berdiri dibelakangku Elena berteriak.
“Leonov awas!!!!!” Buuukkkk
Yang ini benar-benar tak bisa terhindarkan karena jaraknya sudah dekat aku pun tertabrak oleh Elena.
“Hei Leonov kau tidak apa-apa kan?”
Elena kuatir

“Ahh tenang saja aku tidak apa-apa.”
“Bagus lah.”

“Ssssttttt…”
“Ada apa, Andrey?” Tanya Elena.
“Ada yang mengintai kita, waspadalah.”

Cklaaakk..ckreekk…ckreeek…
Kami pun mengokang senjata dan bersiap-siap menembak orang yang mengintai kami.
Tiba-tiba dari balik rerumputan yang tinggi terlihat seseorang yang mengangkat tangannya.
“Heei, kalian akhirnya datang juga!”

Suara itu, suara Vasily! aku segera menutup wajahku dengan ‘balaclava’ semacam penutup wajah. Aku tidak mau mengungkapkan identitasku demi hidupku juga.

“Yoo Vasily dan Ekaterina, apa kabar?” Kata Andrey membuka percakapan.
“Siapa dia?” Tanya Vasily.
“Oh dia anggota baru kita.” Jawab Andrey.

“Hei tadi sepertinya aku mendengar kau memanggil namanya ‘Leonov’ apa benar dia Leonov??” Tanya Ekaterina.
“Ahhh bukan, bukan saya bukan Leonov, perkenalkan nama saya Sergey.”
Kataku agak tergagap-gagap karena bingung.

“Ohh Sergey..hmm…sepertinya aku pernah mendengar suaramu?” Tanya Vasily.
“Tidak-tidak saya bukanlah Leonov seperti yang anda sebutkan tadi saya Sergey.”
“Lantas kenapa kau tidak membuka ‘balaclava’nya?”
“Oh ini wajah saya pernah diserang oleh Beruang sebaiknya anda tidak memaksa saya untuk membukanya karena pasti anda akan ketakutan.”
“Ohh baiklah.” Jawab Ekaterina.

Huft benar-benar pusing menjawab berbagai pertanyaan dari mereka.
Mereka pun mengantarkan kami ke sebuah pondok kecil di seberang sungai.
Di dalam pondok cukup hangat berhubung saat itu adalah musim dingin, di pojok kanan ada tungku perapian dan depannya ada sofa, di sebelah kiri ada tangga menuju lantai dua mungkin diatas ada kamar-kamar.

“Ok sebaiknya kita istirahat dulu besok akan kuceritakan tentang masalah ‘mangsa’ kita.”Kata Vasily.

Berhubung sudah malam sekali aku pun segera menjatuhkan diri di sofa depan perapian dengan masih menggunakan ‘balaclava’ aku sudah memperingatkan mereka akan wajahku jadi aku tidak berpikir mereka akan membuka ‘balaclava’ ini.
Keesokan harinya aku terbangun di siang hari ckckckc.

Peluru Terakhir : Pembalasan

Suatu ketika aku terbangun, sinar yang terang sekali menyelimutiku mungkinkah aku sudah berada di alam baka? Terdengar sayup-sayup suara yang sudah kukenal memanggilku.

“Leonov..Leonov...bangun kau belum mati kau masih hidup.”

Suara itu..suara Elena sahabat ku selain Vasily dengan sekejap aku sadarkan diri terlihat bahwa diriku sedang terbaring di sebuah tempat perawatan dengan peralatan yang lengkap untuk memantau tubuhku yang penuh dengan luka ini.

“Di...maa....naa...Ekaterina...dann..Vaa…sily...??” Tanyaku dengan susah payah kepadanya.

Namun ia tak menjawab berkali-kali sudah kutanyakan hal yang serupa tetapi Elena tidak menjawab, aku pun mulai berpikir yang tidak-tidak mungkinkah mereka terbunuh?? Kondisi tubuhku pun segera menurun namun akhirnya aku mulai berpikir jernih mungkin saja Elena tidak menjawab pertanyaanku karena ingin memberikan suatu kejutan.

(2 minggu kemudian)

Ternyata aku masih diberi satu kesempatan hidup lagi.

“Dimana kah Ekaterina dan Vasily?” Tanyaku
“Ahh tenang saja mereka selamat kok, sekarang mereka sedang di London, tapi mereka tidak tahu bahwa dirimu masih hidup karena mereka cerita kepadaku tentang penembakan itu dan bilang bahwa kau mati, tapi aku tidak percaya dan mencarimu disana.”
“Terima kasih telah menyelamatkanku dan tempat apa ini sebenarnya?”
“Iya sama-sama sebenarnya tempat ini adalah ‘VENOM’ tempat ….”
“Agen minyak??”
“Bukan bodoh, agen pencari TKI elah…”

“Ohhh gitu.”
“Bukaann ahhh otakmu sudah rusak makanya begini, disini adalah tempatnya pembunuh bayaran orang yang kemarin menyerangmu sebenarnya mengincar Ekaterina dan Vasily karena mereka berdua telah membunuh pemimpin mereka.”
“Ohhh bilang daritadi dong.”
“Tadi udah mau bilang kamu potong ya!”
“Maaf
hehehe”
Sebenarnya aku bingung apa yang dikatakan oleh Elena tapi aku mengiyakan saja daripada marah.

Tapi yang membuatku bingung dimana ini? Apa mungkin Bandung, Lembang atau apa?

"Hei dimana kita sekarang ini?"
"Kau tidak tahu? Sekarang kita berada di Novossibirsk."

"Ahh yaa Novosibirsk."

Akhirnya aku turut bergabung dengan ‘VENOM’ aku ingin membalas dendam dengan seorang pemimpin pemberontak yang telah menembak diriku itu.


“Anggotanya ada berapa?” Tanyaku.
“Hanya kami berempat. Andrey, aku sendiri, Ekaterina dan Vasily.”
“Sedikit sekali?”
“Memang hahaha walaupun sedikit kami bekerja sama dengan baik.” Jelasnya

Tak habis pikir wanita yang kulihat kemarin itu ternyata dibalik matanya yang kupandang memiliki hati yang baik tersimpan identitas sebagai pembunuh bertangan dingin.

Elena pun mengenalkan ku kepada ahli senjata yang tak lain adalah pacarnya juga, namanya Andrey.
“Baiklah karena kau telah bergabung dengan kami, kuberikan sebuah senjata sniper.”
“Hmm sebentar-sebentar ayo ikut aku..”
Aku pun mengikutinya ke sebuah gudang yang sepertinya sebuah gudang senjata.

“Ok kita lihat… senjata yang pas untukmu…..”
“Yang ini namanya apa? Cukup terlihat keren?”
“Itu Steyr HS.50 terlalu berat dan kurang cocok untukmu magasin nya cuma lima peluru….”
“Terus yang ini bagaimana?”
“Itu Dragunov jaraknya pendek hanya sekitar 800m kurang efektif..”
“Kalau yang ini??”
“Naahh itu sepertinya cocok VSSK ‘Vyklhop’ dengan berat sekitar 7 kg dan caliber 12,7x54 mm dengan jarak efektif 3,2 km dan jarak maksimal antara 4 hingga 4,1 km tapi magasin cuma 5 butir dan sudah ku modifikasi menjadi 10 butir.”





“Waouuww sepertinya ini sangat cocok untukku hahaha..”
Yap akhirnya aku mendapatkan senjata yang menurutku sangat cocok dengan diriku dan memulai misi pertamaku untuk membantu Ekaterina dan Vasily yang kesulitan mengejar ‘mangsa’nya.
Aku pun segera berangkat dengan menggunakan pesawat pribadi milik VENOM yang dipiloti oleh Elena dan Andrey.

Itik Buruk Rupa

Apakah kalian pernah mendengar cerita tentang 'Itik Buruk Rupa' atau lebih terkenalnya 'The Ugly Duckling' pasti anda pernah mendengarkannya dari orang tua anda atau bahkan membaca ceritanya

Cerita ini ditulis oleh Hans Christian Andersen

Baiklah saya akan memberikan isi ceritanya, ceritanya begini :

Pada suatu musim panas yang indah di pedesaan, seekor Ibu Itik sedang menunggu telur-telurnya menetas. Setelah beberapa lama, keluarlah anak-anak itik kecil dari telur-telur mereka, tetapi satu telur tersisa. Dengan sabar si Ibu Itik mengerami telur itu hingga akhirnya menetas. Tetapi anak itik kecil yang keluar sangatlah buruk rupa.

“Aku tidak mengerti bagaimana anakku bisa seburuk rupa ini!” Si ibu Itik berkata pada dirinya sendiri, menggelengkan kepada saat ia melihat anak bungsunya.


Si Itik yang berwarna abu-abu ini memang buruk rupa, dan karena ia makan lebih banyak dibandingkan kakak-kakaknya, ia pun lama kelamaan mulai lebih besar dari mereka. Hari-hari berlalu, dan si Itik yang buruk rupa semakin merasa tidak bahagia. Kakak-kakaknya tidak mau bermain dengannya, dia sangat kikuk dan semua binatang di pedesaan itu menertawakannya. Ia merasa sedih dan kesepian, sementara Si Ibu Itik mencoba menghiburnya,

“Ah Itik Buruk Rupa yang malang!” Ia berkata. “Mengapa kau sangat berbeda dengan yang lain?” Dan si Itik Buruk Rupa merasa lebih sedih lagi. Dia diam-diam menangis pada saat malam. Ia merasa tidak ada yang menyukainya.

“Tidak ada yang menyayangi aku, semua meledekku! Kenapa aku berbeda dari kakak-kakakku?”

Lalu pada suatu hari, saat matahari terbit, ia melarikan diri dari pedesaan.



Ia berhenti di tepi kolam dan bertanya pada itik-itik disana, “Tahukah kalian itik lain yang punya bulu abu-abu seperti aku?” Tetapi semuanya menggelengkan kepala sambil mencibir.

“Kami tidak kenal satupun yang sejelek kamu.” Si Itik tidak kehilangan semangat, dan terus bertanya-tanya. Ia pergi ke kolam yang lain dan bertanya pada itik yang lain. Tetapi semua memberikan jawaban yang sama. Ia terus berpindah-pindah, sampai seorang wanita tua yang penglihatannya sudah kabur menangkapnya karena menyangka ia seekor angsa betina. Wanita itu menaruhnya di kandang dengan harapan ia akan bertelur. Ayam-ayam yang juga ada di kandang itu pun menakut-nakutinya,

“Tunggu saja! Kalau kau tidak bertelur, wanita tua itu akan memotongmu dan memasakmu!” Si Itik mulai ketakutan dan pada malam hari pun ia melarikan diri. Sekali lagi, ia sendirian. Ia berlari sejauh mungkin, dan pada pagi hari ia pun bersembunyi dibalik alang-alang. “Jika tidak ada yang suka padaku, aku akan bersembunyi disini selamanya.” Disana banyak makanan, dan si Itik mulai merasa sedikit berbahagia, walaupun ia kesepian.

Pada suatu pagi ia melihat sekumpulan unggas yang cantik terbang diatasnya. Putih, dengan leher yang panjang, paruh berwarna kuning dan sayap yang lebar, mereka sedang terbang ke selatan.

“Seandainya aku bisa seperti mereka, sehari saja!” Kata si Itik dengan penuh kekaguman. Musim dingin datang dan air di atas alang-alang membeku. Si Itik meninggalkan tempatnya untuk mencari makanan di tengah salju. Ia jatuh pingsan, tetapi seorang petani menemukannya dan menaruhnya di saku jaketnya yang besar. Ia membawa si Itik pulang ke anak-anaknya supaya mereka bisa merawat si Itik yang kedinginan. Si Itik dirawat dengan baik di rumah petani sehingga ia bisa bertahan musim dingin yang menggigit.

Pada musim dingin, ia bertumbuh sangat besar sehingga si Petani memutuskan untuk melepasnya di kolam.


Saat itulah si Itik melihat bayangan dirinya sendiri terpantul di air yang jernih. “Astaga! Aku sudah berubah sekali! Aku hampir tidak mengenali diriku!”

Kumpulan angsa kembali ke utara dan turun ke kolam. Ketika si Itik melihat mereka, ia menyadari ia sama dengan angsa-angsa yang cantik itu dan dengan segera berteman dengan mereka.

“Kami juga angsa seperti kamu. Kamu bersembunyi dimana selama ini?” Tanya mereka dengan hangat. “Ceritanya panjang,” Kata si Angsa Muda ini, masih terkejut dengan perubahannya. Sekarang ia berenang dengan indahnya bersama angsa-angsa lain. Suatu hari, ia mendengar anak-anak kecil di tepi sungai berkata, “Lihatlah angsa muda itu! Ia yang terbagus dari semuanya!”

Dan ia pun menjadi bahagia sejak saat itu.

Yah cerita ini benar-benar sangat menginspirasiku, cerita yang sangat indah

Intinya walaupun dirimu di ejek habis-habisan, di isengin dan kau berpikir bahwa dirimu tidak beruntung, 'keduluan', jelek, atau bahkan merasa Tuhan tidak adil memberikan dirimu yang seperti ini.

Ketahuilah bahwa kau akan menjadi orang yang sangat hebat lebih hebat dari orang yang telah mengolok-olokmu itu

Terbanglah setinggi mungkin melihat keindahan dunia dibawah tirai awan nan indah diatas lautan yang luas dan dunia akan melihatmu



Minggu, 18 September 2011

Around The World Race 15

"Yaakk kita lihat bahwa Tim Indonesia mendominasi balapan kali ini.."
"Sepertinya mereka mengubah mesin panser mereka dengan sangat-sangat sempurna.."
"Catatan waktu mereka benar-benar menakjubkan mereka dapat menempuh Mexico-Buenos Aires dengan waktu 18 jam 30 menit, sungguh-sungguh gila..!!"

Di tenda Tim Indonesia
.
"Selamat kawan-kawanku kalian memenangkan balapan ini dengan sangat fantastis.."
"Hahhaa makasih, bos ini juga berkat perubahan mesin yang Bos lakukan.."Kata Dika.
"Hohoho sebenarnya kemarin itu saya salah hitung, seharusnya di turunkan tapi malah saya integralkan."
"Hah?!! Jadi mesin reaktor nuklir mini kita itu menjadi hebat gara-gara salah hitung??!!"
"Iya, Rif hehehe.."
"Benar-benar gila, Resky untung saja tidak meledak."Sahut Arsyan.
"Namanya juga bos gemblung." Timpal Tio.

"Okok sebaiknya lupakan saja soal itu sekarang kita persiapkan balapan selanjutnya.."
"Balapan selanjutnya kita akan kemana?" Tanya Moza.
"Masa kau tidak tahu, balapan selanjutnya kan kita akan ke cape...town...Eh tunggu, Cape town? Afrika Selatan kan? berarti kita akan menyeberangi Samudera Atlantik?"

"Iyaap kau benar, Dim kita akan menyeberangi Samudera Atlantik dan menuju Cape Town hahaha.." Jawab Resky.

"Baiklah saya ada rapat penting untuk para Direktur Mekanik di Ottawa, kalian beristirahat dulu nanti Panser kalian akan dibetulkan oleh para teknisi kita.."

"Siap, Bos.."

Di malam hari saat para Tim tertidur pulas, seseorang dengan wajah bertopeng menyelinap tenda Tim Indonesia.
Dengan segera ia menyabotase ban panser Indonesia, namun...

"Huaaammm masih jam 2 pagi ahh pantas saja terbangun di Indonesia kan masih siang...ahh tidur di panser aja dah kali dapet wangsit" Kata Dika.
Dengan terhuyung-huyung Dika menuju panser untuk tidur di situ..
"Eh hah!! siapa kau!!!"Teriak Dika.

Sang penyabot itu pun terkaget-kaget ada orang yang memergokinya, dengan cepat ia mengeluarkan pistol di sakunya.
*Cteeekkk "Sial macet.."
Karena bingung penyabot itu melemparkan pistolnya kearah Dika tapi Dika berhasil mengelak dan ia pun membalas melemparkan tang.

Wuusshh klontang....!!braakk..klontanggg
Terjadilah aksi lempar-melempar antara Dika dan si penyabot..

Mulai dari pistol air, celana dalam yang sedang dijemur, helm, kaos kaki, sepatu, keyboard, mouse, PC eh jangan PC keberatan buat Dika, kacamata, bahkan sikat gigipun mereka lempar..

"Hiaatttt!!!!" Brrruuuaaakkkk
Saat benda yang dilemparkan sudah tidak tersisa mereka bergulat..

Brruuaaakkk buukk..!!!buukk...!!! brrruuukkk!! praannnggg!!
"Arrrggghhh!!!!"

Sayang Dika berhasil di mampuskan (baca : dikalahkan) (sebenarnya sih gak mau ya diriku sendiri kalah tapi demi jalan cerita yang bagus terpaksa deh) dan si penyabot itu berhasil kabur.

Mendengar kericuhan yang terjadi seisi tenda Tim Indonesia terbangun begitu juga tenda-tenda yang di sebelahnya mereka semua melihat apa yang terjadi.

To Be Continued

Minggu, 11 September 2011

Race Around The World 14

"Wowowowo apa ini?!!" Kata Dika.

"Lihat!!! Tim Indonesia melaju sangat cepat sekali!!"Akhirnya tibalah mereka di Buenos Aires, Argentina dengan catatan waktu 25 jam 10 menit
"Yaaa mereka belum apa-apa sudah meninggalkan tim-tim lainnya!!"
"Hahahaha lihat lah hasilnya, keren kan??"

"Iya Bos benar-benar hebat modifikasinya!!"Sahut Arif

"Memang apa saja yang kau lakukan pada reaktor mini kita, bos??"

"Ahh aku hanya menambahkan beberapa rumus quantum mekanika atom, Syan hahaha"

"Apa yang dilakukan Indon itu?!" Tanya pembalap Malaysia heran.

"
Awak tak tahu!!"

"
Hah kita hendaklah kejar Indon!!"



Segera Tim Malaysia menyingkirkan tim-tim lainnya untuk mengejar Tim Indonesia



Drrddtttttddttt duarrr
jduuuummmmm...kraaakkk...kraakkk..



"
Ahh lihat Malay ada dibelakang kita, cepat tembakkan RPG!!!" Seru pembalap Somalia.

Wuuuuuussssshshhh..!!!



"
Mengelak!!!"

Jduummmm krakkk...kraakkk....!!!

"Syomai sialan!!! cepat balas tembakkan!!!"



Terjadilah aksi tembak menembak antara Malaysia dan Somalia untuk memperebutkan posisi teratas...

Namu selagi mereka tembak-menembak Tim Indonesia melenggang sendirian di depan.



"Waahhh benar-benar mengerikan di belakang kita, Dik."

"Ada apa emangnya Moz?"

"Tim Somalia dan Malaysia sedang tembak-menembak!!"

"Waouw keren sebaiknya kita tambah kecepatan kita setelah melewati Selat Panama

Dengan cepat tim Indonesia meninggalkan tim-tim lainnya...

Setelah melewati Selat Panama.

"Baiklah pegangan aku akan menggunakan Booster rocket!!! (memencet sebuah tombol di lingakr stir)" Seru Dika...

Keluar lah sebuah 'nozzle roket' di belakang Panser Indonesia
Duuuuuuaaaaaaaarrrrrr!!!!!!!!!!!!!!!!nggguuuuiiiiiinnnnnggggggg!!!!!!!!!!!!

Yaakk praktis Tim Indonesia meninggalkan jauh-jauh sekali tim-tim yang dibelakangnnya.

Setelah melewati Selat Panama, sebuah gurun dan beberapa rintangan kecil yang tak berarti akhirnya Tim Indonesia tiba di checkpoint kedua Buenos Aires, Argentina dengan catatan waktu yang sangat menakjubkan, hanya 18 jam 30 menit diikuti oleh Tim Malaysia (26 jam) , Somalia
(26 jam 10 menit), Rusia (26 jam 30 menit) , Amerika (26 jam 31 menit) , Jerman (26 jam 36 menit), Belanda
(26 jam 37 menit), Singapura (26 jam 40 menit), Vietnam (26 jam 43 menit) dan Kanada (26 jam 43 menit 10 detik)

Sabtu, 10 September 2011

Love in the ground zero

I looked at you...you're so beautiful
Your long hairs your eyes
I can't do anything just pray
I do nothing, caused there's nothing brave in me

Went the time go so long
I'm just filled empty heart with zero hope
I'm just dreamed a zero dream
Wasting the time with zero hope and dream

I stay here where the clouds above me and the waters below me
Where I can heard ticking clock
I came from another side in not appropiate time
Because it's too late, not just late....

In here in the ground zero
I were alone
And God wanna me keep alone
For now on the ground zero

Jumat, 09 September 2011

Buku Kehidupan

@Yakovlev_9N Buku-buku berisi sekumpulan harmoni cinta RT perlahan lahan mulai tutup buku, dan mau buka buku yang baru

@Yakovlev_9N kenangan yang amat memilukan RT @dimzzze buku yang lama tak akan hilang, melainkan menunggu kenangan mengetuknya

@Yakovlev_9N Terbatasi oleh cintamu RT @dimzzze jika terus mengisi buku yang lama, tak kan ada kertas yang ada untuk buku yang baru

@Yakovlev_9N Dan sebuah ambigu yang membingungkan RT @dimzzze setiap lembar yang ada menunggu untuk bercita, memainkan harmoni yang mensemilirkan setiap frasa yang teruntai

@Yakovlev_9N Tinta yang tak dapat tergantikan RT @dimzzze setiap buku yang sudah tertutup memiliki tinta emas didalamnya, tinta emas itu yang membawa tiap buku melewati masanya

@Yakovlev_9N Dengan susunan tangga nada yang menyedihkan RT @dimzzze setiap lembar yang sudah kita balik memberi kita cara membuat harmoni yang lebih indah di lembar berikutnya

@Yakovlev_9N Dan gunakan pula hatimu RT @dimzzze ketika tinta kita hampir habis, gunakan setiap goresan berisikan harmoni kepada yang memberi buku pertama kita dan tinta yang kita gunakan

@Yakovlev_9N Sebuah buku kehidupan yang tak akan terlupakan untuk kami semua RT @dimzzze buku kehidupan, sebuah kutipan yang tiba tiba keluar dari otak seorang @dimzzze khusus untuk @rabeatrix yang bentar lagi buka buku baru ;)

Dedicated for Beatrix Ratnasari who will go to Manila
May you'll be happy in there and don't forget with us :D
Do Svidaniya
Auf Wiedersehen :'(

@Yakovlev_9N : Mahadika R N
@dimzzze : Dimas/Dimaz Erlangga
@rabeatrix : Beatrix Ratnasari

PS : Dibaca dari @dimzzze dahulu lalu berlanjut ke @Yakovlev_9N