Retreat ini dilaksanakan pada tanggal......oke lupa yang pasti kalau gak salah bulan September tahun 2012 hehehehe Retreat ini sungguh berkesan bagi saya, bahkan sangat berkesan karena satu dan lain hal hehehe ....oke silakan menikmati kalau ada kurang maafkan yak
Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)
Minggu, 30 Desember 2012
Katekisasi
Mungkin sebagian umat Kristiani pasti pernah merasakan apa itu Katekisasi , nah saya juga merasakannya kebetulan karena liburan akhirnya bisa buat movie video saat katekisasi kami mengadakan Retreat.
Retreat ini dilaksanakan pada tanggal......oke lupa yang pasti kalau gak salah bulan September tahun 2012 hehehehe Retreat ini sungguh berkesan bagi saya, bahkan sangat berkesan karena satu dan lain hal hehehe ....oke silakan menikmati kalau ada kurang maafkan yak
Retreat ini dilaksanakan pada tanggal......oke lupa yang pasti kalau gak salah bulan September tahun 2012 hehehehe Retreat ini sungguh berkesan bagi saya, bahkan sangat berkesan karena satu dan lain hal hehehe ....oke silakan menikmati kalau ada kurang maafkan yak
Kamis, 20 September 2012
Let Me Here
Let me here
Seeing you on there
Let me here
Seeing you with other
Let me here
Seeing you happy
You left me on this corner
Without know my feels
You left me on this corner
Without know my love
You left me on this corner
Without anything
Alone in the dark
Alone in the fog
Alone in the corner
Alone in the solitude
Rabu, 27 Juni 2012
Three Kingdom 20
Sang penasihat pun pergi meninggalkan sang raja yang
sedang galau, selagi sang penasihat pergi datanglah Jenderal Kevin.
“Rajaku, pasukan yang tidak ikut bertempur sudah saya siaga kan di tembok yang hancur...”
“Hmm bagus lah..”
“Yang mulia kenapa?”
“Tidak, tidak aku hanya sedang memikirkan wanita itu.”
“Wanita itu? Apakah yang dimaksud Raja, Putri dari negeri seberang?”
“Iya..”
“Sepertinya yang mulia sedang jatuh cinta?”
“Ahh tidak-tidak itu tidak mungkin..”
“Ayo lah yang mulia, mengaku saja lah..”
“Terserah anda saja mau berspekulasi (gak ngerti tapi keliatan keren kata-katanya) apa pun saya tidak mungkin jatuh cinta.”
“Yang mulia kenapa?”
“Tidak, tidak aku hanya sedang memikirkan wanita itu.”
“Wanita itu? Apakah yang dimaksud Raja, Putri dari negeri seberang?”
“Iya..”
“Sepertinya yang mulia sedang jatuh cinta?”
“Ahh tidak-tidak itu tidak mungkin..”
“Ayo lah yang mulia, mengaku saja lah..”
“Terserah anda saja mau berspekulasi (gak ngerti tapi keliatan keren kata-katanya) apa pun saya tidak mungkin jatuh cinta.”
“Hahahaha raja, raja anda ini munafik sekali..”
“Kau! berani sekali berbicara lancang seperti itu!”
“Maaf kan saya rajaku..”
“Kau! berani sekali berbicara lancang seperti itu!”
“Maaf kan saya rajaku..”
“Baik lah kali ini kumaafkan tapi lain kali jika kau
berkata seperti itu, tidak ada ampun bagimu!!”
“Baik yang mulia terima kasih..”
“Ya sudah enyah lah dari hadapanku aku ingin menenangkan diri dahulu..”
Jenderal Kevin pun keluar dari istana meninggalkan Raja Arsyan yang sedang termenung memikirkan seorang wanita cantik yang membuat hatinya gelisah dan menari-nari bercampur dengan perenang loncat indah dan balerina (apa jadinya itu?)
“Ya sudah enyah lah dari hadapanku aku ingin menenangkan diri dahulu..”
Jenderal Kevin pun keluar dari istana meninggalkan Raja Arsyan yang sedang termenung memikirkan seorang wanita cantik yang membuat hatinya gelisah dan menari-nari bercampur dengan perenang loncat indah dan balerina (apa jadinya itu?)
Enam bulan kemudian saat-saat yang sangat
mengejutkan, Raja Arsyan menikahi Putri Vidyani!
Hati yang gelisah telah terobati setelah Raja Arsyan melamar Putri Vidyani di Istana Austrum dengan membawa berbagai macam bunga hasil karya Raja Arsyan dan pernikahan yang cukup megah.
Hati yang gelisah telah terobati setelah Raja Arsyan melamar Putri Vidyani di Istana Austrum dengan membawa berbagai macam bunga hasil karya Raja Arsyan dan pernikahan yang cukup megah.
“Hohoohooo ina ni
keke...yamko rambe yamko...apuse...dengan ini kalian kujadikan Raja dan Ratu Kerajaan
Razor dengan gelar The Bahloel dan The Bahloeles.” Kata Dukun Tio membacakan mantra
doa
“Yap dengan ini
kunyatakan Kerajaan Vazor dan Razor menjadi Kerajaan persemakmuran semua hal
mengenai permusuhan dihilangkan dan dimaafkan.” Seru Raja Vanto The Pongo
Kedua kerajaan yang bermusuhan menjadi kerajaan
persemakmuran
Mendengar pernikahan akbar tersebut Raja Rico A.K.A
Adzie The Almarhum tersentak kaget dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi
mengingat jika ia menyerang dua kerajaan tersebut dipastikan ia akan kalah
telak.
Dengan sangat-sangat terpaksa Raja Rico/ Adzie
The Almarhum menyatakan persahabatan kepada Kerajaan Razor dan Vazor.
Pada akhirnya roh Raja Adzie The Almarhum
meninggalkan tubuh Raja Rico.
Ketiga kerajaan itu berdamai dan hidup tentram
membentuk segitiga kemakmuran di kawasan tersebut.
THE END
THE END
Three Kingdom 19
“Yang mulia
tidak apa-apa kan??” Tanya Jenderal Mahadika.
“Iya, hanya
lecet sedikit kok.”
“Ya sudah ayo
cepat lari ke lorong bawah tanah, mumpung debunya masih berterbangan.”
Bangunlah mereka
berdua dan masuk ke lorong bawah tanah lalu berjalan menuju ujung lorong.
“Akhirnya sampai
juga diujung lorong, baik lah aku akan keluar dulu memastikan keadaan, yang
mulia tunggu dulu disini.”
Beberapa menit
kemudian. Sraaakkk turun lah seorang prajurit Razor.
“Temanmu sudah
kubunuh!! Mau lari kemana kau hahahaha...” Kata Prajurit Razor.
“Tidak mungkin
Jenderal sehebat dia mati terbunuh oleh dirimu??”
“Mungkin saja
hahahaha sekarang mati lah kau hyaaatttt!!!!!!!” Teriak sang prajurit Razor.
Sreeetttt...
“Arrrggghhhhh...” Rintih sang prajurit Razor. Kedubrraakk....
“Yang mulia tidak
apa-apa??” Tanya Jenderal Mahadika.
“Iya, kamu sendiri
tidak apa-apa kan??”
“Tidak apa-apa, yang mulia, mari kubantu naik ke atas.”
Naik lah mereka
berdua ke atas tanah, mereka telah keluar dari tingginya tembok kota
Exortus dan segera menaiki
kuda yang telah menunggu mereka disana.
Kdebbuukkk...kdeebbuuk...kdeebuuuk!!!
Mereka berdua
akhirnya berhasil lolos lalu pulang ke Kerajaan Vazor melalui hutan supaya tidak ketahuan oleh pasukan
Razor yang sedang mundur dari pertempuran.
Raja
Arsyan dan Pasukannya sampai di
Benteng kota Exortus.
Raja Arsyan pun segera melihat tembok yang telah dihancurkan.
“Wahh benar-benar
hancur.” Kata Raja Arsyan lemas.
“Iya yang mulia
kita benar-benar kalah dalam statregi.” Sahut Jenderal Kevin.
“Sebaiknya kita
istirahat dulu untuk penjagaan di tembok yang hancur ini kita serahkan pada
prajurit yang tidak ikut bertempur di perbatasan.”
“Baik yang mulia.”
“Baik yang mulia.”
Belum lama istirahat Raja Arsyan dikagetkan oleh informasi yang mengejutkan.
“Maafkan saya yang
mulia.” Kata seorang prajurit.
“Ada apa??”
“Hmmm...Putri Vidyani..hmmm..”
“Heii yang jelas
kalau bicara!
ada apa dengan Putri Vidyani dia masih didalam sel kan?! jadi tenang aja dia tidak akan bisa lolos.”
“Nah itu dia
masalahnya yang mulia, Putri Vidyani yang kita culik telah lolos.”
“Apaaa...??
Bagaimana bisa ia lolos??!! ”
“ Hmm jadi begini
ada seorang Prajurit Dzazor yang menyamar menjadi prajurit Razor lalu dia
menyelamatkan Putri dan Ia juga lah yang menghancurkan tembok benteng kita.”
Raja Arsyan yang mendengar hal itu mulai geram.
“Huh sialan....!!!
Terus kenapa kalian tidak bisa menangkap mereka hah??!! mereka kan hanya berdua
saja sedangkan kalian banyak???!!!!”
“Permainan pedang
mereka sangat hebat yang mulia, kami tidak bisa menandinginya.”
“hahh bodooohhh
kaliann, sekarang kau ke Kerajaan Vazor dan bilang kepada mereka bahwa saya meminta gencatan
senjata dan mengajukan damai.” Perintah Raja Arsyan.
“Sekarang yang
mulia??”
“Iyaa sekarang memang mau kapan lagi, bisa-bisa kita akan diserang kalau
kita tidak meminta gencatan senjata.” Jawab Raja Arsyan kesal.
“Baik yang mulia.”
Segeralah prajurit
tadi menuju ke Kerajaan Vazor meminta gencatan senjata dan berdamai.
Di Kerajaan Vazor di dalam istana yang sederhana.
“Hmm bagaimana ya
dengan adikku??” Tanya Raja Vanto.
“Pasti dia berhasil
lolos yang mulia.” Jawab Jenderal Arif.
“Kenapa kau begitu
yakin??”
“Ya karena walaupun
wajahnya Jenderal Mahadika kurang meyakinkan dia pasti selalu berhasil dan
tidak mudah menyerah dalam melakukan apapun (Fitnah kalau dalam kenyataan wkwk)
jadi menurut saya ia pasti berhasil membawa Putri Vidyani kembali.” Sahut Dukun Tio.
“Hmm kupegang
kata-katamu itu, semoga adikku bisa kembali pulang.”
Lalu datanglah
seorang prajurit penjaga gerbang utama.
“Ada apa sepertinya
kamu tergesa-gesa sekali??” Tanya Raja Vanto.
“Yang mulia pasti
tidak percaya.”
“Iya, ada apa
dulu?”
“Putri Vidyani telah kembali bersama Jenderal Mahadika tanpa luka
sedikitpun, sekarang mereka ada diruang makan.” jawab si prajurit.
Bergegaslah Raja Vanto menuju ruang makan dan menemui kedua orang itu.
“Ohh adikku kau
tidak apa-apa kan??”
“Iya
tidak apa-apa kakanda, cuma lecet sedikit hehehe.”
“Baguslah..hahaha
kalau begitu untuk merayakannya kita adakan pesta rakyat..heii kalian semua ayo
kita buat makanan yang banyak untuk
rakyat kita dan kita adakan pesta di seluruh negeri ini jangan lupa beritahukan
pada rakyat.” Perintah Raja Vanto.
“Baik.” Sahut para
Jenderal kompak.
Dan dimulailah
persiapan pesta rakyat yang akan berlangsung selama tiga hari.
Selagi semua rakyat
mempersiapkan pesta mereka, datanglah si Prajurit Razor yang sudah dimarahin
habis-habisan oleh Raja Arsyan untuk menyampaikan pesannya.
“Yang mulia ada
yang ingin bertemu dengan anda.” Kata
Jenderal Dimas.
“Suruh
dia masuk.”
“Baik yang mulia.”
Masuklah si Prajurit Razor tadi.
“Ada apa datang kemari??”
“Hmm kami dari Kerajaan Razor meminta gencatan
senjata dan ingin berdamai dengan Kerajaan anda.”
“Hah?? Gencatan senjata? Hahahahaha”
“Hahahaha” Para Jenderal yang lain pun ikut tertawa.
“Hahahaha hahahahah uhuk uhuk uhuk…..”
“Eh eh Raja Vanto keselek cepat ambil kan air!!” Perintah Jenderal Dika.
“Baikk..”
Byyuuuuurrrrr
“Wuaah wuaahh ahh gembel kalian seharusnya jangan disiram juga sayanya.”
“Ahh maaf yang mulia kami tidak tahu dan kami juga sudah panik.”
“Ahh ya sudahlah kalau begitu kami terima gencatan senjata tersebut, mulai sekarang kita akan menjalin persahabatan.” Kata Raja Vanto dengan bijak.
“Hahahaha” Para Jenderal yang lain pun ikut tertawa.
“Hahahaha hahahahah uhuk uhuk uhuk…..”
“Eh eh Raja Vanto keselek cepat ambil kan air!!” Perintah Jenderal Dika.
“Baikk..”
Byyuuuuurrrrr
“Wuaah wuaahh ahh gembel kalian seharusnya jangan disiram juga sayanya.”
“Ahh maaf yang mulia kami tidak tahu dan kami juga sudah panik.”
“Ahh ya sudahlah kalau begitu kami terima gencatan senjata tersebut, mulai sekarang kita akan menjalin persahabatan.” Kata Raja Vanto dengan bijak.
“Terima kasih yang mulia, kami selaku rakyat Exortus
menghargai keputusan Yang Mulia Raja Vanto..”
“Hahaha ya sudah kembali lah ke Exortus dan sampaikan berita ini kepada rajamu..”
“Baik, yang mulia..”
“Hahaha ya sudah kembali lah ke Exortus dan sampaikan berita ini kepada rajamu..”
“Baik, yang mulia..”
“Sebaiknya yang mulia berjaga-jaga kalau permintaan
itu hanyalah siasat licik Raja Arsyan..”
“Tenang Jenderal Dika, tenanglah...tidak ada yang perlu di takutkan, permintaan gencatan senjata itu benar-benar murni bukan suatu siasat..”
“Kenapa kau begitu yakin, Dukun Tio?” Tanya Jenderal Dimas
“Tenang Jenderal Dika, tenanglah...tidak ada yang perlu di takutkan, permintaan gencatan senjata itu benar-benar murni bukan suatu siasat..”
“Kenapa kau begitu yakin, Dukun Tio?” Tanya Jenderal Dimas
“Dukun dilawan hahahaha...”
“Baik lah aku percaya kepada kata-kata mu, Dukun Tio. Sekarang lebih baik kita merayakan kemenangan kita dengan rakyat Vazor...”
Nguuunnggg..duaarr...duaarrr....
Kembang api buatan Dukun Tio meledak di mana-mana, suara kemeriahan menggelegar dimana-dimana, namun disisi lain di Kota Exortus ada yang sedang galau.
“Baik lah aku percaya kepada kata-kata mu, Dukun Tio. Sekarang lebih baik kita merayakan kemenangan kita dengan rakyat Vazor...”
Nguuunnggg..duaarr...duaarrr....
Kembang api buatan Dukun Tio meledak di mana-mana, suara kemeriahan menggelegar dimana-dimana, namun disisi lain di Kota Exortus ada yang sedang galau.
“Yang Muliaaaaaa Arsyan, Kerajaan Vazor menerima
gencatan senjata kita!!!” Teriak prajurit yang dikirim sebelumnya
“Ssssssstttt jangan ganggu yang mulia, sepertinya ia
sedang mengalami masa yang dinamakan masa kegalauan..”Sahut Penasihat Raja.
“Apa itu galau?”
“Keripik kentang. Aahh sudah lah lebih baik kau pergi saja dari sini, nanti biar saya saja yang memberitahu kan kepada Raja.”
“Keripik kentang. Aahh sudah lah lebih baik kau pergi saja dari sini, nanti biar saya saja yang memberitahu kan kepada Raja.”
“Baik..”
“Yang mulia sebenarnya kenapa yang mulia melamun
terus??” Tanya sang penasihat raja
“Ahhh aku hanya teringat akan wajah putri yang kita
culik itu, lebih baik kamu cari tabib atau semacam nya untuk membuatku tenang.”
“Baik yang mulia..”To be continued
Senin, 11 Juni 2012
Three Kingdom 18
“Hah
Dika...kukira orangnya ganteng gitu, ternyata...(kecewa)”
“Hehehehe, maaf
yang mulia.”
“Lalu siapa yang
memimpin pasukanmu?”
“Mungkin
Jenderal Arif yang memimpin, sekarang cepat yang mulia masuk ke lorong itu.”
“Tidak mau, kau
harus ikut masuk ke lorong ini juga!!”
“Haduh aku harus
meledakkan tembok itu sebelum pergi meninggalkan Kerajaan ini. ”
“Kalau begitu
kubantu saja daripada harus menunggu.”
“Ya sudah lah
kalau yang mulia bersikeras.”
Akhirnya Jenderal
Mahadika dan Putri Vidyani bahu membahu menaruh 50 buah bom (seukuran botol
Aqua 1 Liter) yang dahsyat racikan Dukun Tio ke tembok Kerajaan Razor.
“Baiklah
sekarang tinggal menyulut sumbunya dan kabur, kalau bomnya sudah meledak
pakailah kain ini untuk menutupi hidungmu.” Kata Jenderal Mahadika.
“Buat apa?”
“Karena bom ini
terbuat dari bulu ketek dan keringat Dukun Tio dipastikan bila meledak akan bau
sekali.” “Owh begitu, ok deh.”
“Sekarang yang mulia
lari ke lorong tadi dan tunggu di ujung lorong, nanti aku akan menyusulmu.”
“Baik.”
“du..di..du..di..dam..dam..du...di..du.di..dam..(ctraakkcttraaakkk)
aiihhh ini beneran batu api apa bukan sih?? daritadi gak keluar-keluar
apinya..(ctraakkcttraaakkk csssssss) akhirnya hahaha.” Kata Jenderal Mahadika.
“Jangan senang
dulu, Putri Vidyani sudah kutawan hahahaha.” Kata seorang prajurit Razor.
“Huh sialan,
tapi bagaimana ya sumbu bomnya sudah kusulut dan tidak bisa dimatikan hehehe.”
Tawa Jenderal Mahadika licik.
“Hmmm....hmmm..(menggigit
tangan prajurit yang membekap mulutnya).”Kata Putri Vidyani.
“Aaaaaaaaaaa......”
Teriak si prajurit.
Putri Vidyani
pun segera mencabut pedang dari prajurit Razor tadi dan menusuknya.
Sringgg
jleebbbb!
“Arrrgggg!!!”
Rintih Prajurit Razor.
Sringgg....trang..tringg...truunngg!!!!
Terjadilah pertarungan
antara Putri Vidyani dan Jenderal Mahadika dengan prajurit Razor, namun
prajurit Razor tidak ada habis-habisnya walaupun sudah banyak yang terbunuh.
Kemudian seorang
prajurit Razor melihat bom yang dipasang oleh Jenderal Mahadika, terlihat sumbu
yang terbakar sudah pendek.
“Heiii!!!
hentikan pertarungan !! bomnya akan meledak !! selamatkan diri kalian!!!”
Teriak si Prajurit.
Berlarilah
prajurit Razor menyelamatkan diri tanpa menghiraukan Jenderal Mahadika dan
Putri Vidyani.
“Ayo yang mulia,
lari ke lorong bawah tanah!!!” Perintah Jenderal Mahadika.
Mereka pun lari
menyelamatkan diri menuju lorong bawah tanah yang dibuat oleh Jenderal Mahadika
selama 1 menit berkat ramuan Dukun Tio, namun blaaarrrr!!!!! meledak lah bom
buatan Dukun Tio hingga membuat Jenderal Mahadika dan Putri Tio terhempas.
“Cepat Putri
tutup hidungmu dengan kain yang kuberikan tadi!!”
“Iya..(menutup
hidung)” Kata Putri Vidyani.
“Ayam..ayam...!!”
“Hahahaha...Raja
Arsyan latah..hahahaa.” Tawa prajurit pengawal.
“Hah diam
kau!!!”
“Maaf yang
mulia.”
Kedua pasukan
kerajaan yang sedang bertempur pun tercengang dan mengehentikan pertempuran
mereka karena suara ledakan yang mengagetkan itu.
“Ledakan tadi
berasal darimana hah?” Tanya Raja Arsyan.
“Sepertinya dari
kerajaan kita, yang mulia.”
“Wah kalau yang
dihancurkan tembok kita, kita bisa diserang dengan mudah. Perintahkan pasukan
Zerstorer untuk mundur!!
“Baik yang
mulia.”
Tet..tet...tetetetetetettete.....
“Pasukan cepat mundur!!”
Perintah Jenderal Kevin.
Pasukan
Zerstorer pun segera mundur
Di Pihak Vazor.
“Waouuwww...ledakannya hebat sekali sepertinya hahaha..”
Tawa Raja Vanto.
“Ya, dan Pasukan
Razor sudah mundur, dipastikan mereka akan memperkuat kota benteng mereka.” Sahut
Jenderal Arif.
“Hmm..baiklah
kita juga mundur, kita tunggu utusan mereka yang akan meminta gencatan
senjata.”
“Raja yakin
mereka akan meminta gencatan senjata??”
“Kuharap
begitu.” Kata Raja Vanto.
Sabtu, 09 Juni 2012
Three Kingdom 17
“Cepat
perintahkan pasukan Zerstorer untuk maju.”
“Baik yang
mulia.” Jawab Jenderal Kevin.
Tet...tet..tut...tut...tet..tet...
Kdebuk...kdebukk..kdebukkk!!!!
Dari garis
belakang di balik bukit datanglah pasukan berkuda berbaju besi.
Jenderal Kevin
pun memimpin mereka menuju garis depan.
“Zerstorer seraannnggg!!!!!!”
Perintah Jenderal Kevin.
“Hoooiiiiii!!!!!!!”
Kdebuk...kdebukk..kdebukkk....kdebuk...kdebukk..kdebukkk
Di Pihak Vazor.
“Wah pasukan apa
itu, bajunya besi semua mulai dari badan penunggang sampai ke kudanya??”
“Saya tidak tahu
yang mulia, yang pasti pasukan odong-odong kita akan mengalahkannya.” Jawab
Jenderal Arif.
“Aku harap
begitu.” Kata Raja Vanto.
“Oh iya Jenderal
Arif lebih baik kau pimpin Pasukan Centaurion, saya khawatir bila tidak
dipimpin oleh seorang Jendera moral mereka akan cepat jatuh dan Pasukan Lexcron
akan saya pimpin.”
“Hmm baik yang
mulia. Lalu kemanakah Jenderal Mahadika?”
“Dia sedang
kuberikan misi khusus.”
“Owh, baik lah
saya akan pimpin Pasukan Centaurion.”
Di garis depan
pertempuran
“Pasukan
rapatkan formasi, odong-odong tembak..!!!!”
Prokk....prok..prok...prokk..prok..prokk...breek..
Dong...dong....
dong.... dong.... dong....
trang..trang..
Kdebuk...kdebukk..kdebukkk...kdebukk..kdebukkk!!!!
“Apa-apaan ini!
panah odong-odong tidak bisa menembus baju besi mereka! Pasukan tombak rapatkan
formasi, jangan beri mereka celah untuk menembus kita..!! odong-odong hentikan
tembakan..!!” Perintah Dukun Tio dengan sigap.
“Hunuskan tombak...!!!!!”
Perintah Jenderal Kevin.
“Hooooooo!!!!!!!!!!!!!”
“Saat mereka
mendekat sedekat mata kalian tembakan odong-odong!!!!!!”
“Hooiiii!!!!”
Kdebuk..kdebukk..kdebukk...
“Berpencar!!!!!”
Perintah Jenderal Kevin.
Tiba-tiba
formasi Pasukan Zerstorer memecah menjadi dua yang satu ke kanan dan satunya
lagi ke kiri, menyerang Pasukan Odong-odong dari sisi samping.
“Odong-odong!!!
ikuti arah datangnya pasukan itu!!!”
Namun Pasukan
Odong-odong kalah cepat menyesuaikan gerakan Pasukan Zerstorer yang
melambung.....
Dong....
dong.... dong....
Kdebuk..kdebukk..kdebukk...bruuuuaaaakkk!!trangg..tringg....ngiiieeekkkk...
“Aaaaaarrrggggghhhhh!!!!”
wuuuiiiiikkkk...buukkkkk..!!!
Beberapa pasukan
terdepan odong-odong terpental akibat tubrukan dari Kuda Zerstorer, formasi
Pasukan Odong-odong pun mulai berantakan
Di sisi lain di
atas bukit terlihat pasukan pengintai dari Kerajaan Amhcar.
“Wahhh hebat sekali
taktik dari Jenderal Kevin itu, ia menghindari tombak Pasukan Odong-odong
dengan serangan melambung.” Kata Penyihir C.A.P.
“Yaa strategi
yang cerdik, tapi peperangan ini sangat mengerikan aku tidak ingin melihat
pasukanku mati akibat peperangan untuk menghancurkan kerajaan itu. Jenderal
Arum bagaimana kalau kita batalkan persiapan perang kita melawan Kerajaan
Vazor? ” Sahut Putri Raras.
“Saya sih mau
saja tapi tidak berani melakukannya karena saya diperintah langsung oleh
baginda Raja.”
“Ahhh itu urusan
gampang yang penting batal kan saja, soal Raja biar saya yang urus.”
“Baik, yang
mulia.”
Kdebuk..kdebukk...kdebukk..
Kembalilah
Jenderal Arum menuju kerajaan untuk membatalkan persiapan perang terhadap
Kerajaan Vazor.
Di pihak Vazor.
“Keluarkan
bendera tanda menyerang kepada Pasukan Centaurion.” Perintah Raja Vanto.
“Baik.”
Berkibarlah
bendera tanda menyerang.
“Seraaaaaangggggg!!!!!”
Perintah Jenderal Arif.
Keluarlah
pasukan Centaurion dari persembuyiannya, langsung menyerang Pasukan Zerstorer
dari arah belakang, membuat pasukan Zerstorer kalang kabut melihat serangan
frontal pasukan Centaurion.
Kdebuk... kdebuk..kdebukk...kdebukk..kdebuk..kdebukk...kdebukk...
“Hoooooooooo!!!!!!!!!!”
bruuuuaaaakkk!!trangg..tringg....ngiiieeekkkk...
Terjadilah
pertarungan antara Zerstorer dengan Centaurion dan Odong-odong.
Korban
berjatuhan dimana-mana.
Di sisi lain di
dalam Istana dimana Putri Vidyani disekap.
Ckreek..krreek..krrree...klak.
“Hah akhirnya
terbuka juga pintunya, baiklah mumpung penjaganya pergi saatnya cari jalan
keluar.” Kata Putri Vidyani.
tap..tap..tap..
“Wah
penjaga..aku harus kembali ke sel dan pura-pura tidur.”
Sesaat kemudian
seorang penjaga datang menghampiri sel Putri Vidyani.
“Hmm tidak
ada yang mencurigakan, tidur ahhh ngantuk nih dari semalaman belum tidur
hoaaammmm.” Kata prajurit penjaga.
“Dasar penjaga
bodoh.”
Putri Vidyani
pun segera keluar dari selnya dan meninggalkan penjaga yang tertidur pulas.
“Haduuhhh
bagaimana cara keluar dari tembok istana ini??” Kata Putri Vidyani.
Tiba-tiba
datanglah seorang prajurit menghampiri Putri Vidyani dari belakang.
“Arr......”
dengan sigap prajurit tersebut membekap mulut sang putri. “Sssstttt...jangan
berisik saya bukan prajurit Razor tapi mata-mata dari Vazor, ayo ikut saya.
Saya akan membantu anda keluar dari sini.” Kata sang mata-mata tersebut.
Sang Putri pun
segera mengikuti mata-mata itu dan sampailah mereka di sebuah gubuk.
“Nah tuan putri
masuk ke lorong bawah tanah ini, lorong ini menuju keluar tembok istana disana
telah siap seekor kuda untuk membawa anda kabur dari sini.” Kata sang
mata-mata.
“Tapi...”
“Tunggu apa lagi
yang mulia ayo cepat masuk ke lorong itu!”
“Kenapa kau
tidak ikut?”
“Ahhh saya masih
ada urusan di kerajaan ini.”
“Hmm..beritahu
namamu supaya aku bisa mengenalmu??”
“Nanti saja yang
mulia karena anda pasti sudah mengenal saya, sekarang anda harus lari terlebih
dahulu.”
“Tidak mau kalau
kau tidak memberitahukan namamu aku tidak akan pergi!”
“Keras kepala
juga ini Putri, saya sebenarnya (membuka helm pelindung yang menutupi
wajahnya)...."
Senin, 28 Mei 2012
Three Kingdom 16
Di pihak
Kerajaan Vazor.
Raja Vanto yang
berada diatas kuda di temani oleh para Jenderal, Kapten dan Dukun Vazor
berorasi di depan Prajuritnya.
“Saudaraku,
sekarang lah saatnya kita basmi Kerajaan Razor!! Raja Razor telah menculik
Putri Vidyani!! Mereka menantang kita untuk berperang dengan datang ke perbatasan
kita dan membawa pasukannya! Tiada ampun bagi mereka!!!!!” Kata Raja Vanto
berapi-api. “Hoooiiii!!!!” Sahut para pasukan Vazor. “Baik lah sesuai dengan
strategi yang telah kita buat, Jenderal Dimas Pasukan Schutze berada di barisan
paling belakang mendukung pasukan Tiberiun, Kapten Tiberiun kau tunggu perintah
saya untuk menggerakan pasukanmu, Jenderal Mahadika gerakan Pasukan Centaurion
ke belakang dan memutar menuju balik hutan yang berada disisi kanan kita itu
dan kau harus terlihat seperti kembali ke Kota Vazor supaya tidak ada yang
mencurigainya, Jenderal Arif Pasukan
Lexcron mu melindungi Pasukan Zioner dan Calisto, Kapten Zioner tembakan
‘catapult-catapult’ itu selagi Pasukan Kodoknya Dukun Tio bergerak dan kau
Dukun Tio Pasukan Kodokmu menyerang mereka dengan frontal untuk mengaburkan
pandangan mereka terhadap Pasukan Centaurion dengan di lindungi oleh
‘catapult’.” Perintah Raja Vanto.
“Baik Yang
Mulia.” Sahut para Jenderal, Kapten dan Dukun Vazor.
para Jenderal
dan Kapten Vazor kecuali Dukun Tio kembali ke pasukan masing-masing.
“Hmm Yang Mulia,
nama pasukan saya bukan kodok tapi odong-odong.”
“Oh iya maaf,
saya ingatnya kodok hehehe.” “Ahhh raja ini, oh iya apakah Raja ingin mencoba
ramuan kuat saya ini?”
“Hmmm...tidak
perlu saya adalah Raja dan Prajurit Sejati saya tidak akan menggunakan ramuan
apapun untuk memenangkan suatu pertempuran, melainkan dengan kekuatan sendiri.”
Jawab Raja Vanto.
“Hmm apa yang
dikatakan Raja Vanto itu benar....ahh gak usah pake ramuan ini deh mending dengan
kekuatan sendiri.” Kata Tio.
Ia pun segera
menuju barisan pasukan odong-odong.
“Pasukan
Odong-odong!!!”
“Hooiii...!!”
“Maju
jalan...!!!!!hunuskan tombak, bila sudah mendekati musuh tembakan odong-odong.!!
“Haigg!!!” Prookk..prok..prok...prok...
Di Pasukan
Zioner.
“Tembakan
Catapult..!!!” Perintah kapten Zioner.
“Hoiii..!!!”
Krekk...krek...krek...krekk..kreekk...Wuuuiiiikkkk!!! melesatlah batu-batu dari
catapult Zioner.
Wuuussshhhh
bummm..bumm..buumm... “Aaaarrrggggghhh” Pasukan Razor bertumbangan akibat terkena
lemparan batu dari ‘catapult’ Pasukan Zioner
Di pihak Razor.
“Heeiiiiii...Jenderal
Kevin cepat perintahkan Kruppen (Pasukan sejenis Zioner) untuk membalas
tembakan catapult mereka...!!!!” Perintah Raja Arsyan.
“Baik yang
mulia. Kruppen, Tembaakkkk!!!”
“Haiigg.”
Krekk...krek...krek...krekk..kreekk...Wuuuiiiikkkk!!! melesatlah
batu-batu balasan dari catapult Kruppen.
Wuuussshhhh
bummm..bumm..buumm... “Aaaarrrggggghhh”
“Pasukan
odong-odong, tetap dalam formasi kita sudah mendekati musuh !!!”
“haiiiggg.”
“Mereka tetap tak
bergeming CUIH...Jenderal Kevin gerakan Truppen Klinge (Pasukan Infantri utama
sekelas dengan Pasukan Tiberiun) kita dan taruh Truppen Speerwerfer (Pasukan
Pelempar Lembing) diantara mereka.”
“Baik yang
mulia. Pasukan majuu!!!”
“Hoooiii..!!!”
Prookk..prok..prok...prok...
Disaat kedua
pasukan mulai mendekat diselingi oleh hantaman batu catapult Pasukan Centaurion
bergerak mundur.
“Pasukan..!!
mundur...!!” Perintah Jenderal Mahadika.
Prrr...kedebuk...kedebukk..
“Hei hentikan
Kruppen.”
“Baik yang
Mulia. Kruppen hentikan tembakan!!!” Kata Jendera Kevin.
Pihak Vazor pun
turut menghentikan tembakan Pasukan Zionernya.
“Kita sudah
mendekati musuh, tembakkan odong-odong!!!!” Perintah Dukun Shidiq.
Dong..dong...dong...dong...melesatlah
ribuan panah dari senjata odong-odong..
(Karena suara
dari senjata busur ‘dong’ maka pasukan dan senjata tersebut diberi nama
odong-odong)
“Arrgggghhhh.....!!!!!”
Pasukan Razor berjatuhan.
“Heiii cepat
lemparkan lembing kalian!!!!!” Perintah Kapten Razor. Wuuukkkkkkk.......
“Rapatkan perisai!!”
Perintah Dukun Tio.
Duaannnngg..braakkk....
“Arrrggghhhh!!!”
“Pasukan Tombak,
Formasi Phalanx...serangggg!!!!, pasukan odong-odong serang dengan
derajat tinggi.” Perintah Dukun Tio.
“hoooooooo!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Teriak Pasukan Tombak bersemangat.
“Truppen Klinge
buat pertahanan!!! Truppen Speerwerfer, tembak terus!!!” Perintah Kapten Razor.
Pasukan tombak
odong-odong terjatuh dan terlempar akibat hantaman lembing, namun mereka tetap
menyerang dengan tombak mereka yang panjang dan membentuk Formasi Phalanx.
Bruuuaakkk.....dong..dong..dong...trang...trung...tring...
Akibat Tombak
pasukan odong-odong yang panjang, pasukan Razor tidak dapat menyerang mereka
karena jangkauan pedangnya yang pendek.
Dengan mudah
pasukan otok-otok memukul mundur Truppen Klinge dan Truppen Speerwerfer, tombak
mereka bagaikan sebuah tusuk sate yang menusuk hingga 5 orang sekaligus.
“Raja Arsyan,
Truppen Klinge dan Truppen Speerwerfer sudah tidak kuat lagi menahan pasukan
odong-odong itu.” Kata Jenderal Kevin.
“Hmm kalau
begitu perintahkan mereka mundur dan keluarkan pasukan terkuat kita untuk
menghancurkan mereka”
“Baik yang
mulia. Cepat tiup trompet tanda mundur.”
“haigg.”
Tet...tet...tet...tet...tet.tet.tetetetetet
“Hah suara itu,
Truppen Klinge dan Speerwerfer cepat mundur!!!” Perintah Kapten Razor.
Dengan
tergesa-gesa pasukan Razor mundur.
“Hah mereka
mundur Hahahaha...kita menang, kemenangan milik kita!!!” Kata Dukun Tio.
“Wah tak
kusangka pasukan odong-odong kita hebat sekali.” Kata Raja Vanto.
“Tapi jangan
senang dahulu Yang Mulia, sepertinya itu hanyalah taktik mereka.” Sahut
Jenderal Arif.
“Hmm sepertinya
begitu, kita lihat saja kejutan apa yang mereka berikan kepada kita.”
To Be Continued
Jumat, 25 Mei 2012
Three Kingdom Part 15
Di Kerajaan
Amhcar di saat yang bersamaan.
“Huaammm...uuuenaknya
abis tidur siang, wah udah gelap nih saatnya makan malam hahahaha...” Kata Raja
Rico/Adzie.
Tiba-tiba..duuuaaarrrrrr..!!!!
drrtttt!! terjadilah gempa bumi lokal.
Bruuuaakkk kasur
yang dipakai oleh Raja Rico/Adzie pun rusak kdebbuukkk!!
“Addooouuuwww
sakit!!” Rintih Raja Rico/Adzie.
Ia pun segera
bangun dan berlari menuju balkon istana.
“Heiiii pengawal
apa yang terjadi??!!” Teriak Raja Rico/Adzie.
“Sepertinya ada
sebuah meteor menghantam tanah pertanian kita, yang mulia.”
“Hmm kalau
begitu perintahkan prajurit Amhcar untuk mengecek.”
“Baik yang
mulia!” Seru sang pengawal.
Para prajurit
kerajaan yang dipimpin oleh Jenderal Arum dari Amhcar (Isitilah keren : General
Arum of Amhcar) pun segera mengecek penyebab gempa lokal tersebut sambil
membawa obor.
Sesampainya di
tempat kejadian gempa lokal (TKGL).
“Stoppp!!” Seru
Jenderal Arum.
Para prajurit
Amhcar pun tertegun melihat sebuah kawah besar. “Wah ini namanya bencana, kita
akan mati!!” Teriak seorang prajurit histeris.
Prajurit lainnya
pun mulai merasa takut.
“Kalian
tenang!!! sekarang kita ambil batu meteor itu, siapa tahu bisa di manfaatkan.”
Perintah sang Jenderal Arum.
“Ba..ba..baiikk..”
Seru para prajurit.
“Wah ini batu
meteor kok kecil amat?? seperti batu biasa wujudnya?” Tanya seorang prajurit.
“Mana saya tahu
yang penting batu ini kita bawa ke Raja Rico.” Jawab Jenderal Arum.
Sebenarnya batu
itu adalah batu yang dilempar oleh Dukun Tio. Namun akibat pengaruh obat kuat
batu itu terlempar hingga nun jauh ke Kerajaan Amhcar dan mengakibatkan gempa
lokal.
Dan para
prajurit Amhcar pun segera kembali ke istana untuk menunjukan batu meteor
tersebut kepada Raja Amhcar.
“Raja kami
membawa batu meteor yang menyebabkan gempa dan mungkin saja ada manfaatnya
untuk menyerangan Kerajaan Vazor.” Kata Jenderal Arum.
“Hmmm
bagus-bagus, sekarang teliti batu itu dan cari manfaatnya, aku ingin menaklukan
Kerajaan Vazor.”
“Tapi siapa yang
bisa meneliti batu ini, Yang mulia??”
“Hmmm siapa
ya??”
“Saya tahu siapa
yang bisa meneliti batu ini, yaitu penyihir C.A.P, ia adalah penyihir sekaligus
tabib yang hebat di kerajaan ini.” Sahut Putri Raras.
“Hmm...baiklah
anakku, aku turuti saranmu. Sekarang kau antar Jenderal Arum ke penyihir C.A.P.”
“Baik,
Ayahanda.” Jawab Putri Raras.
Putri Raras pun
segera mengantar Jenderal Arum yang membawa batu tersebut ke Penyihir C.A.P.
(Candra Anisa Puspitasari saingannya Dukun Tio).
“Ada apa
malam-malam begini mendatangi saya??” Tanya Penyihir C.A.P.
“Saya minta
bantuannya untuk menerawang batu ini, batu ini berasal darimana dan adakah
manfaatnya?” Tanya Putri Raras. “Hmmm (menggenggam batu tersebut) batu ini
berasal dari padang rumput kerajaan Vazor dan di lempar oleh dukun yang bernama
Tio. Dukun itu mempunyai resep ramuan yang dapat membuat orang menjadi kuat
seperti gajah, aku harus mendapatkan resep ramuan itu!” Kata Penyihir C.A.P.
“Bagaimana
caranya mendapatkan resep itu?”
“Saya masih
belum tau hehehe, yang pasti kalau ingin menghancurkan kerajaan Vazor, kita
harus mendapatkan resep ramuan itu.” Jelas Penyihir C.A.P.
“Hmm..bagaimana
kalau besok kita intai peperangan antara Kerajaan Vazor dan Kerajaan Razor di
perbatasan, siapa tau kita bisa menemukan kelemahan Dukun Tio?” Usul Jenderal
Arum.
“Ide yang bagus
itu, nanti saya akan meminta izin kepada Raja untuk tugas pengintaian ini.”
Sahut Putri Raras.
“Baiklah akan
kupersiapkan pasukan pengintai.”
Putri Rarassegera
memintai Izin kepada Raja Rico/Adzie dan Izin tersebut diberikan oleh Raja
Rico/Adzie.
Keesokan harinya
pasukan pengintai yang dipimpin oleh Putri Raras, Jenderal Arum, dan Penyihir C.A.P.
berangkat menuju perbatasan dimana
terjadi peperangan antara Kerajaan Razor dan Vazor.
To Be Continued
Three Kingdom Part 14
“Haduh...lama sekali mereka,
brrr....keburu mati kedinginan nih...” Kata Dukun Tio.
Akibat tidak sabar menunggu Dukun Shidiq mulai membuat eksperimen-eksperimen aneh lainnya dengan bahan yang ada di sekitarnya.
“Hmm akhirnya bisa membuat bubuk ramuan tolak mati. Ramuan yang bisa membuat orang menghindari kematiannya, terbuat dari akar panu, kutil katak, lumut pohon, dan setetes keringatku. Wah, harus di catat nih biar gak lupa.”
Ia pun mulai mencatat berbagai ramuan yang telah ditemukannya mulai dari ramuan tolak mati, ramuan tolak loyo, ramuan mati rasa, ramuan terima berkah, ramuan pengemis, dan lain-lain di secarik kertas yang ia bawa dan ia teringat bahwa ia membawa resep ramuan kuatnya.
“Waduh kenapa gak dari tadi ya kubuat ramuan kuat ini...hmm (membaca resepnya) ramuan ini terdiri dari kutil kuda, kutil nyamuk, kutil cecak, kutil sapi dan yang terakhir kutilku sendiri. Wah kalau kutil hewannya sih sudah kubawa tapi kutil di tubuhku sudah tidak ada, hah resep ini kok aneh banget, sepertinya harus dicari penggantinya nih. Aha ganti saja dengan keringat, siapa tahu bisa lebih kuat dari pada yang tadi.”
Dukun Tio pun mulai membuat resep ramuan kuatnya yang terdiri dari kutil kuda, kutil nyamuk, kutil cecak, kutil sapi, dan setetes keringatnya sendiri.
Duuaarrr.. “Beh kenapa sih setiap buat ramuan selalu meledak? hah yang penting jadi deh, sekarang saatnya mencoba.”
Ia pun memakan bubuk ramuan kuatnya. Jegleerrr..
Dukun Tio pun berubah menjadi orang kuat.. “Hohohoho..berhasil juga, sekarang akan kucoba menghancurkan pohon ini huahahaha...”
Jeddduuuuukkkkk....!! “Adddoooouuwwww...sakit!!!” Teriak Dukun Tio.
Tiba-tiba pohon yang di pukul oleh Dukun Tio roboh..kkkrrrraaaakkkkk kaboouummmm!!!
“Wahhh berhasil rupanya ramuan kuat ini hahaha. Sekarang aku harus lari ke kemah Raja Vanto..”
Sreeettt...sreettt Dukun Tio mulai mengambil ancang-ancang dan wuuuussshhhhh.....kabummm....gussrraaakkk!!! ia tersandung batu dan terjatuh. “Aaaooouuuuwwww.....setan nih batu!!!” ia pun bangun dari jatuhnya, mengambil batu yang membuat ia tersandung dan melemparnya....ngguuuiiiinnggggg........!!! “Widih jauh amat tuh batunya?? ahh masa bodo lah yang penting sekarang ke perkemahan Raja Vanto dulu.” Pikir Dukun Tio.
Dukun Tio pun mulai mengambil ancang-ancang lagi. Sreeettt...sreettt.....wuuuussshhhhh....nguuuoooongggg....
Ia berlari dan meninggalkan jejak debu yang sangat tebal.
Akibat tidak sabar menunggu Dukun Shidiq mulai membuat eksperimen-eksperimen aneh lainnya dengan bahan yang ada di sekitarnya.
“Hmm akhirnya bisa membuat bubuk ramuan tolak mati. Ramuan yang bisa membuat orang menghindari kematiannya, terbuat dari akar panu, kutil katak, lumut pohon, dan setetes keringatku. Wah, harus di catat nih biar gak lupa.”
Ia pun mulai mencatat berbagai ramuan yang telah ditemukannya mulai dari ramuan tolak mati, ramuan tolak loyo, ramuan mati rasa, ramuan terima berkah, ramuan pengemis, dan lain-lain di secarik kertas yang ia bawa dan ia teringat bahwa ia membawa resep ramuan kuatnya.
“Waduh kenapa gak dari tadi ya kubuat ramuan kuat ini...hmm (membaca resepnya) ramuan ini terdiri dari kutil kuda, kutil nyamuk, kutil cecak, kutil sapi dan yang terakhir kutilku sendiri. Wah kalau kutil hewannya sih sudah kubawa tapi kutil di tubuhku sudah tidak ada, hah resep ini kok aneh banget, sepertinya harus dicari penggantinya nih. Aha ganti saja dengan keringat, siapa tahu bisa lebih kuat dari pada yang tadi.”
Dukun Tio pun mulai membuat resep ramuan kuatnya yang terdiri dari kutil kuda, kutil nyamuk, kutil cecak, kutil sapi, dan setetes keringatnya sendiri.
Duuaarrr.. “Beh kenapa sih setiap buat ramuan selalu meledak? hah yang penting jadi deh, sekarang saatnya mencoba.”
Ia pun memakan bubuk ramuan kuatnya. Jegleerrr..
Dukun Tio pun berubah menjadi orang kuat.. “Hohohoho..berhasil juga, sekarang akan kucoba menghancurkan pohon ini huahahaha...”
Jeddduuuuukkkkk....!! “Adddoooouuwwww...sakit!!!” Teriak Dukun Tio.
Tiba-tiba pohon yang di pukul oleh Dukun Tio roboh..kkkrrrraaaakkkkk kaboouummmm!!!
“Wahhh berhasil rupanya ramuan kuat ini hahaha. Sekarang aku harus lari ke kemah Raja Vanto..”
Sreeettt...sreettt Dukun Tio mulai mengambil ancang-ancang dan wuuuussshhhhh.....kabummm....gussrraaakkk!!! ia tersandung batu dan terjatuh. “Aaaooouuuuwwww.....setan nih batu!!!” ia pun bangun dari jatuhnya, mengambil batu yang membuat ia tersandung dan melemparnya....ngguuuiiiinnggggg........!!! “Widih jauh amat tuh batunya?? ahh masa bodo lah yang penting sekarang ke perkemahan Raja Vanto dulu.” Pikir Dukun Tio.
Dukun Tio pun mulai mengambil ancang-ancang lagi. Sreeettt...sreettt.....wuuuussshhhhh....nguuuoooongggg....
Ia berlari dan meninggalkan jejak debu yang sangat tebal.
Di perkemahan.
“Loh Dukun Tio
kemana?” Tanya Raja Dzaki.
“Waduh..gara-gara
membicarakan strategi perang sampai lupa kalau kami meninggalkan Dukun Tio di
padang rumput.” Jawab Jenderal Mahadika.
“Kalau begitu
kalian jemput dia.”
“Baik yang
mulia.”
Namun Dukun Tio
sudah tiba di perkemahan sambil terengah-engah dan dibelakangnya banyak jejak
debu berterbangan dan tenda-tenda prajurit porak poranda.
“Wah Dukun Tio
udah datang...baru saja kami mau menjemputmu.” Kata Jenderal Mahadika
“Hah lama sekali
kau, aku sampai kedinginan nih...bagaimana rapat strateginya?”
“Hahaha loh kok
tau kalau kita habis membicarakan strategi perang?”
“Ya iya lah
namanya juga dukun.”
“Hei Dukun Tio..!!!”
“Ada apa yang mulia. Sepertinya anda marah?”
“bagaimana tidak
marah, liat tuh belakangmu!!”
Dukun Tio pun
melihat kebelakang dan ia pun terkejut.
“Waouuuwww...tendanya
porak-poranda...hmm baiklah yang mulia, akan saya bereskan tenda-tenda itu.”
Kata Dukun Tio lemas.
To Be Continued
Rabu, 16 Mei 2012
Three Kingdom Part 13
“GALOP INFERNAL
Ce bal est original
d'un galop infernal
donnons tous le signal!
Vive le galop infernal!
Donnons le signal
d'un galop infernal!
Amis, vive le bal!
La la la la la!!!!!!
Dukun Tio pun bernyanyi selagi membuat ramuan anehnya..tiba-tiba duarrr....!!!
Ce bal est original
d'un galop infernal
donnons tous le signal!
Vive le galop infernal!
Donnons le signal
d'un galop infernal!
Amis, vive le bal!
La la la la la!!!!!!
Dukun Tio pun bernyanyi selagi membuat ramuan anehnya..tiba-tiba duarrr....!!!
“Wuaahhhh ngaduknya kebanyakan gara-gara
keasyikan nyanyi....yah muka ane gosong dah...ahhh..sialan....hmm yang penting
ramuannya sudah jadi...” Kata Dukun Tio.
Ia pun segera meminumkan ramuan itu kepada Ksatria Dika dan Arif. “Kok gak ada efeknya sih??? apa ane salah masukin bahannya, coba ahhh kayaknya enak deh..(meminum ramuan aneh itu) Hueeekkk....aneh sekali rasanya tapi hmm kok rasanya beda ya sama ramuan pembangkit nyawa (melihat bahan-bahannya) waduh...bahannya kelebihan satu yaahhh ini mah bukannya jadi ramuan pembangkit nyawa malah jadi ramuan kuat.” Kata Tio dalam hatinya.
Ia pun segera meminumkan ramuan itu kepada Ksatria Dika dan Arif. “Kok gak ada efeknya sih??? apa ane salah masukin bahannya, coba ahhh kayaknya enak deh..(meminum ramuan aneh itu) Hueeekkk....aneh sekali rasanya tapi hmm kok rasanya beda ya sama ramuan pembangkit nyawa (melihat bahan-bahannya) waduh...bahannya kelebihan satu yaahhh ini mah bukannya jadi ramuan pembangkit nyawa malah jadi ramuan kuat.” Kata Tio dalam hatinya.
Tapi Dukun Tio kaget karena ramuan itu
berhasil membangkitkan nyawa Ksatria Dika dan Ksatria Arif. “Wihhh ...ramuannya
berhasil....horayyy...!!!!” Teriak Dukun Tio.
“Hah...saya hidup kembali...!!!” Teriak
Ksatria Arif. “Yayayayaya...tapi kok rasanya ada yang aneh ya dimulutku???”
Tanya Ksatria Dika. “Ahhh sudahlah jangan dipikirkan sekarang kita susul Raja
Vanto dan para pasukan di Perbatasan Razor-Vazor.” Jawab Dukun Tio.
“Hahh..emang ada apa Raja Vanto ke perbatasan??” Tanya Arif. “Kita akan
berperang dengan Kerajaan Razor karena mereka telah menculik Putri Vidyani.”
Jelas Dukun Tio. “Kalau begitu ayo kita susul mereka.” Sahut Ksatria Dika.
Lalu mereka bertiga segera menuju ke
kandang kuda.
“Loh kemana kudaku??” Tanya Ksatria Dika. “Mana kutahu mungkin dibawa sama Raja Vanto kali...” Jawab Arif asal. “Bagaiman kalau kita lari saja??” Usul Dukun Tio. “Aaahhhh gewla...dari sini ke perbatasan kan jauh, pake kuda aja butuh setengah hari..” Sahut Ksatria Dika. “Tenang saja berkat ramuan kuatku kita tidak akan kelelahan walaupun lari selama dua hari nonstop.” Jelas Dukun Tio. “Wahh..keren juga tuh, ayo...”Kata Ksatria Dika. “Ok pada abal-abal...”Kata Dukun Tio. “Aba-aba kali bukan abal...” Potong Ksatria Dika. “Owh iya...pada aba-aba yg ketiga kita lari sama-sama...1..2...3....yak...!!!”
“Loh kemana kudaku??” Tanya Ksatria Dika. “Mana kutahu mungkin dibawa sama Raja Vanto kali...” Jawab Arif asal. “Bagaiman kalau kita lari saja??” Usul Dukun Tio. “Aaahhhh gewla...dari sini ke perbatasan kan jauh, pake kuda aja butuh setengah hari..” Sahut Ksatria Dika. “Tenang saja berkat ramuan kuatku kita tidak akan kelelahan walaupun lari selama dua hari nonstop.” Jelas Dukun Tio. “Wahh..keren juga tuh, ayo...”Kata Ksatria Dika. “Ok pada abal-abal...”Kata Dukun Tio. “Aba-aba kali bukan abal...” Potong Ksatria Dika. “Owh iya...pada aba-aba yg ketiga kita lari sama-sama...1..2...3....yak...!!!”
Mereka bertiga berlari meninggalkan Kota
Vazor dan menuju Perbatasan Razor-Vazor tanpa disadari mereka berlari bagaikan
badai dan memporak porandakan kota Vazor.
Nggguooooooonnggggg......!!!!!!!!!!!!!!!!
“Hei...hei kok kita melambat??” Tanya Dika.
“Aku tidak tahu..” Dukun Tio mengangkat bahunya.
“Haduh...gimana dong jarak kita dari pasukan Raja masih jauh ini..” Sahut Arif.
“Oh iya baru ingat, Dukun Tio kan pernah memberikan sebuah peluit pemanggil kuda, kalau ditiup bakal datang kuda kesayangan kita. Sejauh apapun jaraknya pasti akan datang....” Jelas Dika.
“Iya saya tahu itu..cepat kau tiup peluitnya.” Potong Dukun Tio.
Dika pun meniup peluitnya dan dengan sekejap datanglah kuda kesayangan Dika dan Arif.
“Loh kok cuma dua yang datang??”
“Ini peluit kan cuma bisa memanggil kuda milik kami berdua saja.” Jelas Dika kepada Dukun Tio
Mereka berdua pun menaiki kudanya.
“Hei..hei..saya naik apa dong??” Tanya Dukun Tio.
“Eh iya ya, kalau kudaku gak mungkin di naiki dua orang soalnya kamu berat, Yo. Eh kau saja, Rif yg naik berdua sama Dukun Tio.”
“Eh enak saja, ini kuda juga kasian kalau di naiki berdua.” Arif menggelengkan kepalanya.
“Ya sudahlah kamu tunggu disini aja nanti kita jemput lagi sambil membawa 1 kuda.” Kata Dika.
“Hmm baiklah...” Dukun Tio pun menyerah dan ditinggallah ia di tengah-tengah padang rumput yang begitu luasnya.
Dibawah sinar matahari yang mulai tenggelam dan langit yang memerah ia menunggu mereka berdua di atas batu.
Kedebuk...kdebuk..kdebuk..prrr....
Akhirnya kedua Ksatria itu sampai di perkemahan dimana para Prajurit Vazor beristirahat dan menunggu esok hari untuk berperang.
“Kami ingin bertemu dengan raja.” Kata Dika kepada pengawal raja. “Tunggu sebentar.” Sang pengawal pun masuk ke dalam tenda Raja Vanto.
“Raja, Panglima perang kita telah datang!” Seru pengawal raja.
“Suruh mereka masuk.”
“Baik yang mulia.” Si pengawal pun keluar dari tenda dan mempersilakan kedua Ksatria itu masuk.
Di dalam tenda kedua ksatria itu mulai membicarakan strategi perang dengan Raja Vanto dan lupa dengan Dukun Tio yang ditinggal sendirian di tengah hamparan padang rumput yang luas, gelap dan dingin.
Selasa, 15 Mei 2012
Three Kingdom Part 12
Akhirnya Ksatria
Kevin beserta beberapa prajurit berkudanya menuju celah Khuber.
Di waktu yang
bersamaan didepan istana Bogor eh salah Vazor.
“Bolehkah saya minta
tolong??” Tanya Raja Vanto. “Silahkan yang mulia.” Jawab Dika. “Seperti biasa,
antarkan adik tiri saya ke celah Khuber.” Perintah Raja Vanto. “Baik yang
mulia. Ayo Rif.” Kata Dika. “Ok..” Sahut Arif.
Mahadika, Arif,
dan Putri Vidyani pun berkuda menuju celah Khuber (Khuber pass (harusnya Khyber
pass)).
Bagi kedua
ksatria dan sang Putri ini adalah perjalanan yang sangat menyenangkan. Seperti
biasa sang Putri tak henti-hentinya membicarakan betapa indahnya pemandangan di
perjalanan. “Wah indahnya pohon itu, wah blablablablablabla................” Kata
Putri Vidyani. “Haduh ini putri kenapa sih tidak bisa diam, dari dulu hingga
saat ini dan sejak dari Kota Vazor hingga sekarang masih aja ngoceh??” Bisik
Dika. “Ahh sudah lah namanya juga putri bawel.” Balas Arif sambil berbisik.
Sesampainya di
celah Khuber pass mereka pun beristirahat menunggu sore hari, sayangnya mereka
diserang oleh pasukan yang dipimpin oleh Ksatria Kevin.
Trang...tring...trung.....
Terjadilah duel
antara Ksatria Vazor melawan Ksatria Razor (Putri Vidyani juga ikut bertarung
loh).
Akibat kalah
jumlah kedua Ksatria Vazor itu pun kalah dan mati sedangkan sang putri
tertawan. “Hauhauhauhau....akhirnya kalian mati juga, sudah kutunggu-tunggu
hari istimewa ini..hauhauhau...” Kata Ksatria Kevin.
Ksatria Kevin
membawa Putri Aprilia ke Kota Razor.
Selama di perjalanan sang putri tidak
henti-hentinya mengoceh hingga membuat para Ksatria Razor kesal dan menyumpal
mulutnya. Namun tanpa disadari Kuda para Ksatria Vazor menyeret kedua Ksatria
Vazor tersebut kembali ke Kota Vazor.
Sesampainya di kota Razor, di dalam
Istana.
“Raja Arsyan saya telah membawa Putri Vidyani!!!!” Teriak Ksatria Kevin. “Ohh..bagus..bagus tapi kenapa mulutnya disumpal??” Tanya Raja Arsyan. “Suaranya itu loh yang mulia, bisa memekakan telinga.” Jawab Ksatria Kevin. “Ahh...masa, coba kamu lepasin sumpalannya.” Perintah Raja Arsyan. “Hmmm baiklah kalau raja tidak percaya (melepas sumpalannya Putri Vidyani).”
“Aaaaaaaaaaaaa........dasar kalian tak tahu diri, berani-beraninya menculik saya...kakakku tidak akan membiarkan kalian hidup, sebentar lagi kalian akan binasaaaaaaaaaaaaa.......!!!!!!!!!!” Teriak Putri Vidyani. “Aaa...cepat sumpal lagi mulutnya.....!!!(kedubrak)” Teriak Raja Arsyan.
Ksatria Kevin segera menyumpal mulutnya.
“Haduh...Raja Arsyan sampai pingsan gara-gara mendengar teriakan putri ini. Pengawal!!!bawa putri ini ke ruang bawah tanah.” Perintah Ksatria Kevin. “Baik.” Sahut seorang pengawal kerajaan. “Bagaimana ini caranya membangunkan raja???......(Galon aqua jatuh ke atas kepalanya Kevin..duangg..!!)Haduh...aha disiram pake air...” Kata Ksatria Kevin.
Ia pun segera menyiram air dari galon aqua yang diberikan oleh penulis ke Raja Arsyan byurrr..... “Huah..banjir..banjir....hah..hah...apa yang terjadi...??” “Raja tadi pingsan setelah mendengar teriakan Putri itu. Oh iya, pasukan kita telah siap untuk dibawa ke perbatasan Razor-Vazor.” “Owh...hah..hah.....ya sudah tunggu apalagi sekarang kita pimpin pasukan ke perbatasan Razor-Vazor.” “Baik.”
Di luar istana. “Sekarang lah saatnya kita membalas kekalahan kita terhadap Kerajaan Vazor, kita akan bawa mereka ke pertempuran terbuka di perbatasan Razor-Vazor. Maju Jalan!!!!!!”Kata Raja Arsyan “Haig..!!”
Prok..prok... Prokk..prok..prokk...kdebuk...kdebuk...kdebuk...jreeekkk....
Di Kota Vazor di dalam istana di saat yang bersamaan. “Hah....sepertinya aku punya firasat buruk.” Kata Dukun Tio. “Raja...!!!!!!!!!!!!!!!!!! kedua panglima kita telah pulang dalam keadaan sekarat, sekarang mereka ada di balai pengobatan.” Teriak seorang prajurit. “Tuh kan.” “Hah...udah jangan banyak bicara, sekarang kita ke balai pengobatan.” Kata Raja Vanto.
Sesampainya di balai pengobatan.
“Apa yang terjadi??” Tanya Raja Vanto. Kaa.....mii.......Ekkkhhh (meninggal dunia).”Rintih Ksatria Dika. “Yah nih orang cepet amat matinya??? gak tahan banting..ckckckc...”Sahut Dukun Tio. “Kan masih ada si Arif.” “Oh iya ya..” “Apa yang terjadi, Rif??” Tanya Raja Vanto kepada Arif. “Ekkhhh (meninggal dunia)..” “Ya elah yang ini malah ikut-ikutan nyusul..ckcckckkc..bila ku mati kau juga mati dah.... ” Sahut Dukun Tio lagi. “Hah elah dasar ksatria kok abal semua...dan sekarang ada dimana adik tiri saya !!!??? (Sambil menggoncang-goncangkan tubuh Ksatria Dika yang sudah gugur)” Raja Vanto mengamuk.
“Raja!!!!!!!!!!!!!!” Teriak seorang prajurit.
“Ada apa lagi ini hah???!!” “Kami melihat pergerakan Pasukan Razor yang
dipimpin Raja Arsyan menuju perbatasan Razor-Vazor.” “Apa!!!, kalau begitu
cepat persiapkan pasukan kita.” Perintah Raja Vanto. “Baik yang mulia.” Sahut
sang prajurit. “Raja Arsyan saya telah membawa Putri Vidyani!!!!” Teriak Ksatria Kevin. “Ohh..bagus..bagus tapi kenapa mulutnya disumpal??” Tanya Raja Arsyan. “Suaranya itu loh yang mulia, bisa memekakan telinga.” Jawab Ksatria Kevin. “Ahh...masa, coba kamu lepasin sumpalannya.” Perintah Raja Arsyan. “Hmmm baiklah kalau raja tidak percaya (melepas sumpalannya Putri Vidyani).”
“Aaaaaaaaaaaaa........dasar kalian tak tahu diri, berani-beraninya menculik saya...kakakku tidak akan membiarkan kalian hidup, sebentar lagi kalian akan binasaaaaaaaaaaaaa.......!!!!!!!!!!” Teriak Putri Vidyani. “Aaa...cepat sumpal lagi mulutnya.....!!!(kedubrak)” Teriak Raja Arsyan.
Ksatria Kevin segera menyumpal mulutnya.
“Haduh...Raja Arsyan sampai pingsan gara-gara mendengar teriakan putri ini. Pengawal!!!bawa putri ini ke ruang bawah tanah.” Perintah Ksatria Kevin. “Baik.” Sahut seorang pengawal kerajaan. “Bagaimana ini caranya membangunkan raja???......(Galon aqua jatuh ke atas kepalanya Kevin..duangg..!!)Haduh...aha disiram pake air...” Kata Ksatria Kevin.
Ia pun segera menyiram air dari galon aqua yang diberikan oleh penulis ke Raja Arsyan byurrr..... “Huah..banjir..banjir....hah..hah...apa yang terjadi...??” “Raja tadi pingsan setelah mendengar teriakan Putri itu. Oh iya, pasukan kita telah siap untuk dibawa ke perbatasan Razor-Vazor.” “Owh...hah..hah.....ya sudah tunggu apalagi sekarang kita pimpin pasukan ke perbatasan Razor-Vazor.” “Baik.”
Di luar istana. “Sekarang lah saatnya kita membalas kekalahan kita terhadap Kerajaan Vazor, kita akan bawa mereka ke pertempuran terbuka di perbatasan Razor-Vazor. Maju Jalan!!!!!!”Kata Raja Arsyan “Haig..!!”
Prok..prok... Prokk..prok..prokk...kdebuk...kdebuk...kdebuk...jreeekkk....
Di Kota Vazor di dalam istana di saat yang bersamaan. “Hah....sepertinya aku punya firasat buruk.” Kata Dukun Tio. “Raja...!!!!!!!!!!!!!!!!!! kedua panglima kita telah pulang dalam keadaan sekarat, sekarang mereka ada di balai pengobatan.” Teriak seorang prajurit. “Tuh kan.” “Hah...udah jangan banyak bicara, sekarang kita ke balai pengobatan.” Kata Raja Vanto.
Sesampainya di balai pengobatan.
“Apa yang terjadi??” Tanya Raja Vanto. Kaa.....mii.......Ekkkhhh (meninggal dunia).”Rintih Ksatria Dika. “Yah nih orang cepet amat matinya??? gak tahan banting..ckckckc...”Sahut Dukun Tio. “Kan masih ada si Arif.” “Oh iya ya..” “Apa yang terjadi, Rif??” Tanya Raja Vanto kepada Arif. “Ekkhhh (meninggal dunia)..” “Ya elah yang ini malah ikut-ikutan nyusul..ckcckckkc..bila ku mati kau juga mati dah.... ” Sahut Dukun Tio lagi. “Hah elah dasar ksatria kok abal semua...dan sekarang ada dimana adik tiri saya !!!??? (Sambil menggoncang-goncangkan tubuh Ksatria Dika yang sudah gugur)” Raja Vanto mengamuk.
Teng...teng..teng..teng..(suara bel tanda prajurit Vazor harus bersiap-siap perang)
“Hmmm...pasti Raja Arsyan yang menculik Putri Vidyani.” Kata Dukun Tio. “Sepertinya begitu..kita tidak mungkin memimpin pasukan kita tanpa para panglima perang ini..” Sahut Raja Vanto. “Raja tenang saja saya bisa membangkitkan mereka dengan ramuan saya.” Kata Dukun Tio. “Ramuan apa itu???” Tanya Raja Vanto. “Ramuan kutil pembangkit nyawa hehehe....ramuan ini terdiri dari kutil kuda, kutil nyamuk, kutil cecak, kutil sapi dan yang terakhir kutil saya sendiri...” Jawab Dukun Tio. “Ya sudah sana cepat buat ramuan aneh itu, saya akan memimpin pasukan ke perbatasan.” “Ok yang mulia..oh iya yang mulia Pasukan Odong-odong saya harus berada di garis terdepan dari pasukan lainnya karena mereka dengan pimpinan saya akan maju terlebih dahulu.” Sahut Dukun Tio. “Ya....” Sahut Raja Vanto. “Hmmm..sebenarnya saya bingung apa yang dia bicarakan tapi biarlah yang penting pasukan odong-odong harus berada di garis terdepan.” Kata Raja Vanto dalam hatinya.
Raja Vanto pun segera memimpin pasukannya menuju perbatasan Vazor sedang kan Dukun Tio membuatkan ramuan kutil pembangkit nyawa itu untuk menghidupkan kembali nyawa kedua Ksatria Dzazor.
Three Kingdom Part 11
Dua jam kemudian. “Hah pemilihan sudah
selesai, sekarang kita lihat hasilnya.” Kata Raja Vanto. “Hmm....yap hasilnya
rakyat Baby Hui memilih menetap, mulai sekarang mereka menjadi Rakyat Vazor.”
Jelas Dukun Tio. “Cepat amat ngitung hasilnya??” Tanya Ksatria Dika. “Dukun
gitu loh..ini mah enteng.”Jawab Dukun Tio.
Ilustrasi Pasukan 'Calisto'
Ilustrasi Pasukan 'Centaurion'
Ilustrasi Pasukan 'Lexcron'
Ilustrasi Pasukan 'Schutze'
Ilustrasi Pasukan 'Tiberiun'
Ilustrasi Pasukan 'Zioner'
Ilustrasi Pasukan 'Militia'
Selama 5 tahun
Kerajaan Vazor membangun pasukan dan kotanya.
Kemudian
terbentuklah 3 kerajaan yang sangat kuat yaitu Kerajaan Baby Hai yang berganti
nama menjadi Razor dengan Raja Arsyan di Timur dengan Kota Bentengnya, Exortus,
Kerajaan Vazor dengan Raja Vanto di Selatan dengan Kota Bentengnya, Austrum dan
Kerajaan Amhcar di Utara dengan Raja Rico yang telah dirasuki oleh Adzie The
Almarhum dengan Kota Bentengnya, Aquilonem.
“Yang mulia saya
sudah membuat nama-nama baru bagi pasukan kita, ini daftarnya (memberikan
sebuah gulungan).”Kata Dika.
Calisto
(Kavaleri Raja)
Pemimpin : Raja
Vazor
Anggota :
Keluarga Raja Vazor
Jenis : Kavaleri
berat
Senjata :
Tombak, pedang, perisai, dan sangat-sangat terlindungi
Centaurion
(Kavaleri pengawal raja/kavaleri pemanah)
Pemimpin :
Panglima perang (Mahadika)
Anggota : Orang
terhormat/Bangsawan
Jenis : Kavaleri
berat
Senjata :
Tombak, pedang, perisai, busur, anak panah dan sangat-sangat terlindungi
Lexcron
(Kavaleri utama)
Pemimpin :
Panglima perang (Arif)
Anggota : Rakyat
Vazor
Jenis : Kavaleri
menengah
Senjata :
Tombak, pedang, perisai, dan lumayan terlindungi
Schutze (Pasukan
pemanah)
Pemimpin :
Panglima perang (Dimas)
Anggota : Rakyat
Vazor
Jenis :
Infanteri pemanah
Senjata : Busur,
anak panah, dan pedang
Tiberiun (Infanteri
utama)
Pemimpin :
Kapten
Anggota : Rakyat
Vazor
Jenis :
Infanteri berat
Senjata :
Pedang, perisai, lembing dan sangat-sangat terlindungi
Zioner (Pasukan
zeni/medis)
Pemimpin :
Kapten
Anggota : Rakyat
Vazor
Jenis : Pasukan
bantuan/pasukan pembuat mesin perang
Senjata :
Pedang, Trebuchet, peralatan medis (perban dan obat-obatan) dan tidak
terlindungi
Militia (pasukan
milisi)
Pemimpin :
Kapten
Anggota :Rakyat
Vazor yang tinggal di desa yang berada dibalik Hutan Babi
Jenis :
Infanteri ringan
Senjata :
Pedang, perisai, dan lumayan terlindungi
Odong-odong army
(Infanteri keberatan)
Pemimpin : Dukun
(Tio)
Anggota : Rakyat
Vazor
Jenis :
Infanteri keberatan bawaannya
Senjata :
Pedang, Tombak sepanjang 2 meter, lembing, odong-odong, perisai, busur, anak
panah dan lumayan terlindungi
Setelah membaca
gulungan tersebut Raja Vanto terlihat kebingungan. “Ada apa yang mulia??” Tanya
Dika. “Hmm...sebenarnya Odong-odong army itu apa ya???” Tanya balik Raja Vanto.
“Owh itu pasukan yang dibentuk oleh Dukun Tio, saya sendiri juga tidak tahu apa
itu senjata odong-odong.” Jawab Dika.
“Yah masa gitu aja gak tau.” Sahut Dukun Tio. “Emang apaan sih odong-odong itu???” Tanya Arif. “Ada deh.” Jawab Dukun Tio.
“Yah masa gitu aja gak tau.” Sahut Dukun Tio. “Emang apaan sih odong-odong itu???” Tanya Arif. “Ada deh.” Jawab Dukun Tio.
*Sebenarnya
senjata Odong-odong itu adalah sebuah Crossbow.
Sekarang kita
beralih ke Kerajaan Razor....
“Huahahahahahaha...I’m
King of the world, sekarang saya akan membalas kekalahan saya ke Kerajaan
Vazor, Ksatria Kevin tolong jelaskan strategi untuk menghancurkan kerajaan Vazor
yang telah kau buat.” Perintah Raja Arsyan. “Baik, seperti yang telah kita ketahui
(pidato nih). Kerajaan Vazor memiliki kota benteng yang sangat kuat, temboknya
sangat sulit untuk dihancurkan dengan trebuchet. Dengan strategi pengepungan
juga sangatlah tidak menguntungkan karena mereka memiliki mata air tersendiri
di dalam kota, yang lebih mengerikan lagi mereka masih punya pasukan di balik
rimbunnya Hutan Babi. Pasukan ini disebut pasukan milisi atau gerilyawan, jika
kita mengepung mereka mungkin saja saat malamnya justru kita yang diserang oleh
pasukan milisi. Saran saya lebih baik bawa mereka ke pertempuran terbuka.”
Jelas Ksatria Kevin. “Hmmm....tapi bagaimana caranya membawa mereka ke pertempuran
terbuka??” Tanya Raja Arsyan. “Hmmm....nah itu dia, saya sampai sekarang pun
masih memikirkan caranya...” Jawab Ksatria Kevin. Mereka berdua pun berpikir,
hingga satu minggu lamanya.
“(Muncul
Petromak diatas kepalanya Kevin)Aha....Raja Vanto mempunya adik tiri, kalau
tidak salah namanya Putri Vidyani......”
“Terus kita
culik itu putri??” Potong Arsyan. “Yap betul sekali.” “Tapi bagaimana
caranya??” “Hmm...................................(Petromaknya jatuh ke
kepalanya Kevin) Haduh.....aha Putri itu selalu berkuda ke perbatasan Khuber
pass setiap sore hari hanya untuk melihat Matahari tenggelam di puncak Kheber,
nah di saat itulah kita tangkap dia, ketika sang putri telah tertawan kita
harus segera mengirim pasukan kita ke perbatasan Razor-Vazor. Bagaimana? bagus
kan ide saya, yang mulia??” “Hmmm....pintar juga kau, baiklah segera pimpin
pasukan ke celah Khuber dan saya akan mempersiapkan pasukan, sebentar lagi
sudah mau sore mungkin Putri itu sedang dalam perjalanan.” Perintah Raja Arsyan.
“Baik yang mulia...” Sahut Ksatria Kevin.
Langganan:
Postingan (Atom)