“Hahahaha kalian tertipu.” Katanya lagi.
Aku tak mengerti maksud dari perkataannya
“Hey apakah itu kau Rilinskiy?!” Tanya Rutlinskiy
“Tentu saja hahahaha…”
Orang itu segera menghampiri kami bertiga.
“Hei perkenalkan ini namanya Rilinskiy.” Kata Kharlinskiy.
Kami berdua berjabat tangan.
“Leonov..”
“Rilinskiy..”
Rilinskiy! itu dia nama saudara yang ketiga hahahaha yap mereka tiga bersaudara seperti apa yang kubilang, diantara ketiganya Rilinskiy memiliki tubuh yang mungil hehehe..
Ketiga wanita bersaudara itu merupakan penembak jitu yang handal, kulihat Rilinskiy menggunakan senjata sniper Arctic Warfare Magnum (AWM) tentunya dengan peredam suara.

“Ayo ikut aku..” Kata Rilinskiy.
“Kemana ?” Tanyaku.
“Kemana….kemana..kemana~ ya ke pondokku lah, kalian mau tinggal di tempat yang sangat dingin ini?”
“Ohh hahaha tidak tidak..”
Aku bingung lagu apa tadi yang dinyanyikan oleh Rilinskiy tetapi suaranya cukup merdu.
Kami segera menuju pondok Rilinskiy
Sesampainya di dalam pondok aku segera mendekatkan diriku di api unggun..
“Ahh akhirnya hangat juga hehehe.”
“Hey ayo kita makan..” Ajak Rilinskiy.
Kami berempat segera berkumpul di meja berbentuk segi empat diatasnya sudah tersedia pie apple dan secangkir teh hangat hmm nikmatnya dan kalau dilihat-lihat pondok ini ternyata cukup nyaman juga untuk ditinggali.
“Selamat makan..” Kataku
Dengan lahap kumakan pie apple yang sangat lezat ini.
Selesai makan Kharlinskiy membuka pembicaraan tentang Ekaterina dan lainnya.
“Rilinskiy apa kau tahu dimana Ekaterina dan yang lainnya saat ini?”
“Kemarin mereka menginap disini dan tadi pagi sekitar jam setengah empat pagi mereka menuju tempat dimana mereka akan membunuh ‘mangsa’ nah disaat itu pula aku melihat kalian terjun dari pesawat namun mereka tidak menghiraukan jadi mereka tetap berjalan menuju tempat itu tapi aku menunggui kalian sebab aku tahu dari seorang informan bahwa kalian akan datang kesini.”
“Ohh begitu..”
Hmm sepertinya yang dimaksud informan itu ialah Zelanya.
“Kalau begitu ayo kita susul mereka.” Ajakku bersemangat.
“Baik lah, eh tunggu HP Ekaterina tertinggal tolong dibawa ya…”
Rilinskiy memberikan HP Ekaterina kepada ku.
Kami mulai menyusuri hutan pegunungan Alpen dimana terlihat pemandangan yang sangat indah di sini, pemandangan yang tak pernah kulihat sebelumnya..
Sudah 30 menit kami menyusuri hutan ini..
“Hmm sebentar lagi kita akan melihat jalan menuju perbatasan Itali-Swiss jadi waspadalah.” Rilinskiy memperingati kami.
To Be Continued

Tidak ada komentar:
Posting Komentar