Dsssyyyuuuu….!!!dssyyyuu!!! Duauaaarrr!!!..duarrr!!!blarrr!!!duaarrr!!!
Mobil-mobil pengiring konvoi itu hancur terbakar terkena tembakan kan gencar kami serta Ekaterina dan Vasily yang berada di seberang hingga menyisakan dua escalade dan limousine tersebut. Kulihat Ilvano mencari-mencari arah tembakkan kami dengan sangat tenang sekali, terlihat dari wajahnya yang tidak ada rasa takut sama sekali.
“Sial dia menemukanku!!!”
Duuuaarrrr… Ilvano menembaki ku namun seakan-akan semuanya begitu lambat hingga aku bisa melihat lintasan peluru itu dan menghindarinya..
Dug…duugg..duugg..jantungku berdetak dengan cepatnya, adrenalinku meningkat..semuanya serasa begitu sunyi..ngguuiiinnnnggg…
“Hah, sial hampir saja!!”
Dssyyyuuuu..!!!ckreeekkk kubalas tembakannya..
“Arrggghhh meleset!!!”
“Hey Rilinskiy, Rutlinskiy, dan Kharlinskiy kalian tembak mobil limousine itu, aku akan mengatasi Ilvano!!!”
Dssyyyuu..dssyyuuu…!!!
Entah kenapa tembakan ku dan tembakan Ilvano selalu meleset mengenai target mungkin karena situasi nya yang sudah sangat kacau di sertai dengan asap tebal yang menyelimuti sekitar membuat konsentrasi dan pandangan kami agak kabur.
“Leonov!! Limousine itu anti peluru, kita tidak dapat menembusnya bahkan dengan kaliber 12,7 milimeter ini!!” Kata Kharlinskiy.
“Tembak terus hingga peluru terakhir, aku tak tahu lagi harus bagaimana yang penting mereka terpojok!!”
Dssyyyuuuu!!!ckreeekkk..
Kucoba menembaki tangki bahan bakar escalade itu namun anti peluru juga...
“Sial kenapa bisa begini!!!
Wuuusssshhhhh!!!! Wwwuuusshhh!!! Wuuussshhh!!!! Dduuuuaarrrr!!! Blaarr..!!duaarr..dduuuuaarrr….!!!
“Wwwoooaaahhhh siapa itu yang menembakkan RPG ?!!” Tanyaku.
“Aku tidak tahu Leonov tapi yang pasti mereka semua tewas dengan sangat nyaman..” Jawab Rilinskiy
Lalu aku segera jalan ke arah konvoi yang terbakar itu untuk melihat keadaan.
Aku berdiri di tengah-tengah konvoi yang terbakar sambil menaruh VSSK ku di atas bahu dan tangan kiri berkacak pinggang. Dari balik asap itu kulihat Ekaterina dan Vasily datang dari arah seberang dengan posisi yang cukup berjauhan lalu saling bertemu, hmm sepertinya Vasily berbicara kepada Ekaterina tapi aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan dan Vasily tersandung...
“Huahahaahaha....”
Aku yang melihat itu tidak bisa menahan tawa, jatuhnya cukup mengesankan sekali layaknya penari balet hahaha..
Ekaterina terlihat tetap berjalan meninggalkan Vasily yang terjatuh..
“Apa yang kalian lihat hah??!!!” Teriak Vasily..
“Tidak ada!! Hahaha..” Kataku
Segera Vasily bangkit dan menyusul Ekaterina..
Lalu Andrey dan Elena datang dari arah samping kiri sedangkan Linskiy bersaudara mengikutiku di belakang.
“Wah Leonov!!! Terima kasih telah membantu kami, berkat dirimu aku dan Andrey tidak menjadi sasaran Ilvano!”
“Hahaha sama-sama Elena. Hmm maaf kan aku meninggalkan kalian di Novossibirsk.”
“Tidak apa-apa yang penting saat ini kamu berada disini membantu kami.”
“Oh iya Ekaterina, ini HP mu tertinggal di pondok Rilinskiy…”
“Wah terima kasih Leonov tadi aku sempat panik mencari-cari HP ku untung saja tidak hilang..” Kata Ekaterina sambil melirik Vasily yang sedari tadi melihatku dengan sinis.
“Hei ayo kita kembali ke pondok sebelum pihak berwajib menghampiri kita..” Ajak Rilinskiy.
“Wah benar juga ayo!!” Sahut ku.
Kami kembali berjalan menyusuri hutan pegunungan Alpen. Andrey, Elena, Vasily, dan Ekaterina bencengkerama dengan pasangan mereka masing-masing dengan sangat mesra sekali, Linskiy bersaudara juga bercengkerama sepertinya mereka bernostalgia tentang masa lalu mereka, sedangkan aku? Sendirian tidak ada yang mengajak ku berbicara, kutundukkan saja kepalaku sambil berjalan daripada panas melihat para kekasih itu..
“Leo Aww…!!!!”
Buukkk…!!! Krossaaakk!!!
“Adaawwww…!!”
Aku menabrak pohon yang cukup besar dan terjatuh..
“Kenapa kalian tidak memperingatkanku?!”
“Tadi aku sudah memperingatkan mu tapi dirimu yang tidak menghiraukan.” Kata Rilinskiy.
“Hahahahaha..hahahah..” Semuanya tertawa melihat kecerobohanku.
“Huh siaall!!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar