Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Sabtu, 24 Desember 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 9


“Aku hitung sampe tiga dan kita tarik sama-sama, sepertinya ini sudah benar-benar membeku...”Kataku
“Pada hitungan yang ke tiga atau yang...”
“Yang mana aja boleh lah udah pokoknya tarik saja..”
Sreeetttt...buuukkk...
“Arrgghh kau merobek jaketku!!” Teriakku
“Uppss maafkan aku Leonov...”
Sreeetttt.....kurobek juga jaket Andrey.
“Nah sekarang kita impas...”
“Leonov ini kan jaket pemberian Elena dan jaketmu juga pemberian dari Elena kan?”
“Eh iya juga! Wah bisa diamuk kita terutama kau hahaha..”
“Enak saja..kau lah..”
“Ahh sudah-sudah lupakan saja sekarang kau bantu aku membuka pintu mobilku!”
“Ok..”
“Satu...dua..tigaa....”
Klaaaakkk......buukkkk!!!
“Nahh hahahaha akhirnya terbuka juga hahahaha..”
“Iya Leonov kau enak sekali menimpaku, sakit punggungku..”
“Hehehe maaf-maaf pembalasan juga karena kau telah merobek jaket tebalku.”
“Tapi kau sudah merobek jaketku!”
“Ohh berarti dua satu hahahaa...”

Aku segera masuk ke dalam Lamborghini ku dan mengambil kunci di balik pelindung matahari dan Andrey pun juga kembali menuju mobilnya sendiri.
Ckrreeekkk..breemm..bremmm..
“Leonov jangan lupakan Walkie Talky mu!” Andrey melemparkan Walkie Talky dari jendela mobil dan langsung kutangkap.
“Terima kasih, Andrey.” Kata ku lewat Walkie Talky.
Ruuuooonngggg...!!!! Ckiiiiiitttt!!!!
“Hey Leonov apa yang kau lakukan hah?! Seenaknya saja kau berhenti mendadak!” Kata Andrey melalui Walkie Talky.
Andrey sepertinya terkejut karena aku mengerem mobilku dengan sangat mendadak..
“Itu! asap itu sepertinya berasal dari pondok Rilinskiy..” Jawabku penuh tanda tanya pula.
“Hahahaha jangan bercanda, Leonov. Tapi, Elena....!!!!!”
Nguiiiinnggggg....kresseekk..cssss...
“Arrgghhh teriakan Andrey membuat telingaku pengang! Dan walky talkie ku belum apa-apa sudah rusak gini ckckckc..sial!”
Ngguuuooooonnnggggg....!!!!!!
Dengan secepat kilat Andrey memacu mobilnya untuk mencari tahu apa yang terjadi disana dan aku turut menyusulnya.
Nggguuuuooonnngg....!!!
Sampai di pondok Rilinskiy yang kami lihat hanyalah runtuhan pondok itu..
“Elena!! Dimana kau?! Elena!!” Jeritan Andrey membuat suasana yang hening itu menjadi mengharukan...
Dia mencari Elena di reruntuhan itu dan aku juga mencari saudara nya serta Linskiy bersaudara namun kami tak dapat menemukan jasad mereka dimana-mana, dapat kusimpulkan bahwa mereka telah di culik dan pondok itu dibakar dengan sengaja.
Tikk..tikk..tikk...
“Andrey sepertinya ada bom disini! Cepat lari..!!!!!”
Duuuuuaaaarrrr....!!!! Buukkk...klontangg..
“Hah... hah... untung saja kita dapat menghindarinya..” Katanya terengah-engah.
Drrttt...drrtt..drrttt...
HP ku bergetar, Zelanya menelepon dan segera kuangkat.
“Halo Zelanya ada apa?!”
“Aku mendapatkan pesan singkat dari Ekaterina bahwa mereka didatangi oleh Organisasi Pancake dan organisasi itu dipimpin oleh Vasily saat mendatangi pondok Rilinskiy!”
“Apa?! Lalu kau tahu dimana mereka sekarang?”
“Yap aku berhasil melacaknya melalui alat penanda yang terpasang di baju Ekaterina, saat ini mereka sedang menuju kota Italia dan hmm sepertinya mereka menuju Venesia, sekarang cepat susul mereka!”
“Ok Zelanya. Andrey ayo kita ke Venesia, Elena masih hidup ia diculik oleh Vasily!”
“Huh sialan, ok ayo cepat!”
Ckreekk..brrmm..brmm...suara mesin mobil Pontiac dan Lamborghini menggelegar..
Ruoonggg...!!!! kami berdua memacu mobil kami menuju Venesia.



To Be Continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar