Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Sabtu, 18 Februari 2012

Three Kingdom part 1

Dahulu kala terdapat enam suku yang tinggal di muka bumi ini yaitu Suku Djigong, Suku Raneh (Rambut aneh ), Suku Tingku (Tinggi Kurus), Suku Bahloel, Suku Guning (Gigi kuning, suku yg jarang sikat gigi tapi tidak pernah bau mulut) dan Suku Munyong (Mulut monyong). Mereka semua hidup dengan tentram, saling berdagang, hingga upacara sakral pun diadakan bersama-sama karena keenam suku tersebut menganut kepercayaan yang sama.
Saat upacara.
“Hohoohooo ina ni keke...yamko rambe yamko...apuse...berikanlah kemakmuran kepada kami....” Kata Dukun Prasetio ‘Tio’ dari suku Guning membaca mantra yang telah dimusikalisasi.
“Perasaan sudah seminggu ini kita mengadakan upacara sakral,tapi kok tetap tak ada kemajuan, kita masih dilanda kekeringan.” Kata Dika dari Suku Tingku
“Iya nih,ladangku sudah tidak bisa digunakan lagi gara-gara sungai mengering dengan tiba-tiba.” Balas Resky dari Suku Bahloel.
Di saat mereka sedang asyik berbicara. “Hei kalian berdua cepat kesini!!!” Teriak Dukun Tio. “Ada apa??” Tanya mereka berdua. “Kalian berdua cepat cari Babi bercula satu untuk dijadikan korban.” Jawab Dukun Tio. “Tapi bagaimana cara mencarinya??” Tanya mereka lagi, disaat Dukun Tio sedang berpikir datanglah sang maestro dari Suku Munyong namanya Moza (jeng..jeng..jeng). “Sepertinya ada yang menyumbat saluran air sungai di utara.”Jawab Moza dengan mantap. “Hah ngaco sekali kau ini, sudah jelas-jelas kalau dewa sedang marah jadinya sungai ini menjadi kering.” “Hah... justru kamu itu yang ngaco bla..bla...bla.” Bantah Moza.
Akhirnya terjadilah percekcokan antara Dukun Tio dari Suku Guning dan Moza dari Suku Munyong.


Continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar