Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Jumat, 21 Oktober 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 2

Beberapa hari kemudian aku tiba di Hawaii saat sore hari.
Saat aku ingin memasuki Lamborghini ku Zelanya menghampiriku.
“Hei Leonov bolehkah aku menumpang denganmu?”
“Tentu saja ayo masuk..”

Di perjalanan kami berbicara banyak terutama tentang organisasi VENOM.
Sesampainya di sebuah penginapan..
“Loh hei ini kan penginapanku juga.” Kataku

“Wah kebetulan sekali nomer berapa kamarmu?”
“Sayang nya nomer sial, tiga belas.”
“Ahh jangan percaya dengan hal itu.”

Segera kami ke kamar masing-masing dan beristirahat

Keesokan harinya aku menuju Pantai Waikiki menikmati matahari terbit hmm..
Betapa indahnya, sebenarnya aku ingin sekali mengajaknya ke tempat ini sebab aku pernah berkata ingin mencari pemandangan-pemandangan matahari yang indah dan ia ingin ikut namun hal ini tidak akan terjadi atau bisa dibilang susah untuk dilakukan.

Aku menyusuri pantai dan lagi-lagi di depan mataku terpampang slide-slide masa lalu terutama saat pertama kali melihatnya di acara itu…..


“Hei Leonov!!”
Suara Zelanya mengagetkanku

“Kau ini membuatku kaget saja hahaha..”
“Habisnya wajahmu datar tidak ada ekspresi.”
“Sebentar-sebentar kenapa setiap aku di suatu tempat kenapa selalu ada dirimu?” *Pengalihan supaya tidak menjurus ke ‘wajah datar’.
“Hmm sepertinya aku ditakdirkan untuk membantumu dan mungkin kau belum tahu bahwa aku adalah informan VENOM, oh iya kau masih ingat dia kan?”
Zelanya menunjuk dua orang di belakangnya yang sedang membeli minuman.
“Hmm jadi selama ini yang memberi informasi itu kau dan sepertinya aku kenal orang itu…ohh yayaya linskiy bersaudarakah itu?”
“Iyapp masih ingat juga rupanya dirimu.” Kata Zelanya
“Hahaha mana mungkin lah aku melupakan sahabat-sahabatku.”


Yap Linskiy bersaudara terdiri dari Rutlinskiy dan Kharlinskiy dengar-dengar mereka adalah juara dunia dalam kejuaran penembak jitu hmm sepertinya kalau tidak salah mereka tiga bersaudara tapi aku tidak tahu siapa satunya lagi.

“Hai, Leonov. Ini diminum…” Kata Rutlinskiy.
“Terima kasih.”
“Sama-sama.”
Kebetulan sekali aku memang sangat-sangat haus saat itu, betapa bahagianya memiliki sahabat seperti mereka ternyata masih ada yang mempedulikan diriku.

Tririririrt HP Zelanya berbunyi.
“Hmm sepertinya Andrey dan kawan-kawan mengalami kesulitan dalam menjalankan misinya.”
“Hah? Loh mereka sedang melakukan apa saat ini?” Tanyaku penuh penasaran.

“Mereka saat ini sedang memburu pemimpin mafia di Italia tepatnya perbatasan Italia dengan Swiss dan mereka terhalang oleh dua bersaudara penembak jitu bernama Ilvano dan Mozilo.” Jelas Zelanya.
“Pegunungan Alpen? hmm aku harus membantu mereka!”
“Tenang, Leonov aku tahu kamu ingin membantu mereka dan sudah kupersiapkan pesawat untuk mengirimmu.”
“Hahahah terima kasih, Zelanya. Jadi kapan aku bisa ke sana membantu mereka?”
“Sayangnya kau baru bisa ke sana dua hari lagi tapi tak apa-apalah gunakan dua hari itu untuk mempersiapkan diri.”
“Oh iya, Leonov bolehkah kami bergabung membantumu?” Tanya Kharlinskiy.
“Tentu saja..” Jawabku.

Selama dua hari aku mempersiapkan berbagai perlengkapan terutama perlengkapan untuk bekerja di daerah salju dan tentu saja VSSK ku.

Hari yang telah dinantikan tiba.
Kami bertiga memasuki pesawat yang akan membawa kami menuju perbatasan Italia, terlihat Rutlinskiy dan Kharlinskiy membawa Sniper berjenis sama dengan milikku, VSSK.

Bagaimana dengan Zelanya? Dia tetap di Hawaii memantau kami dengan satelit, sedangkan Lamborghini ku akan di kirim di sebuah landasan pacu yang terpencil lebih tepatnya di terjunkan semoga saja tidak ada yang lecet hehehehe

Bisa dibilang ini adalah perjalanan yang sangat panjang kami sempat transit beberapa kali sebelum tiba di titik penerjunan kami. Di saat itu kami berbincang-bincang mengenai senjata yang digunakan.

“Hei dapat darimana kalian senjata itu?” Tanyaku

“Kami memenangkan sebuah kejuaraan tembak dunia dengan hadiah senjata ini, bagus kan?” Jawab Kharlinskiy.
“Wahh hebat hahaha…”


Glek berarti mereka ini adalah penembak jitu nomer satu di dunia

To Be Continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar