Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Jumat, 14 Oktober 2011

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir


Sejak kejadian pengepungan itu aku mulai berpikir mereka sepertinya sudah tidak memerlukan diriku, aku merasa mereka sudah bersenang-senang dengan pasangan mereka masing-masing.

Kuputuskan pergi menuju Hawaii secara diam-diam.

Oh yeeahh Hawaii tempat dimana aku bisa menikmati Matahari berpendar dari ufuk Timur dan meredup di ufuk Barat hmm apa dari ufuk Barat ke ufuk Timur ya? Okok ini masalah anak SD tak usah dipikirkan biarkan saja mereka yang berpikir.

Ruuoooonnnnngggg!!!!
Perjalanan darat yang panjang menuju pelabuhan Vladivostok menantikku.
Di perjalanan aku selalu bengong entah apa yang kupikirkan saat itu.
Ckkiiiiiitttt!!!
“Huaaaahhh hampir saja nabrak!!!”
“Hei, kalau jalan hati-hati !!!!” Teriak supir truk yang hampir saja kutabrak.


Hati yang mengganjal ini membuatku tak tenang.

Siberia..

Aku beristirahati di tepi Danau Baikal daerah Irkuts.
“Hmm bunga merah..”
Melihat sebuah tanaman berbunga merah aku segera turun dari mobil dan memetiknya lalu kusandarkan diriku di Lamborghini.

Kuhirup wangi nya dan seakan-akan di depan mataku tertampil slide demi slide bayangan masa lalu ku.
Segera ku tersadar masa lalu hanyalah masa lalu biarlah di kenang di kepala yang sudah mulai rusak ini…
Kelanjutkan perjalananku munuju Pelabuhan Vladivostok agar tak tertinggal oleh kapal.

Sesampainya di Pelabuhan Vladivostok aku segera memarkir mobilku ke dalam kapal dan menuju kamar yang telah kupesan.
Buooonngggg!!!! Suara peluit uap berbunyi tanda kapal yang aku naiki segera berangkat.

Betapa menyenangkannya perjalanan laut dari Vladivostok menuju Hawaii setelah melewati perjalanan darat yang sangat panjang dan melelahkan dari Novossibirsk menuju Vladivostok dengan Lamborghini kesayanganku.

Separuh perjalanan sudah kutempuh.
Saat sedang memandangi matahari tenggelam di atas dek tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku.
“Hei Leonov masih ingat dengan diriku?”
“I..iyaa..sepertinya aku kenal dirimu?”

Aku mulai mengingat-ingat wajah yang tampak tak asing dari memori yang sudah berkarat ini…
“Ahhh Zelanya, apakah itu kau??”
“Akhirnya ingat juga hahahaha dengar-dengar dari seseorang kau menjadi agen Minyak eh…VERMAK… LEWIS ….hmm..VELO ..VES…??”
“VENOM maksudmu?”
“Yayaya itu dia hahaha dimana teman-temanmu bukankah kalian selalu bersama-sama?”
“Aku sendirian, ingin mencari ketenangan hati..”
“Ada apa memangnya?”
“Aku merasakan mereka meninggalkan ku..tahu kan maksudku?”
“Yayaya aku tahu maksudmu.”

“Itu dia..”
“Kau tahu Leonov, meskipun kau merasa mereka meninggalkanmu sebenarnya mereka masih membutuhkanmu..”
Kata-kata Zelanya membuatku terhenyak…
“Pikirkan lah itu, sekarang aku mau pergi dulu daahh sampai jumpa di Hawaii..”
Zelanya pergi meninggalkan diriku yang daritadi masih terhenyak akan kata-katanya.

“Heeiii tunggu!!!”
….byyuuuuurrrr….
“Huaah tolong!!!!”

Sial niatnya ingin bertanya kepada Zelanya maksud dari kata-katanya malah tersandung oleh kaki sendiri dan terjatuh ke laut.

“Tolong wwoooyyyy!!!!!”

“Tangkap ini!!!” Teriak Zelanya.
Ia melemparkan sebuah pelampung, segera saja kugapai pelampung itu..
“Huaahh huaaahhh…”

Untung saja aku bisa kembali ke kapal lagi kalau tidak mungkin nasibku akan berakhir dengan damai

“Dasar ceroboh bagaimana bisa kau jatuh ke laut hah?!” Tanya Zelanya

“Diamlah kau aku kedinginan ini bbrrrrr…”

Aku langsung berlari ke dalam kamar dan menghangatkan diri dengan hairdryer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar