“Hei kalian malah pada ngegosip,buruan bantuin kita ganti ban nih.”Teriak Arif.
“Hei Moza bantu Arif, Arsyan dan Tio ganti ban sana.”Perintah Dika.
“Laksanakan.”Sahut Moza.
“Mestinya kita sudah daritadi sampai di kota Nome.”Keluh Dimas. “Udah jangan ngeluh aja,ambil teropong aku mau mengecek kobaran api yang tadi.”
“Nih (memberikan sebuah teropong ke Dika)”
“Wuih cepet banget.”
“Ya iyalah orang teropongnya udah daritadi dibawanya.”
“(melihat kobaran api melalui teropong)Hmm ternyata itu pipa minyak yang meledak, hei Dim cepat beritahukan pusat control kalau ada kebakaran pipa minyak.”Perintah Dika. “Laksanakan.”Sahut Dimas.
Setelah melihat pipa minyak yang terbakar Dika pun menghampiri Arif, Tio, Arsyan dan Moza yang sedang mengganti ban.
“Hei lihat ini kan ban untuk ban depan kiri kenapa kalian memasangnya di belakang kanan ??” Tanya Dika.
“Oh sepertinya ban belakang kanan kita tertukar dengan ban depan kiri.”Jawab Arif.
Karena penasaran si Dika pun mengelilingi Panser itu.
“Waduh semuannya tertukar tidak karuan, Rif kenapa semua ban depan dan belakang kita tertukar??!!” Tanya Dika.
“Sepertinya ada yang menyabotase.” Jawab Arif mereka-reka.
“Wah ada pengkhianat nih di tim mekanik yang ikut kita di Alaska hmm.” Sahut Tio.
“Heii itu tim Indonesia hahaha, bodoh sekali mereka.” Kata pengemudi Malaysia.
“Kita lempar kaleng minuman aja hahahaha.” Sahut Navigator.
Nguuuuoooooonnnnnnnngggggg!!!!!!!!!!!
Tuiiinnnnggggg klontangg............
“Wahhh Tim Malaysia melewati kita!!”Seru Dimas.
“Sialan mereka melecehkan kita !!!” Sahut Moza
“Andaikan ada RPG, sudah ku hanguskan mereka.” Kata Arsyan.
“Kita harus cepat-cepat betulin bannya.” Sahut Arif.
“Ya udah buruan ganti bannya!” Perintah Dimas.
“Iya-iya.”
10 menit kemudian.
“Huft akhirnya selesai juga betulin bannya.”Kata Arif.
“Baiklah kalau gitu kita berangkat.”Sahut Dika.
ngekngek ngekngek......Brum....teketektektek bruuuuuuuuum........sraaakkkk....................
Setelah melewati perjalanan yang melelahkan akhirnya tibalah mereka di Kota Nome pada pukul 0030 WBA.
“Yaakk ini lah panser dari tim dari Indonesia!!” Seru sang komentator pertama.
“Yap dan menurut data yang saya peroleh mereka telah melewati batas kecepatan yang ditentukan dan mengalami kecelakaan, saat ini mereka berada di peringkat ke 140 dibawah Republic Congo.” Sahut Komentator kedua.
“Wahh sangat disayangkan sekali, padahal mereka lumayan bagus di awal kualifikasi.”
“Ini takdir bung, mereka hebat namun takdir lah yang membuat mereka seperti ini.”
Kedua komentator itu berbicara panjang lebar tentang kemampuan tim masing-masing negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar