“Ohh tidak.”
“Ada apa, Leonov??
“Mereka semua berjumlah sepuluh orang dan peluruku pun berjumlah sepuluh butir ini akan menjadi momen yang sangat sulit.”
“Hmm baiklah aku akan mengambilkan cadangannya di truk tadi kamu lindungi aku dari sini....”
“Eh jangan !!!”
Tanpa menghiraukanku Ekaterina segera meninggalkanku di bukit ini dan kembali ke vila yang dipenuhi oleh orang bersenjata itu, hanya untuk mengambil magasin senjata ini!
Ahh bagaimana kalau ia tertembak?? Aku pun mulai risau ia adalah wanita yang cantik, terlihat dari tatapan matanya bahwa ia memiliki hati yang indah, aku pun baru dekat dengannya beberapa jam yang lalu dan saat ini dia mengambil resiko nyawanya hanya untuk mengambil magasin senjataku ini!
Mata tajamku terus memperhatikan Ekaterina yang mendekati vila melalui teropong senjataku.
“Hah awas... “ Teriakku dalam hati.
Dengan reflek aku menekan pelatuk senjataku dzzuuuuu....orang bersenjata yang menghadang Ekaterina langsung jatuh namun hal itu membuat ia ketahuan! Dia tertembak amarahku pun langsung memuncak, tanpa berpikir panjang aku segera mengambil senjata AK-47 yang dibawa oleh Vasily.
“Heiii Leonov tunggu!!!”
Sambil berlari ke arah vila aku terus menembaki orang-orang bersenjata itu.
Satu demi satu jatuh dan dengan sekejap aku sudah sampai dihadapan Ekaterina yang terluka,
ternyata orang-orang bersenjata itu lebih banyak dari perhitunganku semula.
Tanpa menghiraukan tembakan yang sangat gencar itu aku segera menolongnya dan menariknya ke balik tembok.
“Kau tidak apa-apa kan??” “Heii jawab pertanyaanku??!!!”
“Hah..hah...hah...kakiku tertembak tidak apa-apanya bagaimana !! mungkin sebentar lagi aku meninggal.”
“Jangan begitu bertahanlah itu hanya kaki bukan jantung!!!” “Sial peluruku habis!!”
“Ambil pistolku ini kau pasti sangat membutuhkannya.” Kata Ekaterina dengan nafas yang tersengal-sengal menahan rasa sakit.
Duuuuuaaaaarrrrrr!!!!!!!!!! sebuah bom yang lumayan dahsyat meluluh lantakkan balkon vila itu semua teman-temanku yang berada di balkon itu gugur sekarang hanya kami bertiga yang tersisa.
“Mereka semua mati!!!” “Sekarang hanya kita bertiga bertahanlah, kita pasti selamat.”
“I..iyyaaa..”
Pukul 00.00 tanggal 12 Februari 2011
“Heh Vasily bawa Ekaterina pergi dari sini!! Cepat!! Aku akan melindungi kalian!!”
“Tapi, Leonov..”
“Hah sudah lah jangan hiraukan diriku cepat kalian berdua pergi kalau kita disini terus kita akan mati semua!! Ayo cepat peluruku sudah menipis!!”
Mereka berdua pun segera meninggalkanku.
Yaakk praktis hanya aku sendirian yang berjuang untuk nyawaku sendiri dengan peluru yang semakin menipis.
Duaaaaarrrrr!!!!! Peluru terakhir dan nyawa terakhir......
The End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar