“Dimana Elena dan yang lainnya?!!!” Bentak Andrey.“A..a...ku ti..dak.. ta...hu...”“Halah ngomong opo koe? Orang ngerti aku?” Sahut Leonov (Lah kok jadi jawa)
“Ora weruh..” Jawab penjaga itu.
(Walah ternyata penjaga nya bisa bahasa jawa)
(Walah ternyata penjaga nya bisa bahasa jawa)
“Halah ora enek gunane koe, mati ae wis..”
Ckreekk..
“Ojo..ojo..!!! Elena ndek bawah, niku pintune..”
“ohh maturnuwun mas..yo wis lah ra dadi aku dor, kasian..”
“Ojo..ojo..!!! Elena ndek bawah, niku pintune..”
“ohh maturnuwun mas..yo wis lah ra dadi aku dor, kasian..”
“Leonov, daritadi kau bicara apa?” Tanya Andrey heran.
“Bahasa jawa hehehe aku masih ada keturunan jawa dari kakek buyut hehehe..”
“Bahasa jawa hehehe aku masih ada keturunan jawa dari kakek buyut hehehe..”
“Terserah kau sajalah hahaha ayo sekarang kita kebawah tanah..” Kata Andrey sembari mengangkat sebuah pintu tersembunyi yang ditunjuk oleh penjaga tadi.
Kami mulai menuruni anak tangga satu persatu dengan membawa sebuah senter di masing-masing tangan kami dan di ujung lorong terlihat seseorang di balik jeruji besi...
“Elena kau kah itu?!” Teriak Andrey.
“Andrey!!! Andreeyy!! Aku disini!!! Cepat buka pintu besinya!!!” Sahut Elena.
“Hey, Elena dimana Ekaterina??” Tanyaku sambil mencari-cari dengan lampu senter ke sekeliling ruangan.
“Elena kau kah itu?!” Teriak Andrey.
“Andrey!!! Andreeyy!! Aku disini!!! Cepat buka pintu besinya!!!” Sahut Elena.
“Hey, Elena dimana Ekaterina??” Tanyaku sambil mencari-cari dengan lampu senter ke sekeliling ruangan.
“Ia bersama Vasily, sudah lah pokoknya cepat buka pintu ini dan kita selamatkan Ekaterina.”
“Andrey, cepat buka pintunya!!” Perintahku
“Oh iya Leonov hehehehe kalian menjauh lah dari pintu aku akan menembaknya dengan pistol!!”
Duuuaaarrr...!!!dzziinnggg...wuunnggg...!!!
“Auuwww....awuu..!! Kau menembak ku!!!! Aarrggghhh!!!!” Teriak ku meloncat kesana-kemari sambil mengangkat sebelah kakiku yang terkena serpihan peluru.
Pintu yang menahan Elena dan kawan-kawan pun terbuka.
“Andrey, cepat buka pintunya!!” Perintahku
“Oh iya Leonov hehehehe kalian menjauh lah dari pintu aku akan menembaknya dengan pistol!!”
Duuuaaarrr...!!!dzziinnggg...wuunnggg...!!!
“Auuwww....awuu..!! Kau menembak ku!!!! Aarrggghhh!!!!” Teriak ku meloncat kesana-kemari sambil mengangkat sebelah kakiku yang terkena serpihan peluru.
Pintu yang menahan Elena dan kawan-kawan pun terbuka.
“Kau tidak apa-apa kan, Leonov?” Tanya Kharlinskiy.
“Tidak apa-apa sudahlah cepat pergi selamatkan Ekaterina..” Teriak ku menahan rasa sakit.
Mereka meninggalkan ku yang kesakitan untuk menyelamatkan Ekaterina.
Sambil menahan rasa sakit, ku cabut sendiri serpihan peluru yang mengenai kakiku.
“Aaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!! Sial sial sial!!!!!”
Sambil menahan rasa sakit, ku cabut sendiri serpihan peluru yang mengenai kakiku.
“Aaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!! Sial sial sial!!!!!”
Sembari mengutuk diri sendiri ku perbani lukaku dengan kain seadanya dan segera naik ke atas lagi..
Sesampai nya di atas..
Sesampai nya di atas..
“Jangan bergerak atau temanmu akan mati!!!! “ Teriak Vasily
Terlihat kawan-kawanku sudah di todong pistol oleh kawanan pancake termasuk Zelanya dan Ekaterina.
“Bodoh!!! Justru kau yang akan mati!!!” Balasku.
“Bodoh justru kau yang akan mati...huahahahhaa lihat kawan dia berkata itu cuma ingin menggertak saja hahahhaa.”
“Bodoh!!! Justru kau yang akan mati!!!” Balasku.
“Bodoh justru kau yang akan mati...huahahahhaa lihat kawan dia berkata itu cuma ingin menggertak saja hahahhaa.”
“huahahahahah...”
Vasily meremehkan perkataanku dan disambut tawa oleh pancakers lainnya yah begitulah sebutanku untuk orang-orang Organisasi Pancake, ‘Pancakers’ terlihat cukup aneh bukan ckckckckck....
“Ya sudah lah bunuh saja mereka, tidak ada hubungannya dengan diriku”
“Hey Leonov kenapa kau berani sekali berbicara seperti itu??!!” Tanya Rilinskiy terkejut mendengar perkataanku.
“Hallooo....aku sudah capek membantu kalian tapi aku merasa kalian tidak menghargai ku..”
“Hey Leonov kenapa kau berani sekali berbicara seperti itu??!!” Tanya Rilinskiy terkejut mendengar perkataanku.
“Hallooo....aku sudah capek membantu kalian tapi aku merasa kalian tidak menghargai ku..”
“Lebih baik kami mati daripada melihat kau berkata seperti itu!!” Sahut Elena.
“Ya sudah lah mati tinggal mati aku tak peduli lagi dengan kalian hahahaha...”
Pancakers dan Vasily mulai dihinggapi kebingungan karena kata-kata ku yang menyakitkan dan mereka mulai lengah langsung saja kuambil kedua pistol dari pinggangku dan mulai menembaki mereka
Duuuaaarr...duuaaarr....duuaarr....duuaarr...duaarr...
Duuuaaarr...duuaaarr....duuaarr....duuaarr...duaarr...
Satu persatu pancakers mulai rubuh terkena tembakanku yang sangat riskan karena membidik diantara kepala teman-temanku, meleset sedikit tamatlah riwayat teman-temanku.
Hingga saat aku ingin menembak kepala Vasily, Vasily membanting tubuh Ekaterina dan segera menubrukku..
Buuaaakkk....gabrruuukkk...!!! buukk..buukkk...!!!
“Hoooaaahh!!!!”
Wuuuiiikkk!!! Gubraakkk....!!! klontaangg...!!!
“Cepat kalian pergi dari sini biar aku saja yang mengurus Vasily!!!!”
Hingga saat aku ingin menembak kepala Vasily, Vasily membanting tubuh Ekaterina dan segera menubrukku..
Buuaaakkk....gabrruuukkk...!!! buukk..buukkk...!!!
“Hoooaaahh!!!!”
Wuuuiiikkk!!! Gubraakkk....!!! klontaangg...!!!
“Cepat kalian pergi dari sini biar aku saja yang mengurus Vasily!!!!”
Buukkk...!!!bbuukk!!..sraakkk!!gubrakk!!
Pertarungan tangan kosong berlangsung sengit antara diriku dengan Vasily..
Hingga saat aku sudah mengalahkannya dan mulai melangkah keluar dari gedung itu dia menggapai kakiku hingga membuatku terjatuh...
Buuukk..!!!
“Kau tidak bisa lari kemana-mana, Leonov..”
Aku memutar badanku yang terjatuh dan melihat Vasily memegang remote bom.
“Siaal..!!”
“Kita akan mati bersama-sama, Leonov hahahaahha..”
Ckreekk....dduuuaaarrr.....!!!!!!!!!!
Aku langsung menendang tangan Vasily dan berhasil melepaskan genggamannya di kakiku lalu berlari secepat mungkin untuk menghindari ledakan..
Duuaarr....!!!..duaarr..!!!
“Hoaaahhh!!! Sedikit lagi sampai !!!” Teriakku histeris.
Saat mencapai pintu gerbang aku terus berlari..berlarii..!!
Bllaaarrrr........!!!!!!!!! seluruh gedung meledak dan aku terlontar ke dalam air..
Pertarungan tangan kosong berlangsung sengit antara diriku dengan Vasily..
Hingga saat aku sudah mengalahkannya dan mulai melangkah keluar dari gedung itu dia menggapai kakiku hingga membuatku terjatuh...
Buuukk..!!!
“Kau tidak bisa lari kemana-mana, Leonov..”
Aku memutar badanku yang terjatuh dan melihat Vasily memegang remote bom.
“Siaal..!!”
“Kita akan mati bersama-sama, Leonov hahahaahha..”
Ckreekk....dduuuaaarrr.....!!!!!!!!!!
Aku langsung menendang tangan Vasily dan berhasil melepaskan genggamannya di kakiku lalu berlari secepat mungkin untuk menghindari ledakan..
Duuaarr....!!!..duaarr..!!!
“Hoaaahhh!!! Sedikit lagi sampai !!!” Teriakku histeris.
Saat mencapai pintu gerbang aku terus berlari..berlarii..!!
Bllaaarrrr........!!!!!!!!! seluruh gedung meledak dan aku terlontar ke dalam air..
To Be Continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar