Byyuuurrr!!!! Dengan segera aku berenang keluar dari dalam air dan melihat cahaya api yang menyilaukan mata dari gedung tersebut di pinggirnya terlihat kawan-kawanku melihat tak berdaya, aku langsung segera berenang ke tepi dimana kawan-kawanku berada.
“Leonov!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Teriak Elena.
Elena mencoba memasuki gedung yang terbakar itu namun dicegah oleh pacarnya , Andrey
“Elena, Leonov sudah tiada ! dia mengorbankan diri nya untuk kita, kamu jangan ke sana!!”
“Leonov!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Teriak Elena.
Elena mencoba memasuki gedung yang terbakar itu namun dicegah oleh pacarnya , Andrey
“Elena, Leonov sudah tiada ! dia mengorbankan diri nya untuk kita, kamu jangan ke sana!!”
Secara diam-diam aku memanjat ketepi dan segera berdiri lalu menaruh tanganku di pinggang
“Apa yang kalian ributkan, hah?” Kataku
“Apa yang kalian ributkan, hah?” Kataku
“Leonov kau kah itu?” Tanya Elena tidak percaya
“Tentu saja, siapa lagi kalau bukan si muka datar ini hehehehe...”
“Hahahahaa...kau hebat sekali, Leonov! Bagaimana bisa kau selamat dari ledakan itu?” Tanya Andrey
“Cerita nya panjang hehehe..hey bukankah kau ingin melamar Elena ?” Kataku berbisik
“Hahahahaa...kau hebat sekali, Leonov! Bagaimana bisa kau selamat dari ledakan itu?” Tanya Andrey
“Cerita nya panjang hehehe..hey bukankah kau ingin melamar Elena ?” Kataku berbisik
“Oh iya hmm....Elena..”
Andrey bersujud dihadapan Elena disaksikan oleh diriku, Ekaterina, Rilinskiy, Kharlinskiy, Rutlinskiy, dan Zelanya.
“Iya Andrey..”
“Hmm....”
“Ahh lama kau Andrey..” Kataku tidak sabaran.
“Sabar kenapa!” Katanya.
“Hehehehe maaf..”
“Hmm begini Elena..hmm..mau kah kau hmm.....meni...”
Blaaarr!!!!
“Ahh elah ngerusak suasana romantis aja nih!” Sahut Ekaterina.
“Ssssstttt bisakah kau diam..” Timpal Rilinskiy
Andrey bersujud dihadapan Elena disaksikan oleh diriku, Ekaterina, Rilinskiy, Kharlinskiy, Rutlinskiy, dan Zelanya.
“Iya Andrey..”
“Hmm....”
“Ahh lama kau Andrey..” Kataku tidak sabaran.
“Sabar kenapa!” Katanya.
“Hehehehe maaf..”
“Hmm begini Elena..hmm..mau kah kau hmm.....meni...”
Blaaarr!!!!
“Ahh elah ngerusak suasana romantis aja nih!” Sahut Ekaterina.
“Ssssstttt bisakah kau diam..” Timpal Rilinskiy
“Jadi begini Elena hmmm.....”
“Jadi begini Elena, Andrey ingin kau menjadi pasangan hidupnya, mau kah kau menerima nya..” Kataku kesal karena tidak tahan menunggunya.
“Leonov kenap.....ahhh sialll...”
“Jadi begini Elena, Andrey ingin kau menjadi pasangan hidupnya, mau kah kau menerima nya..” Kataku kesal karena tidak tahan menunggunya.
“Leonov kenap.....ahhh sialll...”
Andrey kesal sekali sepertinya hahahaha
“Ahhh Andrey seharus nya kau melakukannya dari dulu ya tentu saja aku mau menjadi pasangan hidupmu.” Jawab Elena.
“Jadi hm...mau kah kau memakai cincin ini..”
Andrey mengeluarkan kotak cincin dari dalam saku nya lalu membukanya..
Sebuah cincin dengan berlian kecil diatasnya terlihat begitu bersinar memantulkan cahaya api yang membakar gedung tersebut di malam itu..
“Jadi hm...mau kah kau memakai cincin ini..”
Andrey mengeluarkan kotak cincin dari dalam saku nya lalu membukanya..
Sebuah cincin dengan berlian kecil diatasnya terlihat begitu bersinar memantulkan cahaya api yang membakar gedung tersebut di malam itu..
Kemudian Andrey mengambil cincin itu dan memasangkannya di jari manis Elena, Andrey berdiri dan mencium pipi Elena, mereka berdua berpelukan seakan-akan dunia milik mereka berdua.
“Hmm....Andrey Elena bisakah kita pergi dari sini ?” Tanyaku mengganggu suasana mereka.
“Eh iya ayo kita pergi dari sini sebelum polisi datang.” Kata Andrey agak terkejut.
“Kita naik ‘getek’ ku saja ya.” Kata Zelanya
“Apa boleh buat ayo !!” Sahut Rilinskiy
“Hmm....Andrey Elena bisakah kita pergi dari sini ?” Tanyaku mengganggu suasana mereka.
“Eh iya ayo kita pergi dari sini sebelum polisi datang.” Kata Andrey agak terkejut.
“Kita naik ‘getek’ ku saja ya.” Kata Zelanya
“Apa boleh buat ayo !!” Sahut Rilinskiy
Dua minggu kemudian
Teng....tengg..tenngg....
Andrey dan Elena melangsungkan pernikahan di sebuah Katedral di Italia dan aku menjadi pendamping pria sedangkan Ekaterina menjadi pendamping wanita nya
Andrey dan Elena melangsungkan pernikahan di sebuah Katedral di Italia dan aku menjadi pendamping pria sedangkan Ekaterina menjadi pendamping wanita nya
Acara pernikahan mereka berlangsung sangat khidmat hingga sampai di acara pelemparan bunga.
Aku dan yang lainnya bersiap-siap untuk menangkap bunga yang akan dilemparkan oleh Elena.
Aku dan yang lainnya bersiap-siap untuk menangkap bunga yang akan dilemparkan oleh Elena.
“Satu...dua...tiga...!!!” Teriak Elena.
Greebbb secara bersama-sama aku dan Ekaterina mendapat bunga itu..
“Ahh ini buat mu saja hehehehe..” Kataku malu
“Terima kasih Leonov..”
Dua tahun berlalu
Elena melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki, ia memberikan nama anak itu Leonov sesuai namaku dan aku menjadi bapak baptis nya namun saat itu aku tidak tahu bahwa jantungku mulai melemah setelah melewati berbagai aksi yang menegangkan, seru dan lucu bersama VENOM
“Terima kasih Leonov..”
Dua tahun berlalu
Elena melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki, ia memberikan nama anak itu Leonov sesuai namaku dan aku menjadi bapak baptis nya namun saat itu aku tidak tahu bahwa jantungku mulai melemah setelah melewati berbagai aksi yang menegangkan, seru dan lucu bersama VENOM
Enam tahun tahun kemudian
Aku masih sempat bermain bersama dengan Leonov anak dari Andrey dan Elena namun lima bulan kemudian aku terbaring lemas tak berdaya di rumah sakit sendirian tanpa seorang pun menemaniku dan dokter berkata bahwa hidupku tidak akan lama lagi tapi aku berjanji sebelum bertemu dengan teman-temanku aku tidak akan pergi dari dunia ini!
Tak disangka-sangka suatu hari mereka semua datang.
Elena-Andrey dan anaknya Leonov lalu Ekaterina, Zelanya, Rilinskiy, Rutlinskiy dan Kharlinskiy.
Elena-Andrey dan anaknya Leonov lalu Ekaterina, Zelanya, Rilinskiy, Rutlinskiy dan Kharlinskiy.
“Wah Om Leonov kenapa?” Tanya Leonov kecil
“Om Leonov sakit sayangku..” Jawab Elena
“Om Leonov sakit sayangku..” Jawab Elena
“Om Leonov cepat sembuh yaa biar kita bisa main lagi..” Kata Leonov si kecil manis itu.
Melihat kata-katanya yang polos aku hanya bisa tersenyum.
Aku merasa kan ketenangan yang berarti saat mereka ada disini hingga aku menggenggam tangan Elena dan mengucapkan selamat tinggal.................
Melihat kata-katanya yang polos aku hanya bisa tersenyum.
Aku merasa kan ketenangan yang berarti saat mereka ada disini hingga aku menggenggam tangan Elena dan mengucapkan selamat tinggal.................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar