“Zelanya mengapa kau tidak bilang bahwa kau disini?!” Tanyaku
“Aku ingin memberikan kejutan kepada kalian hahaha...nah ayo cepat siapkan senjata kalian..”
Cklaakk.....cklekk...klaapp...ckreekk..
“Nah sekarang lihat kearah sana dan perhatikan baik-baik..” Zelanya menuntun kami untuk melihat sebuah gedung di seberang pulau dimana Organisasi Pancake berkumpul.
“Hmm...aahhh...dapat! aku melihat Vasily! dia sedang berbicara dengan seseorang hmm sepertinya aku tahu siapa dia..”
“Siapa memangnya, Leonov?” Tanya Andrey.
“Ekaterina hehehehe..”
“Bahh kukira siapa!” Andrey sepertinya agak kesal hahaha
Aku melihat Vasily memarahi Ekaterina, mataku yang melihatnya mulai panas..
Cklaaakk...aku mengokang senjataku bersiap menembak kepala Vasily yang sudah berada dalam bidikanku
“Leonov! Jangan tergesa-gesa membunuh Vasily, aku tahu bahwa kau dendam dengannya tapi tenangkan dulu dirimu, kita juga belum tahu kan dimana Elena dan Linskiy disekap..”
“Huuffttt maafkan aku..”
Untung saja Zelanya menenangkan diriku kalau tidak, mungkin kepala Vasily sudah tidak ada di depan bidikanku lagi dan juga aku tidak berpikir bahwa Elena dan Linskiy bersaudara di sekap di suatu tempat yang tidak kami ketahui, jika aku tergesa-gesa bisa saja mereka semua dibunuh.
“Apa kau tidak bisa melacak Elena??”
“Maafkan aku Andrey, pemancarnya hanya berada di Ekaterina saja...” Zelanya agak menyesal
“Aha kenapa kita tidak pakai saja pelacakan thermal dengan sambungan satelit.” Hmm sebenarnya aku bingung mengapa aku bisa mengatakan hal itu padahal aku sendiri orangnya selalu ceroboh
“Ide bagus Leonov..” Zelanya mulai mengutak-atik laptopnya..
“Aku akan membantu Zelanya, kamu tetap perhatikan Vasily.” Kata Andrey.
Aku terus membidik Vasily sembari menunggu Andrey dan Zelanya mencari keberadaan Elena dan Linskiy bersaudara melalui jaringan satelit.
Beberapa saat kemudian.
“Gotcha! Aku tahu keberadaan mereka sekarang hahahahamuahahah huahaha hihihih....” Tawa Zelanya melengking sekali hingga membuatku tidak bisa konsentrasi memperhatikan Vasily.
“Zelanya! Bisakah kau diam?!”
“Ohh maaf Leonov aku terlalu bersemangat hahahha..”
“Dan dimana mereka berada saat ini?” Tanyaku.
“Elena berada di hmm sepertinya mereka berada di gedung sebelah dimana kita melihat Vasily dan Ekaterina tadi..”
Jawaban Andrey membuatku bingung atau memang aku nya yang terlalu bodoh sehingga tidak dapat mencerna kata-katanya.
“Maksudmu apa, Andrey? Aku tidak mengerti?”
“Kau lihat gedung di sebelahnya?”
“Iyaakk..”
“Nah disanalah mereka..”
“Bilang daritadi dong..hahahha” *bukk bukk.. ku pukul pundak Andrey..
“Tapi mereka berada di bawah tanah, jadi ada sebuah jalan menuju bawah tanah di dalam gedung itu, kalau ingin menyelamatkan mereka kita harus memasuki gedung itu..” Jelas Zelanya.
“Baiklah kita pantau terus mereka hingga mereka lengah..” Kataku.
Selama dua hari kami berada di situ untuk memantau Organisasi Pancake dan tibalah saatnya dimana kami harus menyelamatkan mereka.
Di malam harinya tepat pukul sepuluh malam
“Baik lah ini saat yang tepat untuk menyelamatkan mereka..” Kata Zelanya.
“Kenapa kau begitu yakin?” Tanyaku.
“Karena insting seorang wanita tak pernah salah hohohoho...”
*gubraakk
“Baik lah kita siap-siap turun...!!! Di bawah sudah ada kapal kecil menunggu kita.” Zelanya menyiapkan persenjataannya, ia membawa sebuah sniper SVD Dragunov, sebuah MP-5 dengan peredam suara, sebuah pistol USP .45 dan magasine yang diikatkannya di seluruh tubuhnya.
SVD Dragunov
Lalu ia mulai mengikat tali temali untuk turun dari menara ini dengan teknik rapeling.
“Dengan teknik rapeling?!” Andrey agak terkejut sepertinya.
“Iya memang kenapa?”
“Kau bercanda, Zelanya! Ini tinggi sekali dan belum tentu tali itu cukup sampai ke bawah!” Sepertinya Andrey mulai ragu dengan apa yang ingin dilakukan oleh Zelanya.
“Ahhh banyak omong kau, tali ini sudah ku ukur dan cukup sampai ke bawah sana.”
Sreeettt...sreeettt...sreettt...
Dengan disinari oleh cahaya rembulan Zelanya turun dengan teknik rapeling dan aku turut mengikutinya, diatas masih kulihat Andrey yang ragu-ragu untuk turun.
“Hey Andrey cepat turun, kau mau menyelamatkan Elena tidak?” Kataku.
“Baik lah aku akan turun..”
Sreett...sreett..
Akhirnya Andrey pun turun juga dengan teknik rapeling..
Sesampainya kami di bawah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar