Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Jumat, 06 Januari 2012

Peluru Terakhir : Nyawa Terakhir Part 12

“Ng...Zelanya dimana kapal nya?” Tanyaku mencari-cari kapal kecil yang akan kami naiki.
“Itu...” Jawabnya sambil menunjuk sebuah hmm..beberapa bambu yang diikat menjadi satu.
“Apa itu Zelanya?” Tanya Andrey mengernyitkan dahi nya.
“Ini namanya ‘Getek’.”
“Hah? ‘Getek’?” Kata kami berdua kompak.

“Iya ‘Getek’ impor langsung loh dari Indonesia, ahh sudahlah yang penting kita bisa gunakan ini untuk menyeberang..” Kata Zelanya, ia mulai meloncat dan jatuh tepat diatas getek tadi.
“Eeee Leonov silahkan kau duluan..”
“Ahh tidak Andrey kau duluan saja yang tua yang mengalah..”
“Tidak-tidak yang muda lah yang mengalah..”
“Kalian berdua cepat loncat!!! Bersama-sama biar adil.” Zelanya mulai kesal.

“Heheheh maafkan kami, huuppp..”
Kami berdua loncat bersama-sama menuju ‘Getek’ tersebut.

“Baik lah kalian berdua yang mendayung dan aku yang memberi arah..” Perintah Zelanya.
Kami mulai mendayung...mendayung..mendayungg..dan mendayung...hingga sampailah kami di seberang dimana terdapat gedung rongsokan milik organisasi Pancake..

Kami mulai merangkak naik dari getek mendekati gedung tersebut, belum sempat merangkak satu langkah...
“Awas ada penjaga..” Bisik Zelanya.

“Ada tiga baiklah kita tembak bersama-sama.” Kataku.

“Hey senjataku tidak ada peredamnya.” Bisik Andrey.
“Hah ya sudah biar aku saja yang menembak kedua nya..”
Ckleekk...aku mulai membidik para penjaga itu begitu juga dengan Zelanya sembari memasang peredam suara di snipernya sedangkan Andrey berjaga-jaga.
“Satu..dua..tiga..”

Dssyyyuuu...dssyyyyuuu...!!!! ckreeekk...ckreeekk..

Klaaanngg...klanngg....plungg..plung...

Dssyyuuu...!!! ckreekk..klangg..plungg..!

Kami menembak mereka bersama-sama dan tepat mengenai kepala mereka.
“Ayo Leonov kita ke dalam gedung itu.” Bisik Andrey.

Kami mulai mengendap-endap mendekati gedung tersebut dan tiba dengan selamat di depan pintu gerbang.

Kami mengintip dari balik lubang kecil yang berada di dinding gedung dan dengan jelas melihat para penjaga-penjaga yang masih bersiaga setiap saat.

“Kau mau sesuatu yang mengasyikan, Andrey?” Kataku tersenyum.

“Tentu saja, memang apa?”
“Sudahlah ikuti saja aku! Dan Zelanya kamu tetap disini..”

Ckleekkk..kreeett..krreett...kulepaskan peredam suara VSSK ku untuk menambah kegarangan kami hehehe
Aku langsung memasang peledak untuk meledak kan pintu gerbang gedung itu

Bllaaaarrrr....!!!!

Dengan gerakan ‘slow motion’ kami memasuki gedung itu

Uhukkk...uhukk...uhuukk...apa-apaan ini kita diserang!!! Uhukk..uhuk..!!!”
“Kalian akan mati!!” Teriak ku

Duuaaaarrrr...ckrreeekkk....dduuaaarr....ckrreeekkk....

Satu persatu para penjaga itu ambruk kami tembaki

Tembak mereka!!!!”

Duuaarr...duuaarr..duuaarr...duaarr..

Desingan peluru yang melewati kami tidak membuat kami takut justru membuat kami semakin bersemangat membunuh mereka untuk menyelamatkan Elena dan kawan-kawan..
Suara gemerincing peluru bersaut-sautan dimana-mana tak heran seisi gedung menjadi penuh dengan lubang peluru

Tiada henti kami menembaki mereka hingga tersisa seorang penjaga yang sudah tak berdaya lalu kami hampiri dia untuk mencari informasi

To Be Continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar