Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Senin, 11 Juni 2012

Three Kingdom 18


“Hah Dika...kukira orangnya ganteng gitu, ternyata...(kecewa)”
“Hehehehe, maaf yang mulia.”
“Lalu siapa yang memimpin pasukanmu?”
“Mungkin Jenderal Arif yang memimpin, sekarang cepat yang mulia masuk ke lorong itu.”
“Tidak mau, kau harus ikut masuk ke lorong ini juga!!”
“Haduh aku harus meledakkan tembok itu sebelum pergi meninggalkan Kerajaan ini. ”
“Kalau begitu kubantu saja daripada harus menunggu.”
“Ya sudah lah kalau yang mulia bersikeras.”
Akhirnya Jenderal Mahadika dan Putri Vidyani bahu membahu menaruh 50 buah bom (seukuran botol Aqua 1 Liter) yang dahsyat racikan Dukun Tio ke tembok Kerajaan Razor.
“Baiklah sekarang tinggal menyulut sumbunya dan kabur, kalau bomnya sudah meledak pakailah kain ini untuk menutupi hidungmu.” Kata Jenderal Mahadika.
“Buat apa?”
“Karena bom ini terbuat dari bulu ketek dan keringat Dukun Tio dipastikan bila meledak akan bau sekali.” “Owh begitu, ok deh.”
“Sekarang yang mulia lari ke lorong tadi dan tunggu di ujung lorong, nanti aku akan menyusulmu.”
“Baik.”
“du..di..du..di..dam..dam..du...di..du.di..dam..(ctraakkcttraaakkk) aiihhh ini beneran batu api apa bukan sih?? daritadi gak keluar-keluar apinya..(ctraakkcttraaakkk csssssss) akhirnya hahaha.” Kata Jenderal Mahadika.
“Jangan senang dulu, Putri Vidyani sudah kutawan hahahaha.” Kata seorang prajurit Razor.
“Huh sialan, tapi bagaimana ya sumbu bomnya sudah kusulut dan tidak bisa dimatikan hehehe.” Tawa Jenderal Mahadika licik.
“Hmmm....hmmm..(menggigit tangan prajurit yang membekap mulutnya).”Kata Putri Vidyani.
“Aaaaaaaaaaa......” Teriak si prajurit.
Putri Vidyani pun segera mencabut pedang dari prajurit Razor tadi dan menusuknya.
Sringgg jleebbbb!
“Arrrgggg!!!” Rintih Prajurit Razor.
Sringgg....trang..tringg...truunngg!!!!
Terjadilah pertarungan antara Putri Vidyani dan Jenderal Mahadika dengan prajurit Razor, namun prajurit Razor tidak ada habis-habisnya walaupun sudah banyak yang terbunuh.
Kemudian seorang prajurit Razor melihat bom yang dipasang oleh Jenderal Mahadika, terlihat sumbu yang terbakar sudah pendek.
“Heiii!!! hentikan pertarungan !! bomnya akan meledak !! selamatkan diri kalian!!!” Teriak si Prajurit.
Berlarilah prajurit Razor menyelamatkan diri tanpa menghiraukan Jenderal Mahadika dan Putri Vidyani.
“Ayo yang mulia, lari ke lorong bawah tanah!!!” Perintah Jenderal Mahadika.
Mereka pun lari menyelamatkan diri menuju lorong bawah tanah yang dibuat oleh Jenderal Mahadika selama 1 menit berkat ramuan Dukun Tio, namun blaaarrrr!!!!! meledak lah bom buatan Dukun Tio hingga membuat Jenderal Mahadika dan Putri Tio terhempas.
“Cepat Putri tutup hidungmu dengan kain yang kuberikan tadi!!”
“Iya..(menutup hidung)” Kata Putri Vidyani.
“Ayam..ayam...!!”
“Hahahaha...Raja Arsyan latah..hahahaa.” Tawa prajurit pengawal.
“Hah diam kau!!!”
“Maaf yang mulia.”
Kedua pasukan kerajaan yang sedang bertempur pun tercengang dan mengehentikan pertempuran mereka karena suara ledakan yang mengagetkan itu.
“Ledakan tadi berasal darimana hah?” Tanya Raja Arsyan.
“Sepertinya dari kerajaan kita, yang mulia.”
“Wah kalau yang dihancurkan tembok kita, kita bisa diserang dengan mudah. Perintahkan pasukan Zerstorer untuk mundur!!
“Baik yang mulia.”
Tet..tet...tetetetetetettete.....
“Pasukan cepat mundur!!” Perintah Jenderal Kevin.
Pasukan Zerstorer pun segera mundur
Di Pihak Vazor. “Waouuwww...ledakannya hebat sekali sepertinya hahaha..”
Tawa Raja Vanto.
“Ya, dan Pasukan Razor sudah mundur, dipastikan mereka akan memperkuat kota benteng mereka.” Sahut Jenderal Arif.
“Hmm..baiklah kita juga mundur, kita tunggu utusan mereka yang akan meminta gencatan senjata.”
“Raja yakin mereka akan meminta gencatan senjata??”
“Kuharap begitu.” Kata Raja Vanto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar