Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Sabtu, 09 Juni 2012

Three Kingdom 17


“Cepat perintahkan pasukan Zerstorer untuk maju.”
“Baik yang mulia.” Jawab Jenderal Kevin.
Tet...tet..tut...tut...tet..tet...
Kdebuk...kdebukk..kdebukkk!!!!
Dari garis belakang di balik bukit datanglah pasukan berkuda berbaju besi.
Jenderal Kevin pun memimpin mereka menuju garis depan.
“Zerstorer seraannnggg!!!!!!” Perintah Jenderal Kevin.
“Hoooiiiiii!!!!!!!”
Kdebuk...kdebukk..kdebukkk....kdebuk...kdebukk..kdebukkk
Di Pihak Vazor.
“Wah pasukan apa itu, bajunya besi semua mulai dari badan penunggang sampai ke kudanya??”
“Saya tidak tahu yang mulia, yang pasti pasukan odong-odong kita akan mengalahkannya.” Jawab Jenderal Arif.
“Aku harap begitu.” Kata Raja Vanto.
“Oh iya Jenderal Arif lebih baik kau pimpin Pasukan Centaurion, saya khawatir bila tidak dipimpin oleh seorang Jendera moral mereka akan cepat jatuh dan Pasukan Lexcron akan saya pimpin.”
“Hmm baik yang mulia. Lalu kemanakah Jenderal Mahadika?”
“Dia sedang kuberikan misi khusus.”
“Owh, baik lah saya akan pimpin Pasukan Centaurion.”

Di garis depan pertempuran
“Pasukan rapatkan formasi, odong-odong tembak..!!!!”
Prokk....prok..prok...prokk..prok..prokk...breek..
Dong...dong.... dong.... dong.... dong....
trang..trang..
Kdebuk...kdebukk..kdebukkk...kdebukk..kdebukkk!!!!
“Apa-apaan ini! panah odong-odong tidak bisa menembus baju besi mereka! Pasukan tombak rapatkan formasi, jangan beri mereka celah untuk menembus kita..!! odong-odong hentikan tembakan..!!” Perintah Dukun Tio dengan sigap.
“Hunuskan tombak...!!!!!” Perintah Jenderal Kevin.
“Hooooooo!!!!!!!!!!!!!”
“Saat mereka mendekat sedekat mata kalian tembakan odong-odong!!!!!!”
“Hooiiii!!!!”
Kdebuk..kdebukk..kdebukk...
“Berpencar!!!!!” Perintah Jenderal Kevin.
Tiba-tiba formasi Pasukan Zerstorer memecah menjadi dua yang satu ke kanan dan satunya lagi ke kiri, menyerang Pasukan Odong-odong dari sisi samping.
“Odong-odong!!! ikuti arah datangnya pasukan itu!!!”
Namun Pasukan Odong-odong kalah cepat menyesuaikan gerakan Pasukan Zerstorer yang melambung.....
Dong.... dong.... dong....
Kdebuk..kdebukk..kdebukk...bruuuuaaaakkk!!trangg..tringg....ngiiieeekkkk...
“Aaaaaarrrggggghhhhh!!!!”
 wuuuiiiiikkkk...buukkkkk..!!!
Beberapa pasukan terdepan odong-odong terpental akibat tubrukan dari Kuda Zerstorer, formasi Pasukan Odong-odong pun mulai berantakan
Di sisi lain di atas bukit terlihat pasukan pengintai dari Kerajaan Amhcar.
“Wahhh hebat sekali taktik dari Jenderal Kevin itu, ia menghindari tombak Pasukan Odong-odong dengan serangan melambung.” Kata Penyihir C.A.P.
“Yaa strategi yang cerdik, tapi peperangan ini sangat mengerikan aku tidak ingin melihat pasukanku mati akibat peperangan untuk menghancurkan kerajaan itu. Jenderal Arum bagaimana kalau kita batalkan persiapan perang kita melawan Kerajaan Vazor? ” Sahut Putri Raras.
“Saya sih mau saja tapi tidak berani melakukannya karena saya diperintah langsung oleh baginda Raja.”
“Ahhh itu urusan gampang yang penting batal kan saja, soal Raja biar saya yang urus.”
“Baik, yang mulia.”
Kdebuk..kdebukk...kdebukk..
Kembalilah Jenderal Arum menuju kerajaan untuk membatalkan persiapan perang terhadap Kerajaan Vazor.
Di pihak Vazor.
“Keluarkan bendera tanda menyerang kepada Pasukan Centaurion.” Perintah Raja Vanto.
“Baik.”
Berkibarlah bendera tanda menyerang.
“Seraaaaaangggggg!!!!!” Perintah Jenderal Arif.
Keluarlah pasukan Centaurion dari persembuyiannya, langsung menyerang Pasukan Zerstorer dari arah belakang, membuat pasukan Zerstorer kalang kabut melihat serangan frontal pasukan Centaurion.
Kdebuk... kdebuk..kdebukk...kdebukk..kdebuk..kdebukk...kdebukk...
“Hoooooooooo!!!!!!!!!!”
bruuuuaaaakkk!!trangg..tringg....ngiiieeekkkk...
Terjadilah pertarungan antara Zerstorer dengan Centaurion dan Odong-odong.
Korban berjatuhan dimana-mana.
Di sisi lain di dalam Istana dimana Putri Vidyani disekap.
Ckreek..krreek..krrree...klak.
“Hah akhirnya terbuka juga pintunya, baiklah mumpung penjaganya pergi  saatnya cari jalan keluar.” Kata Putri Vidyani.
tap..tap..tap..
“Wah penjaga..aku harus kembali ke sel dan pura-pura tidur.”
Sesaat kemudian seorang penjaga datang menghampiri sel Putri Vidyani.
“Hmm tidak ada  yang mencurigakan, tidur ahhh ngantuk nih dari semalaman belum tidur hoaaammmm.” Kata prajurit penjaga.
“Dasar penjaga bodoh.”
Putri Vidyani pun segera keluar dari selnya dan meninggalkan penjaga yang tertidur pulas.
“Haduuhhh bagaimana cara keluar dari tembok istana ini??” Kata Putri Vidyani.
Tiba-tiba datanglah seorang prajurit menghampiri Putri Vidyani dari belakang.
“Arr......” dengan sigap prajurit tersebut membekap mulut sang putri. “Sssstttt...jangan berisik saya bukan prajurit Razor tapi mata-mata dari Vazor, ayo ikut saya. Saya akan membantu anda keluar dari sini.” Kata sang mata-mata tersebut.
Sang Putri pun segera mengikuti mata-mata itu dan sampailah mereka di sebuah gubuk.
“Nah tuan putri masuk ke lorong bawah tanah ini, lorong ini menuju keluar tembok istana disana telah siap seekor kuda untuk membawa anda kabur dari sini.” Kata sang mata-mata.
“Tapi...”
“Tunggu apa lagi yang mulia ayo cepat masuk ke lorong itu!”
“Kenapa kau tidak ikut?”
“Ahhh saya masih ada urusan di kerajaan ini.”
“Hmm..beritahu namamu supaya aku bisa mengenalmu??”
“Nanti saja yang mulia karena anda pasti sudah mengenal saya, sekarang anda harus lari terlebih dahulu.”
“Tidak mau kalau kau tidak memberitahukan namamu aku tidak akan pergi!”
“Keras kepala juga ini Putri, saya sebenarnya (membuka helm pelindung yang menutupi wajahnya)...."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar