“Cepat
perintahkan pasukan Zerstorer untuk maju.”
“Baik yang
mulia.” Jawab Jenderal Kevin.
Tet...tet..tut...tut...tet..tet...
Kdebuk...kdebukk..kdebukkk!!!!
Dari garis
belakang di balik bukit datanglah pasukan berkuda berbaju besi.
Jenderal Kevin
pun memimpin mereka menuju garis depan.
“Zerstorer seraannnggg!!!!!!”
Perintah Jenderal Kevin.
“Hoooiiiiii!!!!!!!”
Kdebuk...kdebukk..kdebukkk....kdebuk...kdebukk..kdebukkk
Di Pihak Vazor.
“Wah pasukan apa
itu, bajunya besi semua mulai dari badan penunggang sampai ke kudanya??”
“Saya tidak tahu
yang mulia, yang pasti pasukan odong-odong kita akan mengalahkannya.” Jawab
Jenderal Arif.
“Aku harap
begitu.” Kata Raja Vanto.
“Oh iya Jenderal
Arif lebih baik kau pimpin Pasukan Centaurion, saya khawatir bila tidak
dipimpin oleh seorang Jendera moral mereka akan cepat jatuh dan Pasukan Lexcron
akan saya pimpin.”
“Hmm baik yang
mulia. Lalu kemanakah Jenderal Mahadika?”
“Dia sedang
kuberikan misi khusus.”
“Owh, baik lah
saya akan pimpin Pasukan Centaurion.”
Di garis depan
pertempuran
“Pasukan
rapatkan formasi, odong-odong tembak..!!!!”
Prokk....prok..prok...prokk..prok..prokk...breek..
Dong...dong....
dong.... dong.... dong....
trang..trang..
Kdebuk...kdebukk..kdebukkk...kdebukk..kdebukkk!!!!
“Apa-apaan ini!
panah odong-odong tidak bisa menembus baju besi mereka! Pasukan tombak rapatkan
formasi, jangan beri mereka celah untuk menembus kita..!! odong-odong hentikan
tembakan..!!” Perintah Dukun Tio dengan sigap.
“Hunuskan tombak...!!!!!”
Perintah Jenderal Kevin.
“Hooooooo!!!!!!!!!!!!!”
“Saat mereka
mendekat sedekat mata kalian tembakan odong-odong!!!!!!”
“Hooiiii!!!!”
Kdebuk..kdebukk..kdebukk...
“Berpencar!!!!!”
Perintah Jenderal Kevin.
Tiba-tiba
formasi Pasukan Zerstorer memecah menjadi dua yang satu ke kanan dan satunya
lagi ke kiri, menyerang Pasukan Odong-odong dari sisi samping.
“Odong-odong!!!
ikuti arah datangnya pasukan itu!!!”
Namun Pasukan
Odong-odong kalah cepat menyesuaikan gerakan Pasukan Zerstorer yang
melambung.....
Dong....
dong.... dong....
Kdebuk..kdebukk..kdebukk...bruuuuaaaakkk!!trangg..tringg....ngiiieeekkkk...
“Aaaaaarrrggggghhhhh!!!!”
wuuuiiiiikkkk...buukkkkk..!!!
Beberapa pasukan
terdepan odong-odong terpental akibat tubrukan dari Kuda Zerstorer, formasi
Pasukan Odong-odong pun mulai berantakan
Di sisi lain di
atas bukit terlihat pasukan pengintai dari Kerajaan Amhcar.
“Wahhh hebat sekali
taktik dari Jenderal Kevin itu, ia menghindari tombak Pasukan Odong-odong
dengan serangan melambung.” Kata Penyihir C.A.P.
“Yaa strategi
yang cerdik, tapi peperangan ini sangat mengerikan aku tidak ingin melihat
pasukanku mati akibat peperangan untuk menghancurkan kerajaan itu. Jenderal
Arum bagaimana kalau kita batalkan persiapan perang kita melawan Kerajaan
Vazor? ” Sahut Putri Raras.
“Saya sih mau
saja tapi tidak berani melakukannya karena saya diperintah langsung oleh
baginda Raja.”
“Ahhh itu urusan
gampang yang penting batal kan saja, soal Raja biar saya yang urus.”
“Baik, yang
mulia.”
Kdebuk..kdebukk...kdebukk..
Kembalilah
Jenderal Arum menuju kerajaan untuk membatalkan persiapan perang terhadap
Kerajaan Vazor.
Di pihak Vazor.
“Keluarkan
bendera tanda menyerang kepada Pasukan Centaurion.” Perintah Raja Vanto.
“Baik.”
Berkibarlah
bendera tanda menyerang.
“Seraaaaaangggggg!!!!!”
Perintah Jenderal Arif.
Keluarlah
pasukan Centaurion dari persembuyiannya, langsung menyerang Pasukan Zerstorer
dari arah belakang, membuat pasukan Zerstorer kalang kabut melihat serangan
frontal pasukan Centaurion.
Kdebuk... kdebuk..kdebukk...kdebukk..kdebuk..kdebukk...kdebukk...
“Hoooooooooo!!!!!!!!!!”
bruuuuaaaakkk!!trangg..tringg....ngiiieeekkkk...
Terjadilah
pertarungan antara Zerstorer dengan Centaurion dan Odong-odong.
Korban
berjatuhan dimana-mana.
Di sisi lain di
dalam Istana dimana Putri Vidyani disekap.
Ckreek..krreek..krrree...klak.
“Hah akhirnya
terbuka juga pintunya, baiklah mumpung penjaganya pergi saatnya cari jalan
keluar.” Kata Putri Vidyani.
tap..tap..tap..
“Wah
penjaga..aku harus kembali ke sel dan pura-pura tidur.”
Sesaat kemudian
seorang penjaga datang menghampiri sel Putri Vidyani.
“Hmm tidak
ada yang mencurigakan, tidur ahhh ngantuk nih dari semalaman belum tidur
hoaaammmm.” Kata prajurit penjaga.
“Dasar penjaga
bodoh.”
Putri Vidyani
pun segera keluar dari selnya dan meninggalkan penjaga yang tertidur pulas.
“Haduuhhh
bagaimana cara keluar dari tembok istana ini??” Kata Putri Vidyani.
Tiba-tiba
datanglah seorang prajurit menghampiri Putri Vidyani dari belakang.
“Arr......”
dengan sigap prajurit tersebut membekap mulut sang putri. “Sssstttt...jangan
berisik saya bukan prajurit Razor tapi mata-mata dari Vazor, ayo ikut saya.
Saya akan membantu anda keluar dari sini.” Kata sang mata-mata tersebut.
Sang Putri pun
segera mengikuti mata-mata itu dan sampailah mereka di sebuah gubuk.
“Nah tuan putri
masuk ke lorong bawah tanah ini, lorong ini menuju keluar tembok istana disana
telah siap seekor kuda untuk membawa anda kabur dari sini.” Kata sang
mata-mata.
“Tapi...”
“Tunggu apa lagi
yang mulia ayo cepat masuk ke lorong itu!”
“Kenapa kau
tidak ikut?”
“Ahhh saya masih
ada urusan di kerajaan ini.”
“Hmm..beritahu
namamu supaya aku bisa mengenalmu??”
“Nanti saja yang
mulia karena anda pasti sudah mengenal saya, sekarang anda harus lari terlebih
dahulu.”
“Tidak mau kalau
kau tidak memberitahukan namamu aku tidak akan pergi!”
“Keras kepala
juga ini Putri, saya sebenarnya (membuka helm pelindung yang menutupi
wajahnya)...."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar