Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Rabu, 27 Juni 2012

Three Kingdom 20


Sang penasihat pun pergi meninggalkan sang raja yang sedang galau, selagi sang penasihat pergi datanglah Jenderal Kevin.

“Rajaku, pasukan yang tidak ikut bertempur sudah saya siaga kan di tembok yang hancur...”
“Hmm bagus lah..”
“Yang mulia kenapa?”
“Tidak, tidak aku hanya sedang memikirkan wanita itu.”
“Wanita itu? Apakah yang dimaksud Raja, Putri dari negeri seberang?”
“Iya..”
“Sepertinya yang mulia sedang jatuh cinta?”
“Ahh tidak-tidak itu tidak mungkin..”
“Ayo lah yang mulia, mengaku saja lah..”
“Terserah anda saja mau berspekulasi (gak ngerti tapi keliatan keren kata-katanya) apa pun saya tidak mungkin jatuh cinta.”
“Hahahaha raja, raja anda ini munafik sekali..”
“Kau! berani sekali berbicara lancang seperti itu!”
“Maaf kan saya rajaku..”
“Baik lah kali ini kumaafkan tapi lain kali jika kau berkata seperti itu, tidak ada ampun bagimu!!”
“Baik yang mulia terima kasih..”
“Ya sudah enyah lah dari hadapanku aku ingin menenangkan diri dahulu..”

Jenderal Kevin pun keluar dari istana meninggalkan Raja Arsyan yang sedang termenung memikirkan seorang wanita cantik yang membuat hatinya gelisah dan menari-nari bercampur dengan perenang loncat indah dan balerina (apa jadinya itu?)
Enam bulan kemudian saat-saat yang sangat mengejutkan, Raja Arsyan menikahi Putri Vidyani!
Hati yang gelisah telah terobati setelah Raja Arsyan melamar Putri Vidyani di Istana Austrum dengan membawa berbagai macam bunga hasil karya Raja Arsyan dan pernikahan yang cukup megah.
“Hohoohooo ina ni keke...yamko rambe yamko...apuse...dengan ini kalian kujadikan Raja dan Ratu Kerajaan Razor dengan gelar The Bahloel dan The Bahloeles.” Kata Dukun Tio membacakan mantra doa
“Yap dengan ini kunyatakan Kerajaan Vazor dan Razor menjadi Kerajaan persemakmuran semua hal mengenai permusuhan dihilangkan dan dimaafkan.” Seru Raja Vanto The Pongo
Kedua kerajaan yang bermusuhan menjadi kerajaan persemakmuran
Mendengar pernikahan akbar tersebut Raja Rico A.K.A Adzie The Almarhum tersentak kaget dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi mengingat jika ia menyerang dua kerajaan tersebut dipastikan ia akan kalah telak.
Dengan sangat-sangat terpaksa Raja Rico/ Adzie The Almarhum menyatakan persahabatan kepada Kerajaan Razor dan Vazor.
Pada akhirnya roh Raja Adzie The Almarhum meninggalkan tubuh Raja Rico.
Ketiga kerajaan itu berdamai dan hidup tentram membentuk segitiga kemakmuran di kawasan tersebut. 


THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar