Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Senin, 20 Juni 2011

Peluru Terakhir

Tanggal 11 Februari 2011 aku mengikuti suatu acara di sebuah vila bersama teman-temanku yang berjumlah kurang lebih 105an orang.

Sempat muncul rasa menyesal karena disuruh bawa barang-barang yang lumayan banyak dan cukup menguras uang.

Oh ya namaku Leonov.

Pukul satu siang diadakan apel pembukaan acara tersebut di sebuah lapangan yang sangat besar.

Setelah itu kami pun berangkat menuju suatu tempat acara itu diadakan.

Di perjalanan serasa lama sekali karena bis yang kutumpangi pelan lihat saja bis yang lainnya sudah jauh berada didepan.

“Ini supir kok lamban bener nyetirnya ckckck keburu sore nih.” Pikirku.

Sesampainya disana hawa sejuk datang menghampiri hmmm gak sejuk-sejuk amat sih hehehe..

Saat kami melihat vila yang akan kami tinggali, semuanya bengong.

Hei, Vasily apakah Vila sebesar itu cukup untuk seratus-an orang??”

Aku tidak tahu yang penting bisa tidur.

Huuuu..

Vila itu terdiri dari tiga lantai, lantai paling atas ada beberapa kamar sedangkan di lantai dua ada balkon yang mengarah ke lembah bila kita melihat dari balkon itu kita bisa melihat pemandangan kota yang indah sekali ada juga kamar untuk pesertanya lalu lantai paling bawah ada lagi kamar untuk para peserta dan disebelahnya ada aula.

Sekitar pukul lima sore kami semua dikumpulkan, yang wanita dibagi kamar tidurnya sedangkan yang pria...

“Yaakkk yang pria nanti tidurnya di aula, sekarang ambil tas kalian lalu bawa ke aula.” Kata seseorang panitia acara lantang.

Kami pun segera menaruh tas kami di sebuah aula yang cukup besar untuk dimuati semua pria bahkan lebih nyaman daripada kamar yang digunakan oleh wanita karena kamar wanita sempit dan diisi oleh 21 orang!

Hei kita tidurnya di lantai?? tidak ada alasnya??” Tanyaku.

Tenang aja pasti ada, masa kita dibiarkan seperti Romusha hahaha.” Jawab Vasily.

“Terserah dirimu lah hahaha...”

Tiba-tiba mataku terpaku pada seorang wanita yang sudah kukenal sejak lama namun kami tidak begitu dekat, sebut saja namanya Ekaterina.

Saat malam tiba kami semua dikumpulkan ke balkon dan kebetulan sekali Ekaterina berada di sebelahku.

Wajahnya seakan-akan menyinari kegelapan malam itu, aku pun mulai tertarik padanya

Di tengah acara tiba-tiba datang lah beberapa truk dengan sangat kencang menabrak pintu pagar dan keluar lah beberapa orang bersenjata dari truk itu sambil berteriak.

“Jangan bergerak!!!!” Duaarrrr...


To Be Continued......

4 komentar:

  1. Tes tes...
    itu acara apaan ?
    kok pake nginep ?

    BalasHapus
  2. Ini sebenarnya kisah nyata..
    Acara sekolah penggabungan ekskul tapi dengan sedikit imajinasi ceritanya agak berbeda dari kisah nyatanya

    BalasHapus
  3. hahaha, lebih melenceng dari cerita aslinya dik :p

    BalasHapus