“Yang mulia, para Kruppen telah
kehabisan amunisi!!” Kata Arsyan. “Hmm...berarti mereka akan menyerang kita
dengan pasukan infanteri mereka???” “Iya Paduka.” “Bersiap-siap untuk serangan
jarak dekat!!!” “Baik.” “Schütze (sebutan pasukan pemanah untuk baby hui) bersiap
untuk tembak!!!” Perintah Arsyan. “Haig...”
Di Suku Barbar sang maestro Moza terluka,terkena serpihan trebuchet yang terhantam oleh batu baby hui. “Hei Moza terluka cepat bantu dia!!” Perintah Vanto.
Di Suku Barbar sang maestro Moza terluka,terkena serpihan trebuchet yang terhantam oleh batu baby hui. “Hei Moza terluka cepat bantu dia!!” Perintah Vanto.
Moza pun dibawa ke garis belakang oleh
Dika dan Tio. “Me....re...ka tel...ah.. ke....ha..bis...an
amu...ni...si..se..ra.....ng....”Rintih Moza.
“Halah mau mati aja ninggalin pesan
kematian dulu ckckckc..” Dika geleng-geleng kepala.
Seketika itu juga Moza meninggal dunia dan
dikubur di Pohon Toge raksasa dimana disampingnya telah dikubur jenazah Resky
dari Suku Bahloel.
“Huh sekaranglah saatnya kita serang mereka....bawa tower cadangan itu, tower yang kita tinggalkan sudah hancur!!” Perintah Dika. “Haig...”
Prokk....prok..prok...prokk..prok..prokk...
“Pasukan kuda, jalan dibelakang infanteri.” Perintah Vanto “Haig...!!”
prrr...prrrr..kdebuk...kdebuk...kdebuk...
Setelah pasukan infanteri, pemanah dan berkuda berbaris rapi di garis depan. “Pasukan Infanteri..!!!Formasi kura-kura maju jalan..!!!” Perintah Dika. “Haig...” prok..prok..brek..brek...brek..prok..prok..prok...
“Pasukan kuda berhenti, kita tetap disini untuk memberikan bantuan!!!” Perintah Vanto. “Haig...!!”
Tanah pun bergetar oleh gerak maju jalan pasukan barbar.
Saat pasukan mendekati tembok baby hui.
“Schütze...tembak.!!!”Perintah Arsyan. Melesatlah panah baby hui.....
“Akkkhhh...!!!!” “Rapatkan formasi...!!!!” Teriak Dika.
“Siap....tembak!!!!!” Perintah Dimas. Dan dibalaslah tembakan panah oleh suku Barbar.....
Perlahan tapi pasti dengan dihujani oleh panah pasukan barbar mendekati tembok baby hui, lalu mereka mulai memasang tangga dan menurunkan pintu tower mereka tepat di tembok baby hui. “Hooo........!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Teriak pasukan barbar.
Trang...tring...trung...duakk...brak... “Akkhhh!!!!” Trang...tring...trung.
“Cepat naiki tangga itu!!!!” Perintah Dika.
Dika turut menaiki tangga.“Huh sekaranglah saatnya kita serang mereka....bawa tower cadangan itu, tower yang kita tinggalkan sudah hancur!!” Perintah Dika. “Haig...”
Prokk....prok..prok...prokk..prok..prokk...
“Pasukan kuda, jalan dibelakang infanteri.” Perintah Vanto “Haig...!!”
prrr...prrrr..kdebuk...kdebuk...kdebuk...
Setelah pasukan infanteri, pemanah dan berkuda berbaris rapi di garis depan. “Pasukan Infanteri..!!!Formasi kura-kura maju jalan..!!!” Perintah Dika. “Haig...” prok..prok..brek..brek...brek..prok..prok..prok...
“Pasukan kuda berhenti, kita tetap disini untuk memberikan bantuan!!!” Perintah Vanto. “Haig...!!”
Tanah pun bergetar oleh gerak maju jalan pasukan barbar.
Saat pasukan mendekati tembok baby hui.
“Schütze...tembak.!!!”Perintah Arsyan. Melesatlah panah baby hui.....
“Akkkhhh...!!!!” “Rapatkan formasi...!!!!” Teriak Dika.
“Siap....tembak!!!!!” Perintah Dimas. Dan dibalaslah tembakan panah oleh suku Barbar.....
Perlahan tapi pasti dengan dihujani oleh panah pasukan barbar mendekati tembok baby hui, lalu mereka mulai memasang tangga dan menurunkan pintu tower mereka tepat di tembok baby hui. “Hooo........!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Teriak pasukan barbar.
Trang...tring...trung...duakk...brak... “Akkhhh!!!!” Trang...tring...trung.
“Cepat naiki tangga itu!!!!” Perintah Dika.
Trang...tring...trung...
Terjadilah duel sengit antara Pasukan Baby hui dengan Pasukan suku barbar di atas tembok Baby hui....
Disaat kedua belah pihak sedang bertarung mati-matian.
Tet..tet...tet...
Datanglah pasukan Ksatria berkuda dari Baby Hai untuk membantu Baby Hui. “Hah pasukan dari Baby Hai telah tiba, kita pasti menang!” Kata Raja Adzie. “Eiittsss..jangan senang dulu...hiaaaaa!!!!” Kata Dika. Trang...tring...trung..
Di pasukan Baby Hai....
“Pasukan berhenti..!!!!” Perintah Pangeran Dani. Kdebuk...kdebuk..kdebuk...sreettt..
“Kita telah terlambat, suku barbar itu telah menyerang tembok Baby Hui.” Kata Pangeran Dani.
To Be Continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar