Di pihak
Kerajaan Vazor.
Raja Vanto yang
berada diatas kuda di temani oleh para Jenderal, Kapten dan Dukun Vazor
berorasi di depan Prajuritnya.
“Saudaraku,
sekarang lah saatnya kita basmi Kerajaan Razor!! Raja Razor telah menculik
Putri Vidyani!! Mereka menantang kita untuk berperang dengan datang ke perbatasan
kita dan membawa pasukannya! Tiada ampun bagi mereka!!!!!” Kata Raja Vanto
berapi-api. “Hoooiiii!!!!” Sahut para pasukan Vazor. “Baik lah sesuai dengan
strategi yang telah kita buat, Jenderal Dimas Pasukan Schutze berada di barisan
paling belakang mendukung pasukan Tiberiun, Kapten Tiberiun kau tunggu perintah
saya untuk menggerakan pasukanmu, Jenderal Mahadika gerakan Pasukan Centaurion
ke belakang dan memutar menuju balik hutan yang berada disisi kanan kita itu
dan kau harus terlihat seperti kembali ke Kota Vazor supaya tidak ada yang
mencurigainya, Jenderal Arif Pasukan
Lexcron mu melindungi Pasukan Zioner dan Calisto, Kapten Zioner tembakan
‘catapult-catapult’ itu selagi Pasukan Kodoknya Dukun Tio bergerak dan kau
Dukun Tio Pasukan Kodokmu menyerang mereka dengan frontal untuk mengaburkan
pandangan mereka terhadap Pasukan Centaurion dengan di lindungi oleh
‘catapult’.” Perintah Raja Vanto.
“Baik Yang
Mulia.” Sahut para Jenderal, Kapten dan Dukun Vazor.
para Jenderal
dan Kapten Vazor kecuali Dukun Tio kembali ke pasukan masing-masing.
“Hmm Yang Mulia,
nama pasukan saya bukan kodok tapi odong-odong.”
“Oh iya maaf,
saya ingatnya kodok hehehe.” “Ahhh raja ini, oh iya apakah Raja ingin mencoba
ramuan kuat saya ini?”
“Hmmm...tidak
perlu saya adalah Raja dan Prajurit Sejati saya tidak akan menggunakan ramuan
apapun untuk memenangkan suatu pertempuran, melainkan dengan kekuatan sendiri.”
Jawab Raja Vanto.
“Hmm apa yang
dikatakan Raja Vanto itu benar....ahh gak usah pake ramuan ini deh mending dengan
kekuatan sendiri.” Kata Tio.
Ia pun segera
menuju barisan pasukan odong-odong.
“Pasukan
Odong-odong!!!”
“Hooiii...!!”
“Maju
jalan...!!!!!hunuskan tombak, bila sudah mendekati musuh tembakan odong-odong.!!
“Haigg!!!” Prookk..prok..prok...prok...
Di Pasukan
Zioner.
“Tembakan
Catapult..!!!” Perintah kapten Zioner.
“Hoiii..!!!”
Krekk...krek...krek...krekk..kreekk...Wuuuiiiikkkk!!! melesatlah batu-batu dari
catapult Zioner.
Wuuussshhhh
bummm..bumm..buumm... “Aaaarrrggggghhh” Pasukan Razor bertumbangan akibat terkena
lemparan batu dari ‘catapult’ Pasukan Zioner
Di pihak Razor.
“Heeiiiiii...Jenderal
Kevin cepat perintahkan Kruppen (Pasukan sejenis Zioner) untuk membalas
tembakan catapult mereka...!!!!” Perintah Raja Arsyan.
“Baik yang
mulia. Kruppen, Tembaakkkk!!!”
“Haiigg.”
Krekk...krek...krek...krekk..kreekk...Wuuuiiiikkkk!!! melesatlah
batu-batu balasan dari catapult Kruppen.
Wuuussshhhh
bummm..bumm..buumm... “Aaaarrrggggghhh”
“Pasukan
odong-odong, tetap dalam formasi kita sudah mendekati musuh !!!”
“haiiiggg.”
“Mereka tetap tak
bergeming CUIH...Jenderal Kevin gerakan Truppen Klinge (Pasukan Infantri utama
sekelas dengan Pasukan Tiberiun) kita dan taruh Truppen Speerwerfer (Pasukan
Pelempar Lembing) diantara mereka.”
“Baik yang
mulia. Pasukan majuu!!!”
“Hoooiii..!!!”
Prookk..prok..prok...prok...
Disaat kedua
pasukan mulai mendekat diselingi oleh hantaman batu catapult Pasukan Centaurion
bergerak mundur.
“Pasukan..!!
mundur...!!” Perintah Jenderal Mahadika.
Prrr...kedebuk...kedebukk..
“Hei hentikan
Kruppen.”
“Baik yang
Mulia. Kruppen hentikan tembakan!!!” Kata Jendera Kevin.
Pihak Vazor pun
turut menghentikan tembakan Pasukan Zionernya.
“Kita sudah
mendekati musuh, tembakkan odong-odong!!!!” Perintah Dukun Shidiq.
Dong..dong...dong...dong...melesatlah
ribuan panah dari senjata odong-odong..
(Karena suara
dari senjata busur ‘dong’ maka pasukan dan senjata tersebut diberi nama
odong-odong)
“Arrgggghhhh.....!!!!!”
Pasukan Razor berjatuhan.
“Heiii cepat
lemparkan lembing kalian!!!!!” Perintah Kapten Razor. Wuuukkkkkkk.......
“Rapatkan perisai!!”
Perintah Dukun Tio.
Duaannnngg..braakkk....
“Arrrggghhhh!!!”
“Pasukan Tombak,
Formasi Phalanx...serangggg!!!!, pasukan odong-odong serang dengan
derajat tinggi.” Perintah Dukun Tio.
“hoooooooo!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Teriak Pasukan Tombak bersemangat.
“Truppen Klinge
buat pertahanan!!! Truppen Speerwerfer, tembak terus!!!” Perintah Kapten Razor.
Pasukan tombak
odong-odong terjatuh dan terlempar akibat hantaman lembing, namun mereka tetap
menyerang dengan tombak mereka yang panjang dan membentuk Formasi Phalanx.
Bruuuaakkk.....dong..dong..dong...trang...trung...tring...
Akibat Tombak
pasukan odong-odong yang panjang, pasukan Razor tidak dapat menyerang mereka
karena jangkauan pedangnya yang pendek.
Dengan mudah
pasukan otok-otok memukul mundur Truppen Klinge dan Truppen Speerwerfer, tombak
mereka bagaikan sebuah tusuk sate yang menusuk hingga 5 orang sekaligus.
“Raja Arsyan,
Truppen Klinge dan Truppen Speerwerfer sudah tidak kuat lagi menahan pasukan
odong-odong itu.” Kata Jenderal Kevin.
“Hmm kalau
begitu perintahkan mereka mundur dan keluarkan pasukan terkuat kita untuk
menghancurkan mereka”
“Baik yang
mulia. Cepat tiup trompet tanda mundur.”
“haigg.”
Tet...tet...tet...tet...tet.tet.tetetetetet
“Hah suara itu,
Truppen Klinge dan Speerwerfer cepat mundur!!!” Perintah Kapten Razor.
Dengan
tergesa-gesa pasukan Razor mundur.
“Hah mereka
mundur Hahahaha...kita menang, kemenangan milik kita!!!” Kata Dukun Tio.
“Wah tak
kusangka pasukan odong-odong kita hebat sekali.” Kata Raja Vanto.
“Tapi jangan
senang dahulu Yang Mulia, sepertinya itu hanyalah taktik mereka.” Sahut
Jenderal Arif.
“Hmm sepertinya
begitu, kita lihat saja kejutan apa yang mereka berikan kepada kita.”
To Be Continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar