Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Senin, 28 Mei 2012

Three Kingdom 16


Di pihak Kerajaan Vazor.
Raja Vanto yang berada diatas kuda di temani oleh para Jenderal, Kapten dan Dukun Vazor berorasi di depan Prajuritnya.
“Saudaraku, sekarang lah saatnya kita basmi Kerajaan Razor!! Raja Razor telah menculik Putri Vidyani!! Mereka menantang kita untuk berperang dengan datang ke perbatasan kita dan membawa pasukannya! Tiada ampun bagi mereka!!!!!” Kata Raja Vanto berapi-api. “Hoooiiii!!!!” Sahut para pasukan Vazor. “Baik lah sesuai dengan strategi yang telah kita buat, Jenderal Dimas Pasukan Schutze berada di barisan paling belakang mendukung pasukan Tiberiun, Kapten Tiberiun kau tunggu perintah saya untuk menggerakan pasukanmu, Jenderal Mahadika gerakan Pasukan Centaurion ke belakang dan memutar menuju balik hutan yang berada disisi kanan kita itu dan kau harus terlihat seperti kembali ke Kota Vazor supaya tidak ada yang mencurigainya,  Jenderal Arif Pasukan Lexcron mu melindungi Pasukan Zioner dan Calisto, Kapten Zioner tembakan ‘catapult-catapult’ itu selagi Pasukan Kodoknya Dukun Tio bergerak dan kau Dukun Tio Pasukan Kodokmu menyerang mereka dengan frontal untuk mengaburkan pandangan mereka terhadap Pasukan Centaurion dengan di lindungi oleh ‘catapult’.” Perintah Raja Vanto.
“Baik Yang Mulia.” Sahut para Jenderal, Kapten dan Dukun Vazor. 
para Jenderal dan Kapten Vazor kecuali Dukun Tio kembali ke pasukan masing-masing.


“Hmm Yang Mulia, nama pasukan saya bukan kodok tapi odong-odong.”
“Oh iya maaf, saya ingatnya kodok hehehe.” “Ahhh raja ini, oh iya apakah Raja ingin mencoba ramuan kuat saya ini?”
“Hmmm...tidak perlu saya adalah Raja dan Prajurit Sejati saya tidak akan menggunakan ramuan apapun untuk memenangkan suatu pertempuran, melainkan dengan kekuatan sendiri.” Jawab Raja Vanto.
“Hmm apa yang dikatakan Raja Vanto itu benar....ahh gak usah pake ramuan ini deh mending dengan kekuatan sendiri.” Kata Tio.
Ia pun segera menuju barisan pasukan odong-odong.
“Pasukan Odong-odong!!!”
“Hooiii...!!”
“Maju jalan...!!!!!hunuskan tombak, bila sudah mendekati musuh tembakan odong-odong.!! “Haigg!!!” Prookk..prok..prok...prok...
Di Pasukan Zioner.
“Tembakan Catapult..!!!” Perintah kapten Zioner.
“Hoiii..!!!” Krekk...krek...krek...krekk..kreekk...Wuuuiiiikkkk!!! melesatlah batu-batu dari catapult Zioner.
Wuuussshhhh bummm..bumm..buumm... “Aaaarrrggggghhh” Pasukan Razor bertumbangan akibat terkena lemparan batu dari ‘catapult’ Pasukan Zioner
Di pihak Razor.
“Heeiiiiii...Jenderal Kevin cepat perintahkan Kruppen (Pasukan sejenis Zioner) untuk membalas tembakan catapult mereka...!!!!” Perintah Raja Arsyan.
“Baik yang mulia. Kruppen, Tembaakkkk!!!”
“Haiigg.”  Krekk...krek...krek...krekk..kreekk...Wuuuiiiikkkk!!! melesatlah batu-batu balasan dari catapult Kruppen.
Wuuussshhhh bummm..bumm..buumm... “Aaaarrrggggghhh”
“Pasukan odong-odong, tetap dalam formasi kita sudah mendekati musuh !!!”
“haiiiggg.”
“Mereka tetap tak bergeming CUIH...Jenderal Kevin gerakan Truppen Klinge (Pasukan Infantri utama sekelas dengan Pasukan Tiberiun) kita dan taruh Truppen Speerwerfer (Pasukan Pelempar Lembing) diantara mereka.”
“Baik yang mulia. Pasukan majuu!!!”
“Hoooiii..!!!”
Prookk..prok..prok...prok...
Disaat kedua pasukan mulai mendekat diselingi oleh hantaman batu catapult Pasukan Centaurion bergerak mundur.
“Pasukan..!! mundur...!!” Perintah Jenderal Mahadika.
Prrr...kedebuk...kedebukk..
“Hei hentikan Kruppen.”
“Baik yang Mulia. Kruppen hentikan tembakan!!!” Kata Jendera Kevin.
Pihak Vazor pun turut menghentikan tembakan Pasukan Zionernya.
“Kita sudah mendekati musuh, tembakkan odong-odong!!!!” Perintah Dukun Shidiq.
Dong..dong...dong...dong...melesatlah ribuan panah dari senjata odong-odong..
(Karena suara dari senjata busur ‘dong’ maka pasukan dan senjata tersebut diberi nama odong-odong)
“Arrgggghhhh.....!!!!!”
Pasukan Razor berjatuhan.
“Heiii cepat lemparkan lembing kalian!!!!!” Perintah Kapten Razor. Wuuukkkkkkk.......
“Rapatkan perisai!!” Perintah Dukun Tio.
Duaannnngg..braakkk.... “Arrrggghhhh!!!”
“Pasukan Tombak, Formasi Phalanx...serangggg!!!!,  pasukan odong-odong serang dengan derajat tinggi.” Perintah Dukun Tio.
“hoooooooo!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Teriak Pasukan Tombak bersemangat.
“Truppen Klinge buat pertahanan!!! Truppen Speerwerfer, tembak terus!!!” Perintah Kapten Razor.
Pasukan tombak odong-odong terjatuh dan terlempar akibat hantaman lembing, namun mereka tetap menyerang dengan tombak mereka yang panjang dan membentuk Formasi Phalanx.
Bruuuaakkk.....dong..dong..dong...trang...trung...tring...
Akibat Tombak pasukan odong-odong yang panjang, pasukan Razor tidak dapat menyerang mereka karena jangkauan pedangnya yang pendek.
Dengan mudah pasukan otok-otok memukul mundur Truppen Klinge dan Truppen Speerwerfer, tombak mereka bagaikan sebuah tusuk sate yang menusuk hingga 5 orang sekaligus.
“Raja Arsyan, Truppen Klinge dan Truppen Speerwerfer sudah tidak kuat lagi menahan pasukan odong-odong itu.” Kata Jenderal Kevin.
“Hmm kalau begitu perintahkan mereka mundur dan keluarkan pasukan terkuat kita untuk menghancurkan mereka”
“Baik yang mulia. Cepat tiup trompet tanda mundur.”
“haigg.”
Tet...tet...tet...tet...tet.tet.tetetetetet
“Hah suara itu, Truppen Klinge dan Speerwerfer cepat mundur!!!” Perintah Kapten Razor.
Dengan tergesa-gesa pasukan Razor mundur.
“Hah mereka mundur Hahahaha...kita menang, kemenangan milik kita!!!” Kata Dukun Tio.
“Wah tak kusangka pasukan odong-odong kita hebat sekali.” Kata Raja Vanto.
“Tapi jangan senang dahulu Yang Mulia, sepertinya itu hanyalah taktik mereka.” Sahut Jenderal Arif.
“Hmm sepertinya begitu, kita lihat saja kejutan apa yang mereka berikan kepada kita.”

To Be Continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar