Suatu ketika aku terbangun, sinar yang terang sekali menyelimutiku mungkinkah aku sudah berada di alam baka? Terdengar sayup-sayup suara yang sudah kukenal memanggilku.
“Leonov..Leonov...bangun kau belum mati kau masih hidup.”
Suara itu..suara Elena sahabat ku selain Vasily dengan sekejap aku sadarkan diri terlihat bahwa diriku sedang terbaring di sebuah tempat perawatan dengan peralatan yang lengkap untuk memantau tubuhku yang penuh dengan luka ini.
“Di...maa....naa...Ekaterina...dann..Vaa…sily...??” Tanyaku dengan susah payah kepadanya.
Namun ia tak menjawab berkali-kali sudah kutanyakan hal yang serupa tetapi Elena tidak menjawab, aku pun mulai berpikir yang tidak-tidak mungkinkah mereka terbunuh?? Kondisi tubuhku pun segera menurun namun akhirnya aku mulai berpikir jernih mungkin saja Elena tidak menjawab pertanyaanku karena ingin memberikan suatu kejutan.
(2 minggu kemudian)
Ternyata aku masih diberi satu kesempatan hidup lagi.
“Dimana kah Ekaterina dan Vasily?” Tanyaku
“Ahh tenang saja mereka selamat kok, sekarang mereka sedang di London, tapi mereka tidak tahu bahwa dirimu masih hidup karena mereka cerita kepadaku tentang penembakan itu dan bilang bahwa kau mati, tapi aku tidak percaya dan mencarimu disana.”
“Terima kasih telah menyelamatkanku dan tempat apa ini sebenarnya?”
“Iya sama-sama sebenarnya tempat ini adalah ‘VENOM’ tempat ….”
“Agen minyak??”
“Bukan bodoh, agen pencari TKI elah…”
“Ohhh gitu.”
“Bukaann ahhh otakmu sudah rusak makanya begini, disini adalah tempatnya pembunuh bayaran orang yang kemarin menyerangmu sebenarnya mengincar Ekaterina dan Vasily karena mereka berdua telah membunuh pemimpin mereka.”
“Ohhh bilang daritadi dong.”
“Tadi udah mau bilang kamu potong ya!”
“Maaf hehehe”
Sebenarnya aku bingung apa yang dikatakan oleh Elena tapi aku mengiyakan saja daripada marah.
Tapi yang membuatku bingung dimana ini? Apa mungkin Bandung, Lembang atau apa?
"Hei dimana kita sekarang ini?"
"Kau tidak tahu? Sekarang kita berada di Novossibirsk."
"Ahh yaa Novosibirsk."
Akhirnya aku turut bergabung dengan ‘VENOM’ aku ingin membalas dendam dengan seorang pemimpin pemberontak yang telah menembak diriku itu.
“Anggotanya ada berapa?” Tanyaku.
“Hanya kami berempat. Andrey, aku sendiri, Ekaterina dan Vasily.”
“Sedikit sekali?”
“Memang hahaha walaupun sedikit kami bekerja sama dengan baik.” Jelasnya
Tak habis pikir wanita yang kulihat kemarin itu ternyata dibalik matanya yang kupandang memiliki hati yang baik tersimpan identitas sebagai pembunuh bertangan dingin.
Elena pun mengenalkan ku kepada ahli senjata yang tak lain adalah pacarnya juga, namanya Andrey.
“Baiklah karena kau telah bergabung dengan kami, kuberikan sebuah senjata sniper.”
“Hmm sebentar-sebentar ayo ikut aku..”
Aku pun mengikutinya ke sebuah gudang yang sepertinya sebuah gudang senjata.
“Ok kita lihat… senjata yang pas untukmu…..”
“Yang ini namanya apa? Cukup terlihat keren?”
“Itu Steyr HS.50 terlalu berat dan kurang cocok untukmu magasin nya cuma lima peluru….”
“Terus yang ini bagaimana?”
“Itu Dragunov jaraknya pendek hanya sekitar 800m kurang efektif..”
“Kalau yang ini??”
“Naahh itu sepertinya cocok VSSK ‘Vyklhop’ dengan berat sekitar 7 kg dan caliber 12,7x54 mm dengan jarak efektif 3,2 km dan jarak maksimal antara 4 hingga 4,1 km tapi magasin cuma 5 butir dan sudah ku modifikasi menjadi 10 butir.”
“Waouuww sepertinya ini sangat cocok untukku hahaha..”
Yap akhirnya aku mendapatkan senjata yang menurutku sangat cocok dengan diriku dan memulai misi pertamaku untuk membantu Ekaterina dan Vasily yang kesulitan mengejar ‘mangsa’nya.
Aku pun segera berangkat dengan menggunakan pesawat pribadi milik VENOM yang dipiloti oleh Elena dan Andrey.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar