“Heii Leonov kita sudah hampir sampai di London, cepat pakai parasutmu!”Kata Elena.
“Hah?! Parasut?! Pesawat kita ada masalah?!”
“Bukan kau harus terjun di titik penerjunan, cepat pakai saja parasutnya!”
“Ahh iya iya..”
Aku mulai berpikir mereka berdua benar-benar gila mengirimku dengan cara begini yang lebih gilanya mereka meninggalkan kursi pilot mereka!!!
Dan saat itu adalah pukul 12 malam waktu Inggris.
“Hei hei siapa yang menerbangkan pesawat ini??!!” Tanyaku panik.
“Tenang saja sudah ku set menjadi pilot otomatis nanti pesawat ini akan mendarat di bandara yang terpencil.” Jelas Andrey.
“Baik lah kita sudah sampai di titik penerjunan!!” Teriak Andrey.
“Ayoo loncat!!!” Kata Elena.
“Tapii….”
Belum sempat aku berkata apa-apa Elena menendangku dan terjunlah diriku dari pesawat.
Wuuuuusssshhhh terasa sekali angin yang sangat membuatku nyaman, aku merasakan ketenangan hati ini namun gravitasi bumi menarikku dengan cepat dan aku segera membuka parasutku.
Wuuussshhhh bruuukkkk tiba ditanah Inggris dengan selamat, diatasku datanglah Andrey.
“Awas Leonov!!!!!!!!”
“Huaaaahhh….” Aku lari dan meloncat tiarap untuk menghindari Andrey yang akan menabrakku.
Baru saja berdiri dibelakangku Elena berteriak.
“Leonov awas!!!!!” Buuukkkk
Yang ini benar-benar tak bisa terhindarkan karena jaraknya sudah dekat aku pun tertabrak oleh Elena.
“Hei Leonov kau tidak apa-apa kan?”
Elena kuatir
“Ahh tenang saja aku tidak apa-apa.”
“Bagus lah.”
“Ssssttttt…”
“Ada apa, Andrey?” Tanya Elena.
“Ada yang mengintai kita, waspadalah.”
Cklaaakk..ckreekk…ckreeek…
Kami pun mengokang senjata dan bersiap-siap menembak orang yang mengintai kami.
Tiba-tiba dari balik rerumputan yang tinggi terlihat seseorang yang mengangkat tangannya.
“Heei, kalian akhirnya datang juga!”
Suara itu, suara Vasily! aku segera menutup wajahku dengan ‘balaclava’ semacam penutup wajah. Aku tidak mau mengungkapkan identitasku demi hidupku juga.
“Yoo Vasily dan Ekaterina, apa kabar?” Kata Andrey membuka percakapan.
“Siapa dia?” Tanya Vasily.
“Oh dia anggota baru kita.” Jawab Andrey.
“Hei tadi sepertinya aku mendengar kau memanggil namanya ‘Leonov’ apa benar dia Leonov??” Tanya Ekaterina.
“Ahhh bukan, bukan saya bukan Leonov, perkenalkan nama saya Sergey.”
Kataku agak tergagap-gagap karena bingung.
“Ohh Sergey..hmm…sepertinya aku pernah mendengar suaramu?” Tanya Vasily.
“Tidak-tidak saya bukanlah Leonov seperti yang anda sebutkan tadi saya Sergey.”
“Lantas kenapa kau tidak membuka ‘balaclava’nya?”
“Oh ini wajah saya pernah diserang oleh Beruang sebaiknya anda tidak memaksa saya untuk membukanya karena pasti anda akan ketakutan.”
“Ohh baiklah.” Jawab Ekaterina.
Huft benar-benar pusing menjawab berbagai pertanyaan dari mereka.
Mereka pun mengantarkan kami ke sebuah pondok kecil di seberang sungai.
Di dalam pondok cukup hangat berhubung saat itu adalah musim dingin, di pojok kanan ada tungku perapian dan depannya ada sofa, di sebelah kiri ada tangga menuju lantai dua mungkin diatas ada kamar-kamar.
“Ok sebaiknya kita istirahat dulu besok akan kuceritakan tentang masalah ‘mangsa’ kita.”Kata Vasily.
Berhubung sudah malam sekali aku pun segera menjatuhkan diri di sofa depan perapian dengan masih menggunakan ‘balaclava’ aku sudah memperingatkan mereka akan wajahku jadi aku tidak berpikir mereka akan membuka ‘balaclava’ ini.
Keesokan harinya aku terbangun di siang hari ckckckc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar