Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Rabu, 28 September 2011

Peluru Terakhir : Pembalasan part 3

“Sial mereka meninggalkanku!!!”
Mereka meninggalkan surat di atas meja dan sudah disiapkan pula makanan sebuah pie apel dan secangkir teh hangat.
Sambil makan aku membaca surat yang mereka tinggalkan, isinya kira-kira begini : Sergey kami sedang menuju kota Liverpool jadi segera lah makan dan bergabung dengan kami disana, diluar sudah ada mobil, mobil itu untukmu.
“Mobil?”
Aku pun segera menghabiskan pie apel ku dan teh hangat lalu ganti baju dan mengambil jaket tebal khusus di Antartika serta ‘balaclava’ku, tidak lupa koper berisi senjata VSSK kemudian keluar.
“Hah?! Mobil ini benar-benar hebat!!”
Yap sebuah mobil Lamborghini Gallardo berwarna hitam legam menunggu untuk di pacu hingga batas limit.



Aku berkeliling sejenak melihat mobil ini dan akhirnya masuk ke ruang kemudi di dashboard ada sebuah layar monitar serta peta yang mana Kota Liverpool menyala sebuah titik-titik merah mungkin GPS ini akan menuntunku ke kota itu.
Ckekekekk..jreeeennggg…rrrngggg..
Terdengar suara mesin V10 mengelegar, dengan segera kutancap gas.
Ruooonnnnnggggg!!!!!!!!!!!!!!!
“Waouw benar-benar mobil yang bagus hahahaha.”

(3 jam kemudian.)
“Hmm sepertinya aku nyasar, GPS tak berguna seharusnya mereka ada disini tapi dimana?!”
Tiba-tiba bunyi sebuah nada yang tak lain adalah nada HP yang berada di bangku kanan kemudi, aku mengambilnya.
“Nomer siapa ini?ahh mungkin nomornya Elena.”
Kuangkat HP itu.
“Halo?”
“Hei Le..”
“Ssstttt..”
“Oh Sergey kau tidak melihat kami?!” Tanya Elena.
“Memang kalian dimana, hah?!”
“Aku ada diatasmu lihat lah gedung tinggi yang tidak terawat jam 2 nah diatas pasti kau melihatku.”

Aku segera mencari-cari gedung yang dimaksud oleh Elena dan ketemu!

“Yayaya aku melihat kau Elena.”
“Baiklah segera ke sini aku membutuhkan keahlianmu.”
“Ok tunggu aku, aku akan kesana.”
Segera saja aku ke tempat dimana Elena dan yang lainnya berada.
Sesampainya disana Andrey dan Ekaterina sedang membidik dengan sniper mereka sedangkan Elena melihat dengan teropong ke suatu arah dan Vasily, dia menyambut kedatanganku.

“Sergey akhirnya hahahhaa cepat pasang senjatamu dan aku akan memberikan petunjuk tentang ‘mangsa’ kita.”Kata Vasily

Ckraaakk..krreeekk…cklaakk..ckreeekk..kleepp..ckreeekk..
Klootaakk..
Sudah bergaya keren-keren dan mengokang senjata magasinnya malah terjatuh, ternyata belum terpasang dengan sempurna.
“Benar-benar memalukan.” Kataku
“Hahahaha gaya udah keren malah jatuh magasinnya hahahaha seperti Leonov saja hahaha….”
Vasily tertawa menggelinjang
“………”

Aku mengambil magasin yang terjatuh tadi dan memasangnya kali ini benar-benar sempurna
Kleepp…ckreekkk..

“Stop! Vasily, tertawa nya!” Sahut Elena.
“Hahaha iya iya aku berhenti tertawa..jadi kau siap, Sergey?”
“Saya siap apa yang harus saya bunuh?” Kata ku
“Baiklah lihat foto ini baik-baik dan bidik dia arah jam 11 rendah dari sini.”
“Ok.”
Orang ini..orang yang telah menembak ku waktu itu!
Aku menghampiri Andrey dan Ekaterina dan dengan segera mencari ‘mangsa’ku.
“Kau lihat, Sergey patung sebelah kiri jam 10 rendah?”
“Aku melihatnya.”
“Baiklah sekarang arahkan bidikanmu ke kanan perlahan-lahan.”
Aku mengikuti apa yang dikatakan Ekaterina.

Namun yang kulihat bukanlah sang mangsa tapi seorang sniper yang berada di balik rerimbunan pohon-pohon.
“Sniper!!! Awas!!!”
Secara bersamaan aku menekan pelatukku begitu pula sniper itu ia juga menembak kan senjata nya ke arahku.
Dssyyyuuuuuu…..!!!!Ckreekk..klontang..
Serasa film matrix seluruhnya terasa begitu lambat..
Aku segera menjauhkan mataku dari periskop senjataku aku yakin bahwa sniper itu menembak ke arah periskop ini.
Dassssshhhhh!!!! Periskop ku pecah tertembak.
“Hei Sergey kau tidak apa-apa?!!” Tanya Andrey kepadaku
Aku yang shock terdiam sejenak.
“Hei jawab pertanyaanku!!”
“Tidak apa-apa hanya shock saja.”

“Aku menemukan ‘mangsa’!!” Teriak Ekaterina.
Dssyyuuuuu….!!!!
“Aku berhasil menembak tepat di kepalanya hahaha.” Katanya lagi.

“Sial para pengawal itu akan mengejar kita!! Cepat pergi dari sini!!”
Dengan segera kami berlima meninggalkan tempat ini, tidak lupa untuk menghapus jejak kami.
Kami langsung menuruni gedung tinggi itu dengan teknik rappelling.

Sesampainya di bawah.
“Sergey kamu Elena dan Vasily ke arah sana aku dan Andrey akan mengalihkan mereka!”
“Okok…eh tunggu mobilku cuma dua kursi!!”
“Ahelah siapa sih yang kasih saran mobil itu ke dia??!!”
“Maaf Elena.” Sahut Andrey.
“Iya sayangku tak apa-apa kok bukan salah mu juga.”
“Hei hei ini bukanlah saat yang tepat untuk beromantis ria..”Potong Vasily.
“Oh iya hahaha ya sudah Andrey dengan Sergey saja kalian berdua denganku.”
“Ok hati-hati ya, Elena.”
“Iya Andrey.”

Segeralah kami menuju mobil masing-masing.
Aku menggunakan Lamborghini ku sedangkan Elena menggunakan Pontiac GTO model 2010 dengan warna yang sama dengan mobilku.



Ckekekekk..jreeeennggg…rrrngggg..
Ruuoooonnnnggggg!!! Aku langsung memacu mobilku secepat mungkin meninggalkan tempat itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar