Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Selasa, 15 Mei 2012

Three Kingdom Part 12


Akhirnya Ksatria Kevin beserta beberapa prajurit berkudanya menuju celah Khuber.
Di waktu yang bersamaan didepan istana Bogor eh salah Vazor.
“Bolehkah saya minta tolong??” Tanya Raja Vanto. “Silahkan yang mulia.” Jawab Dika. “Seperti biasa, antarkan adik tiri saya ke celah Khuber.” Perintah Raja Vanto. “Baik yang mulia. Ayo Rif.” Kata Dika. “Ok..” Sahut Arif.
Mahadika, Arif, dan Putri Vidyani pun berkuda menuju celah Khuber (Khuber pass (harusnya Khyber pass)).
Bagi kedua ksatria dan sang Putri ini adalah perjalanan yang sangat menyenangkan. Seperti biasa sang Putri tak henti-hentinya membicarakan betapa indahnya pemandangan di perjalanan. “Wah indahnya pohon itu, wah blablablablablabla................” Kata Putri Vidyani. “Haduh ini putri kenapa sih tidak bisa diam, dari dulu hingga saat ini dan sejak dari Kota Vazor hingga sekarang masih aja ngoceh??” Bisik Dika. “Ahh sudah lah namanya juga putri bawel.” Balas Arif sambil berbisik.
Sesampainya di celah Khuber pass mereka pun beristirahat menunggu sore hari, sayangnya mereka diserang oleh pasukan yang dipimpin oleh Ksatria Kevin.
Trang...tring...trung.....
Terjadilah duel antara Ksatria Vazor melawan Ksatria Razor (Putri Vidyani juga ikut bertarung loh).
Akibat kalah jumlah kedua Ksatria Vazor itu pun kalah dan mati sedangkan sang putri tertawan. “Hauhauhauhau....akhirnya kalian mati juga, sudah kutunggu-tunggu hari istimewa ini..hauhauhau...” Kata Ksatria Kevin.
Ksatria Kevin membawa Putri Aprilia ke Kota Razor.
 Selama di perjalanan sang putri tidak henti-hentinya mengoceh hingga membuat para Ksatria Razor kesal dan menyumpal mulutnya. Namun tanpa disadari Kuda para Ksatria Vazor menyeret kedua Ksatria Vazor tersebut kembali ke Kota Vazor.

Sesampainya di kota Razor, di dalam Istana. 
“Raja Arsyan saya telah membawa Putri Vidyani!!!!” Teriak Ksatria Kevin. “Ohh..bagus..bagus tapi kenapa mulutnya disumpal??” Tanya Raja Arsyan. “Suaranya itu loh yang mulia, bisa memekakan telinga.” Jawab Ksatria Kevin. “Ahh...masa, coba kamu lepasin sumpalannya.” Perintah Raja Arsyan. “Hmmm baiklah kalau raja tidak percaya (melepas sumpalannya Putri Vidyani).” 
“Aaaaaaaaaaaaa........dasar kalian tak tahu diri, berani-beraninya menculik saya...kakakku tidak akan membiarkan kalian hidup, sebentar lagi kalian akan binasaaaaaaaaaaaaa.......!!!!!!!!!!” Teriak Putri Vidyani. “Aaa...cepat sumpal lagi mulutnya.....!!!(kedubrak)” Teriak Raja Arsyan. 
Ksatria Kevin segera menyumpal mulutnya. 
“Haduh...Raja Arsyan sampai pingsan gara-gara mendengar teriakan putri ini. Pengawal!!!bawa putri ini ke ruang bawah tanah.” Perintah Ksatria Kevin. “Baik.” Sahut seorang pengawal kerajaan. “Bagaimana ini caranya membangunkan raja???......(Galon aqua jatuh ke atas kepalanya Kevin..duangg..!!)Haduh...aha disiram pake air...” Kata Ksatria Kevin. 
Ia pun segera menyiram air dari galon aqua yang diberikan oleh penulis ke Raja Arsyan byurrr..... “Huah..banjir..banjir....hah..hah...apa yang terjadi...??” “Raja tadi pingsan setelah mendengar teriakan Putri itu. Oh iya, pasukan kita telah siap untuk dibawa ke perbatasan Razor-Vazor.” “Owh...hah..hah.....ya sudah tunggu apalagi sekarang kita pimpin pasukan ke perbatasan Razor-Vazor.” “Baik.” 
Di luar istana. “Sekarang lah saatnya kita membalas kekalahan kita terhadap Kerajaan Vazor, kita akan bawa mereka ke pertempuran terbuka di perbatasan Razor-Vazor. Maju Jalan!!!!!!”Kata Raja Arsyan “Haig..!!” 
Prok..prok... Prokk..prok..prokk...kdebuk...kdebuk...kdebuk...jreeekkk....

Di Kota Vazor di dalam istana di saat yang bersamaan. “Hah....sepertinya aku punya firasat buruk.” Kata Dukun Tio. “Raja...!!!!!!!!!!!!!!!!!! kedua panglima kita telah pulang dalam keadaan sekarat, sekarang mereka ada di balai pengobatan.” Teriak seorang prajurit. “Tuh kan.” “Hah...udah jangan banyak bicara, sekarang kita ke balai pengobatan.” Kata Raja Vanto. 
Sesampainya di balai pengobatan. 
“Apa yang terjadi??” Tanya Raja Vanto. Kaa.....mii.......Ekkkhhh (meninggal dunia).”Rintih Ksatria Dika. “Yah nih orang cepet amat matinya??? gak tahan banting..ckckckc...”Sahut Dukun Tio. “Kan masih ada si Arif.” “Oh iya ya..” “Apa yang terjadi, Rif??” Tanya Raja Vanto kepada Arif. “Ekkhhh (meninggal dunia)..” “Ya elah yang ini malah ikut-ikutan nyusul..ckcckckkc..bila ku mati kau juga mati dah.... ” Sahut Dukun Tio lagi. “Hah elah dasar ksatria kok abal semua...dan sekarang ada dimana adik tiri saya !!!??? (Sambil menggoncang-goncangkan tubuh Ksatria Dika yang sudah gugur)” Raja Vanto mengamuk.
“Raja!!!!!!!!!!!!!!” Teriak seorang prajurit. “Ada apa lagi ini hah???!!” “Kami melihat pergerakan Pasukan Razor yang dipimpin Raja Arsyan menuju perbatasan Razor-Vazor.” “Apa!!!, kalau begitu cepat persiapkan pasukan kita.” Perintah Raja Vanto. “Baik yang mulia.” Sahut sang prajurit. 
Teng...teng..teng..teng..(suara bel tanda prajurit Vazor harus bersiap-siap perang)
“Hmmm...pasti Raja Arsyan yang menculik Putri Vidyani.” Kata Dukun Tio. “Sepertinya begitu..kita tidak mungkin memimpin pasukan kita tanpa para panglima perang ini..” Sahut Raja Vanto. “Raja tenang saja saya bisa membangkitkan mereka dengan ramuan saya.” Kata Dukun Tio. “Ramuan apa itu???” Tanya Raja Vanto. “Ramuan kutil pembangkit nyawa hehehe....ramuan ini terdiri dari kutil kuda, kutil nyamuk, kutil cecak, kutil sapi dan yang terakhir kutil saya sendiri...” Jawab Dukun Tio. “Ya sudah sana cepat buat ramuan aneh itu, saya akan memimpin pasukan ke perbatasan.” “Ok yang mulia..oh iya yang mulia Pasukan Odong-odong saya harus berada di garis terdepan dari pasukan lainnya karena mereka dengan pimpinan saya akan maju terlebih dahulu.” Sahut Dukun Tio. “Ya....” Sahut Raja Vanto. “Hmmm..sebenarnya saya bingung apa yang dia bicarakan tapi biarlah yang penting pasukan odong-odong harus berada di garis terdepan.” Kata Raja Vanto dalam hatinya.
Raja Vanto pun segera memimpin pasukannya menuju perbatasan Vazor sedang kan Dukun Tio membuatkan ramuan kutil pembangkit nyawa itu untuk menghidupkan kembali nyawa kedua Ksatria Dzazor. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar