Di Kerajaan
Amhcar di saat yang bersamaan.
“Huaammm...uuuenaknya
abis tidur siang, wah udah gelap nih saatnya makan malam hahahaha...” Kata Raja
Rico/Adzie.
Tiba-tiba..duuuaaarrrrrr..!!!!
drrtttt!! terjadilah gempa bumi lokal.
Bruuuaakkk kasur
yang dipakai oleh Raja Rico/Adzie pun rusak kdebbuukkk!!
“Addooouuuwww
sakit!!” Rintih Raja Rico/Adzie.
Ia pun segera
bangun dan berlari menuju balkon istana.
“Heiiii pengawal
apa yang terjadi??!!” Teriak Raja Rico/Adzie.
“Sepertinya ada
sebuah meteor menghantam tanah pertanian kita, yang mulia.”
“Hmm kalau
begitu perintahkan prajurit Amhcar untuk mengecek.”
“Baik yang
mulia!” Seru sang pengawal.
Para prajurit
kerajaan yang dipimpin oleh Jenderal Arum dari Amhcar (Isitilah keren : General
Arum of Amhcar) pun segera mengecek penyebab gempa lokal tersebut sambil
membawa obor.
Sesampainya di
tempat kejadian gempa lokal (TKGL).
“Stoppp!!” Seru
Jenderal Arum.
Para prajurit
Amhcar pun tertegun melihat sebuah kawah besar. “Wah ini namanya bencana, kita
akan mati!!” Teriak seorang prajurit histeris.
Prajurit lainnya
pun mulai merasa takut.
“Kalian
tenang!!! sekarang kita ambil batu meteor itu, siapa tahu bisa di manfaatkan.”
Perintah sang Jenderal Arum.
“Ba..ba..baiikk..”
Seru para prajurit.
“Wah ini batu
meteor kok kecil amat?? seperti batu biasa wujudnya?” Tanya seorang prajurit.
“Mana saya tahu
yang penting batu ini kita bawa ke Raja Rico.” Jawab Jenderal Arum.
Sebenarnya batu
itu adalah batu yang dilempar oleh Dukun Tio. Namun akibat pengaruh obat kuat
batu itu terlempar hingga nun jauh ke Kerajaan Amhcar dan mengakibatkan gempa
lokal.
Dan para
prajurit Amhcar pun segera kembali ke istana untuk menunjukan batu meteor
tersebut kepada Raja Amhcar.
“Raja kami
membawa batu meteor yang menyebabkan gempa dan mungkin saja ada manfaatnya
untuk menyerangan Kerajaan Vazor.” Kata Jenderal Arum.
“Hmmm
bagus-bagus, sekarang teliti batu itu dan cari manfaatnya, aku ingin menaklukan
Kerajaan Vazor.”
“Tapi siapa yang
bisa meneliti batu ini, Yang mulia??”
“Hmmm siapa
ya??”
“Saya tahu siapa
yang bisa meneliti batu ini, yaitu penyihir C.A.P, ia adalah penyihir sekaligus
tabib yang hebat di kerajaan ini.” Sahut Putri Raras.
“Hmm...baiklah
anakku, aku turuti saranmu. Sekarang kau antar Jenderal Arum ke penyihir C.A.P.”
“Baik,
Ayahanda.” Jawab Putri Raras.
Putri Raras pun
segera mengantar Jenderal Arum yang membawa batu tersebut ke Penyihir C.A.P.
(Candra Anisa Puspitasari saingannya Dukun Tio).
“Ada apa
malam-malam begini mendatangi saya??” Tanya Penyihir C.A.P.
“Saya minta
bantuannya untuk menerawang batu ini, batu ini berasal darimana dan adakah
manfaatnya?” Tanya Putri Raras. “Hmmm (menggenggam batu tersebut) batu ini
berasal dari padang rumput kerajaan Vazor dan di lempar oleh dukun yang bernama
Tio. Dukun itu mempunyai resep ramuan yang dapat membuat orang menjadi kuat
seperti gajah, aku harus mendapatkan resep ramuan itu!” Kata Penyihir C.A.P.
“Bagaimana
caranya mendapatkan resep itu?”
“Saya masih
belum tau hehehe, yang pasti kalau ingin menghancurkan kerajaan Vazor, kita
harus mendapatkan resep ramuan itu.” Jelas Penyihir C.A.P.
“Hmm..bagaimana
kalau besok kita intai peperangan antara Kerajaan Vazor dan Kerajaan Razor di
perbatasan, siapa tau kita bisa menemukan kelemahan Dukun Tio?” Usul Jenderal
Arum.
“Ide yang bagus
itu, nanti saya akan meminta izin kepada Raja untuk tugas pengintaian ini.”
Sahut Putri Raras.
“Baiklah akan
kupersiapkan pasukan pengintai.”
Putri Rarassegera
memintai Izin kepada Raja Rico/Adzie dan Izin tersebut diberikan oleh Raja
Rico/Adzie.
Keesokan harinya
pasukan pengintai yang dipimpin oleh Putri Raras, Jenderal Arum, dan Penyihir C.A.P.
berangkat menuju perbatasan dimana
terjadi peperangan antara Kerajaan Razor dan Vazor.
To Be Continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar