Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Jumat, 25 Mei 2012

Three Kingdom Part 15


Di Kerajaan Amhcar di saat yang bersamaan.
“Huaammm...uuuenaknya abis tidur siang, wah udah gelap nih saatnya makan malam hahahaha...” Kata Raja Rico/Adzie.
Tiba-tiba..duuuaaarrrrrr..!!!! drrtttt!!  terjadilah gempa bumi lokal.
Bruuuaakkk kasur yang dipakai oleh Raja Rico/Adzie pun rusak kdebbuukkk!!
 “Addooouuuwww sakit!!” Rintih Raja Rico/Adzie.
Ia pun segera bangun dan berlari menuju balkon istana.
“Heiiii pengawal apa yang terjadi??!!” Teriak Raja Rico/Adzie.
“Sepertinya ada sebuah meteor menghantam tanah pertanian kita, yang mulia.”
“Hmm kalau begitu perintahkan prajurit Amhcar untuk mengecek.”
“Baik yang mulia!” Seru sang pengawal.
Para prajurit kerajaan yang dipimpin oleh Jenderal Arum dari Amhcar (Isitilah keren : General Arum of Amhcar) pun segera mengecek penyebab gempa lokal tersebut sambil membawa obor.
Sesampainya di tempat kejadian gempa lokal (TKGL).
“Stoppp!!” Seru Jenderal Arum.  
Para prajurit Amhcar pun tertegun melihat sebuah kawah besar. “Wah ini namanya bencana, kita akan mati!!” Teriak seorang prajurit histeris.
Prajurit lainnya pun mulai merasa takut.
“Kalian tenang!!! sekarang kita ambil batu meteor itu, siapa tahu bisa di manfaatkan.” Perintah sang Jenderal Arum.
“Ba..ba..baiikk..” Seru para prajurit.
“Wah ini batu meteor kok kecil amat?? seperti batu biasa wujudnya?” Tanya seorang prajurit.
“Mana saya tahu yang penting batu ini kita bawa ke Raja Rico.” Jawab Jenderal Arum.
Sebenarnya batu itu adalah batu yang dilempar oleh Dukun Tio. Namun akibat pengaruh obat kuat batu itu terlempar hingga nun jauh ke Kerajaan Amhcar dan mengakibatkan gempa lokal.
Dan para prajurit Amhcar pun segera kembali ke istana untuk menunjukan batu meteor tersebut kepada Raja Amhcar.
“Raja kami membawa batu meteor yang menyebabkan gempa dan mungkin saja ada manfaatnya untuk menyerangan Kerajaan Vazor.” Kata Jenderal Arum.
“Hmmm bagus-bagus, sekarang teliti batu itu dan cari manfaatnya, aku ingin menaklukan Kerajaan Vazor.”
“Tapi siapa yang bisa meneliti batu ini, Yang mulia??”  
“Hmmm siapa ya??”
“Saya tahu siapa yang bisa meneliti batu ini, yaitu penyihir C.A.P, ia adalah penyihir sekaligus tabib yang hebat di kerajaan ini.” Sahut Putri Raras.
“Hmm...baiklah anakku, aku turuti saranmu. Sekarang kau antar Jenderal Arum ke penyihir C.A.P.”
“Baik, Ayahanda.” Jawab Putri Raras.
Putri Raras pun segera mengantar Jenderal Arum yang membawa batu tersebut ke Penyihir C.A.P. (Candra Anisa Puspitasari saingannya Dukun Tio).
“Ada apa malam-malam begini mendatangi saya??” Tanya Penyihir C.A.P.
“Saya minta bantuannya untuk menerawang batu ini, batu ini berasal darimana dan adakah manfaatnya?” Tanya Putri Raras. “Hmmm (menggenggam batu tersebut) batu ini berasal dari padang rumput kerajaan Vazor dan di lempar oleh dukun yang bernama Tio. Dukun itu mempunyai resep ramuan yang dapat membuat orang menjadi kuat seperti gajah, aku harus mendapatkan resep ramuan itu!” Kata Penyihir C.A.P.
“Bagaimana caranya mendapatkan resep itu?”
“Saya masih belum tau hehehe, yang pasti kalau ingin menghancurkan kerajaan Vazor, kita harus mendapatkan resep ramuan itu.” Jelas Penyihir  C.A.P.
“Hmm..bagaimana kalau besok kita intai peperangan antara Kerajaan Vazor dan Kerajaan Razor di perbatasan, siapa tau kita bisa menemukan kelemahan Dukun Tio?” Usul Jenderal Arum.
“Ide yang bagus itu, nanti saya akan meminta izin kepada Raja untuk tugas pengintaian ini.” Sahut Putri Raras.
“Baiklah akan kupersiapkan pasukan pengintai.”
Putri Rarassegera memintai Izin kepada Raja Rico/Adzie dan Izin tersebut diberikan oleh Raja Rico/Adzie.
Keesokan harinya pasukan pengintai yang dipimpin oleh Putri Raras, Jenderal Arum, dan Penyihir C.A.P.  berangkat menuju perbatasan dimana terjadi peperangan antara Kerajaan Razor dan Vazor.

To Be Continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar