Sepertinya anda kesini karena salah alamat (baca : nyasar)

Selasa, 15 Mei 2012

Three Kingdom Part 11

Dua jam kemudian. “Hah pemilihan sudah selesai, sekarang kita lihat hasilnya.” Kata Raja Vanto. “Hmm....yap hasilnya rakyat Baby Hui memilih menetap, mulai sekarang mereka menjadi Rakyat Vazor.” Jelas Dukun Tio. “Cepat amat ngitung hasilnya??” Tanya Ksatria Dika. “Dukun gitu loh..ini mah enteng.”Jawab Dukun Tio.
Selama 5 tahun Kerajaan Vazor membangun pasukan dan kotanya.
Kemudian terbentuklah 3 kerajaan yang sangat kuat yaitu Kerajaan Baby Hai yang berganti nama menjadi Razor dengan Raja Arsyan di Timur dengan Kota Bentengnya, Exortus, Kerajaan Vazor dengan Raja Vanto di Selatan dengan Kota Bentengnya, Austrum dan Kerajaan Amhcar di Utara dengan Raja Rico yang telah dirasuki oleh Adzie The Almarhum dengan Kota Bentengnya, Aquilonem.
“Yang mulia saya sudah membuat nama-nama baru bagi pasukan kita, ini daftarnya (memberikan sebuah gulungan).”Kata Dika.

Calisto (Kavaleri Raja)
Pemimpin : Raja Vazor
Anggota : Keluarga Raja Vazor
Jenis : Kavaleri berat
Senjata : Tombak, pedang, perisai, dan sangat-sangat terlindungi
Ilustrasi Pasukan 'Calisto'

Centaurion (Kavaleri pengawal raja/kavaleri pemanah)
Pemimpin : Panglima perang (Mahadika)
Anggota : Orang terhormat/Bangsawan
Jenis : Kavaleri berat
Senjata : Tombak, pedang, perisai, busur, anak panah dan sangat-sangat terlindungi
Ilustrasi Pasukan 'Centaurion'

Lexcron (Kavaleri utama)
Pemimpin : Panglima perang (Arif)
Anggota : Rakyat Vazor
Jenis : Kavaleri menengah
Senjata : Tombak, pedang, perisai, dan lumayan terlindungi
Ilustrasi Pasukan 'Lexcron'

Schutze (Pasukan pemanah)
Pemimpin : Panglima perang (Dimas)
Anggota : Rakyat Vazor
Jenis : Infanteri pemanah
Senjata : Busur, anak panah, dan pedang
Ilustrasi Pasukan 'Schutze'

Tiberiun (Infanteri utama)
Pemimpin : Kapten
Anggota : Rakyat Vazor
Jenis : Infanteri berat
Senjata : Pedang, perisai, lembing dan sangat-sangat terlindungi
Ilustrasi Pasukan 'Tiberiun'

Zioner (Pasukan zeni/medis)
Pemimpin : Kapten
Anggota : Rakyat Vazor
Jenis : Pasukan bantuan/pasukan pembuat mesin perang
Senjata : Pedang, Trebuchet, peralatan medis (perban dan obat-obatan) dan tidak terlindungi
Ilustrasi Pasukan 'Zioner'

Militia (pasukan milisi)
Pemimpin : Kapten
Anggota :Rakyat Vazor yang tinggal di desa yang berada dibalik Hutan Babi
Jenis : Infanteri ringan
Senjata : Pedang, perisai, dan lumayan terlindungi
Ilustrasi Pasukan 'Militia'

Odong-odong army (Infanteri keberatan)
Pemimpin : Dukun (Tio)
Anggota : Rakyat Vazor
Jenis : Infanteri keberatan bawaannya
Senjata : Pedang, Tombak sepanjang 2 meter, lembing, odong-odong, perisai, busur, anak panah dan lumayan terlindungi

Setelah membaca gulungan tersebut Raja Vanto terlihat kebingungan. “Ada apa yang mulia??” Tanya Dika. “Hmm...sebenarnya Odong-odong army itu apa ya???” Tanya balik Raja Vanto. “Owh itu pasukan yang dibentuk oleh Dukun Tio, saya sendiri juga tidak tahu apa itu senjata odong-odong.” Jawab Dika.
“Yah masa gitu aja gak tau.” Sahut Dukun Tio. “Emang apaan sih odong-odong itu???” Tanya Arif. “Ada deh.” Jawab Dukun Tio.
*Sebenarnya senjata Odong-odong itu adalah sebuah Crossbow.
Sekarang kita beralih ke Kerajaan Razor....
“Huahahahahahaha...I’m King of the world, sekarang saya akan membalas kekalahan saya ke Kerajaan Vazor, Ksatria Kevin tolong jelaskan strategi untuk menghancurkan kerajaan Vazor yang telah kau buat.” Perintah Raja Arsyan. “Baik, seperti yang telah kita ketahui (pidato nih). Kerajaan Vazor memiliki kota benteng yang sangat kuat, temboknya sangat sulit untuk dihancurkan dengan trebuchet. Dengan strategi pengepungan juga sangatlah tidak menguntungkan karena mereka memiliki mata air tersendiri di dalam kota, yang lebih mengerikan lagi mereka masih punya pasukan di balik rimbunnya Hutan Babi. Pasukan ini disebut pasukan milisi atau gerilyawan, jika kita mengepung mereka mungkin saja saat malamnya justru kita yang diserang oleh pasukan milisi. Saran saya lebih baik bawa mereka ke pertempuran terbuka.” Jelas Ksatria Kevin. “Hmmm....tapi bagaimana caranya membawa mereka ke pertempuran terbuka??” Tanya Raja Arsyan. “Hmmm....nah itu dia, saya sampai sekarang pun masih memikirkan caranya...” Jawab Ksatria Kevin. Mereka berdua pun berpikir, hingga satu minggu lamanya.
“(Muncul Petromak diatas kepalanya Kevin)Aha....Raja Vanto mempunya adik tiri, kalau tidak salah namanya Putri Vidyani......”
“Terus kita culik itu putri??” Potong Arsyan. “Yap betul sekali.” “Tapi bagaimana caranya??” “Hmm...................................(Petromaknya jatuh ke kepalanya Kevin) Haduh.....aha Putri itu selalu berkuda ke perbatasan Khuber pass setiap sore hari hanya untuk melihat Matahari tenggelam di puncak Kheber, nah di saat itulah kita tangkap dia, ketika sang putri telah tertawan kita harus segera mengirim pasukan kita ke perbatasan Razor-Vazor. Bagaimana? bagus kan ide saya, yang mulia??” “Hmmm....pintar juga kau, baiklah segera pimpin pasukan ke celah Khuber dan saya akan mempersiapkan pasukan, sebentar lagi sudah mau sore mungkin Putri itu sedang dalam perjalanan.” Perintah Raja Arsyan. “Baik yang mulia...” Sahut Ksatria Kevin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar