Selama 5 tahun
Kerajaan Vazor membangun pasukan dan kotanya.
Kemudian
terbentuklah 3 kerajaan yang sangat kuat yaitu Kerajaan Baby Hai yang berganti
nama menjadi Razor dengan Raja Arsyan di Timur dengan Kota Bentengnya, Exortus,
Kerajaan Vazor dengan Raja Vanto di Selatan dengan Kota Bentengnya, Austrum dan
Kerajaan Amhcar di Utara dengan Raja Rico yang telah dirasuki oleh Adzie The
Almarhum dengan Kota Bentengnya, Aquilonem.
“Yang mulia saya
sudah membuat nama-nama baru bagi pasukan kita, ini daftarnya (memberikan
sebuah gulungan).”Kata Dika.
Calisto
(Kavaleri Raja)
Pemimpin : Raja
Vazor
Anggota :
Keluarga Raja Vazor
Jenis : Kavaleri
berat
Senjata :
Tombak, pedang, perisai, dan sangat-sangat terlindungi
Centaurion
(Kavaleri pengawal raja/kavaleri pemanah)
Pemimpin :
Panglima perang (Mahadika)
Anggota : Orang
terhormat/Bangsawan
Jenis : Kavaleri
berat
Senjata :
Tombak, pedang, perisai, busur, anak panah dan sangat-sangat terlindungi
Lexcron
(Kavaleri utama)
Pemimpin :
Panglima perang (Arif)
Anggota : Rakyat
Vazor
Jenis : Kavaleri
menengah
Senjata :
Tombak, pedang, perisai, dan lumayan terlindungi
Schutze (Pasukan
pemanah)
Pemimpin :
Panglima perang (Dimas)
Anggota : Rakyat
Vazor
Jenis :
Infanteri pemanah
Senjata : Busur,
anak panah, dan pedang
Tiberiun (Infanteri
utama)
Pemimpin :
Kapten
Anggota : Rakyat
Vazor
Jenis :
Infanteri berat
Senjata :
Pedang, perisai, lembing dan sangat-sangat terlindungi
Zioner (Pasukan
zeni/medis)
Pemimpin :
Kapten
Anggota : Rakyat
Vazor
Jenis : Pasukan
bantuan/pasukan pembuat mesin perang
Senjata :
Pedang, Trebuchet, peralatan medis (perban dan obat-obatan) dan tidak
terlindungi
Militia (pasukan
milisi)
Pemimpin :
Kapten
Anggota :Rakyat
Vazor yang tinggal di desa yang berada dibalik Hutan Babi
Jenis :
Infanteri ringan
Senjata :
Pedang, perisai, dan lumayan terlindungi
Odong-odong army
(Infanteri keberatan)
Pemimpin : Dukun
(Tio)
Anggota : Rakyat
Vazor
Jenis :
Infanteri keberatan bawaannya
Senjata :
Pedang, Tombak sepanjang 2 meter, lembing, odong-odong, perisai, busur, anak
panah dan lumayan terlindungi
Setelah membaca
gulungan tersebut Raja Vanto terlihat kebingungan. “Ada apa yang mulia??” Tanya
Dika. “Hmm...sebenarnya Odong-odong army itu apa ya???” Tanya balik Raja Vanto.
“Owh itu pasukan yang dibentuk oleh Dukun Tio, saya sendiri juga tidak tahu apa
itu senjata odong-odong.” Jawab Dika.
“Yah masa gitu aja gak tau.” Sahut Dukun Tio. “Emang apaan sih odong-odong itu???” Tanya Arif. “Ada deh.” Jawab Dukun Tio.
“Yah masa gitu aja gak tau.” Sahut Dukun Tio. “Emang apaan sih odong-odong itu???” Tanya Arif. “Ada deh.” Jawab Dukun Tio.
*Sebenarnya
senjata Odong-odong itu adalah sebuah Crossbow.
Sekarang kita
beralih ke Kerajaan Razor....
“Huahahahahahaha...I’m
King of the world, sekarang saya akan membalas kekalahan saya ke Kerajaan
Vazor, Ksatria Kevin tolong jelaskan strategi untuk menghancurkan kerajaan Vazor
yang telah kau buat.” Perintah Raja Arsyan. “Baik, seperti yang telah kita ketahui
(pidato nih). Kerajaan Vazor memiliki kota benteng yang sangat kuat, temboknya
sangat sulit untuk dihancurkan dengan trebuchet. Dengan strategi pengepungan
juga sangatlah tidak menguntungkan karena mereka memiliki mata air tersendiri
di dalam kota, yang lebih mengerikan lagi mereka masih punya pasukan di balik
rimbunnya Hutan Babi. Pasukan ini disebut pasukan milisi atau gerilyawan, jika
kita mengepung mereka mungkin saja saat malamnya justru kita yang diserang oleh
pasukan milisi. Saran saya lebih baik bawa mereka ke pertempuran terbuka.”
Jelas Ksatria Kevin. “Hmmm....tapi bagaimana caranya membawa mereka ke pertempuran
terbuka??” Tanya Raja Arsyan. “Hmmm....nah itu dia, saya sampai sekarang pun
masih memikirkan caranya...” Jawab Ksatria Kevin. Mereka berdua pun berpikir,
hingga satu minggu lamanya.
“(Muncul
Petromak diatas kepalanya Kevin)Aha....Raja Vanto mempunya adik tiri, kalau
tidak salah namanya Putri Vidyani......”
“Terus kita
culik itu putri??” Potong Arsyan. “Yap betul sekali.” “Tapi bagaimana
caranya??” “Hmm...................................(Petromaknya jatuh ke
kepalanya Kevin) Haduh.....aha Putri itu selalu berkuda ke perbatasan Khuber
pass setiap sore hari hanya untuk melihat Matahari tenggelam di puncak Kheber,
nah di saat itulah kita tangkap dia, ketika sang putri telah tertawan kita
harus segera mengirim pasukan kita ke perbatasan Razor-Vazor. Bagaimana? bagus
kan ide saya, yang mulia??” “Hmmm....pintar juga kau, baiklah segera pimpin
pasukan ke celah Khuber dan saya akan mempersiapkan pasukan, sebentar lagi
sudah mau sore mungkin Putri itu sedang dalam perjalanan.” Perintah Raja Arsyan.
“Baik yang mulia...” Sahut Ksatria Kevin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar